<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585</id><updated>2011-04-21T11:02:45.155-07:00</updated><category term='*Cover'/><category term='Resensi Buku'/><category term='Profil'/><category term='Rileks'/><category term='Spiritual'/><category term='Tips'/><category term='SMS Publik'/><category term='Opini'/><category term='Polling'/><category term='Berita'/><category term='Jalan-Jalan'/><category term='Topik Utama'/><title type='text'>Buletin Wiweka</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>86</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-4483591475023659957</id><published>2009-02-19T05:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:25:55.401-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*Cover'/><title type='text'>Buletin Wiweka Edisi Keenam, Januari 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ1a-pb7mnI/AAAAAAAAANc/lDm099sN3wo/s1600-h/cover6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 259px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ1a-pb7mnI/AAAAAAAAANc/lDm099sN3wo/s320/cover6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304495968433707634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ1Zpx0YVwI/AAAAAAAAANU/BOU_cmSU26g/s1600-h/cover6.jpg"&gt;&lt;style type="text/css"&gt;  &lt;!--   @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt;&lt;/style&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Om Swastyastu&lt;br /&gt;Selamat tahun baru pembaca. Momen ini memang selalu terasa spesial. Meninggalkan 2008 dengan segala kejadiannya dan menyongsong 2009 dengan semua harapannya. Tidak terasa selama 2008, Buletin Wiweka sudah muncul sebanyak lima kali, terhitung sejak Maret. Inkonsistensi masih menjadi masalah internal kami yang paling besar, namun semua itu akan coba kami perbaiki di tahun yang baru ini, semata demi kepuasan pembaca semua.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa di edisi ini? Well, pembaca dapat menyimak ulasan kami mengenai topik yang mungkin agak sensitif, keperawanan. Topik ini kami angkat setelah melihat fakta di lapangan yang cukup mengkhawatirkan. Semangat awalnya adalah bagaimana kita dapat bermawas diri dengan bekal informasi yang akurat. Jangan lupa menyimak jawaban khas generasi muda tentang keperawanan di rubrik polling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubrik jalan-jalan hadir kembali setelah sempat absen pada edisi sebelumnya dan yakinlah kalau tempat yang kami angkat kali ini benar-benar spesial. Satu rubrik baru kami hadirkan mulai edisi ini, yaitu SMS Publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati suguhan kami ini sambil menantikan kejutan yang kami siapkan pada edisi satu tahun perdana Buletin Wiweka di bulan Maret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Redaksi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-4483591475023659957?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/4483591475023659957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=4483591475023659957' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4483591475023659957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4483591475023659957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/buletin-wiweka-edisi-keenam-januari.html' title='Buletin Wiweka Edisi Keenam, Januari 2009'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ1a-pb7mnI/AAAAAAAAANc/lDm099sN3wo/s72-c/cover6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-800994823189744661</id><published>2009-02-19T04:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:22:13.231-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*Cover'/><title type='text'>Buletin Wiweka Edisi Kelima, Oktober 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2gtZ0MGjI/AAAAAAAAAIc/_evl43v_V7o/s1600-h/cover5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 313px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2gtZ0MGjI/AAAAAAAAAIc/_evl43v_V7o/s400/cover5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277551040232430130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om Swastyastu&lt;br /&gt;Senang sekali kami dapat menyapa pembaca Buletin Wiweka melalui edisi kelima ini. Harus kami akui, kami mengalami masa sulit dalam beberapa bulan terakhir yang menyebabkan terdapat selang waktu cukup lama untuk bisa kembali menyampaikan buletin ini ke tangan Anda.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang terjadi dalam selang waktu tersebut, namun kami memutuskan mengangkat tema mahasiswa baru. Kenapa? Karena, di bulan-bulan ini, aroma itulah yang kental terasa.&lt;br /&gt;Reporter kami sempat merekam kejadian-kejadian tersebut, mulai dari penerimaan mahasiswa di Unair dan acara Simakrama oleh PHDI untuk menyambut mahasiswa baru. Semuanya dapat pembaca nikmati di edisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, fokus kami letakkan pada sosok mahasiswa baru. Pembaca dapat menyimak ulasan mendetil dari IBK Bayangkara, seorang dosen di Universitas Tujuh Belas Agustus, tentang peran dan fungsi mahasiswa yang harus diketahui oleh mahasiswa baru, dan bahkan oleh mahasiswa lama seperti kami sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plus, tidak ketinggalan sajian khas dari Wiweka, yakni polling, yang kali ini secara khusus menjajaki pendapat mahasiswa baru. Sementara untuk profil, kami mengangkat sosok I Putu Wisnu Merthayoga, seorang aktivis mahasiswa di Surabaya, dari sudut pandang Sinkronisasi Kuliah dan Organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, suka cita yang mendalam juga tengah kami rasakan karena empat staf redaksi kami, Gede Putra Sanjaya, I Nyoman Sunartha, I Putu Lisna Kurniawan, dan Putu Tantri Kumala Sari diwisuda pada bulan ini. Semoga kesuksesan mereka dapat menginspirasi mahasiswa lain yang sedang berjuang, termasuk para mahasiswa baru yang sedang menjadi fokus di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Redaksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-800994823189744661?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/800994823189744661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=800994823189744661' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/800994823189744661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/800994823189744661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/buletin-wiweka-edisi-kelima-oktober.html' title='Buletin Wiweka Edisi Kelima, Oktober 2008'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2gtZ0MGjI/AAAAAAAAAIc/_evl43v_V7o/s72-c/cover5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-3882765526098248750</id><published>2009-02-19T04:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:22:56.445-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*Cover'/><title type='text'>Buletin Wiweka Edisi Keempat, Juni 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2flxAThKI/AAAAAAAAAIU/7kVlU-BMd1g/s1600-h/cover4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2flxAThKI/AAAAAAAAAIU/7kVlU-BMd1g/s400/cover4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277549809506682018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Om Swastyastu&lt;br /&gt;Bukan suatu rahasia lagi bahwa bumi yang kita tempati ini semakin penuh sesak oleh populasi manusia. Dan bukan suatu rahasia lagi bahwa membeludaknya jumlah manusia erat kaitannya dengan dampak negatif yang timbul di muka bumi beberapa tahun belakangan ini. Salah satu dampak yang terasa adalah semakin panasnya suhu muka bumi atau jika disebut dengan istilah kerennya adalah global warming. Efek rumah kaca yang menyebabkan semakin tipisnya lapisan ozon yang berdampak buruk bagi kesehatan dan semakin suramnya bumi ini. Ditambah lagi semakin menipisnya kawasan hijau sebagai nafas alami bumi yang diakibatkan oleh mega proyek tanpa analisa amdal yang jelas untuk pemenuhan kebutuhan jutaan manusia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis, Indonesia yang konon kabarnya merupakan zamrud khatulistiwa serta terkenal dengan kehijauan alam dan lingkungannya kini harus gigit jari. Gelar membanggakan yang dulu pernah disandangnya harus dilepas seiring dengan terjadinya pembakaran dan penggundulan hutan, serta illegal loging yang sangat amat menyakiti lingkungan. Dampak dari rusaknya lingkungan selain pemanasan bumi adalah banjir dan tanah longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal salah satu cara termudah untuk mengantisipasi adanya pemanasan dunia dan dampak buruk lainya adalah dengan mencintai lingkungan dengan cara memberi warna hijau pada dunia dengan tanaman. Bukan hanya tugas dinas perhutani dan pemerintah, namun itu semua adalah salah satu dari tanggung jawab kita bersama. Di bulan Juni ini, bulan hari lingkungan hidup, mari kita buka kesadaran dan nurani kita untuk mencintai lingkungan. Percantik hidupmu dan tentramkan hati dengan memperindah lingkunganmu maka bumi ini akan tersenyum manis padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Redaksi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-3882765526098248750?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/3882765526098248750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=3882765526098248750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3882765526098248750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3882765526098248750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/buletin-wiweka-edisi-keempat-juni-2008.html' title='Buletin Wiweka Edisi Keempat, Juni 2008'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2flxAThKI/AAAAAAAAAIU/7kVlU-BMd1g/s72-c/cover4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-9083693758009789504</id><published>2009-02-19T04:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:23:29.263-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*Cover'/><title type='text'>Buletin Wiweka Edisi Ketiga, Mei 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2ej1w8Y8I/AAAAAAAAAIM/UX9Uf7acbKA/s1600-h/cover3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 321px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2ej1w8Y8I/AAAAAAAAAIM/UX9Uf7acbKA/s400/cover3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277548676913062850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Om Swastyastu&lt;br /&gt;Mei tahun ini terasa istimewa untuk bangsa Indonesia. Di bulan ini bangsa Indonesia mem-peringati 100 tahun Kebangkitan Nasional. Su-dah 100 tahun yang lalu cikal bakal nasion yang bernama Indonesia tumbuh. Cikal bakal itu ditandai dengan berdirinya organisasi modern pertama, yang tidak berdasar kesukuan maupun agama, bernama Boedi Oetomo.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boedi Oetomo didirikan oleh sekelompok mahasiswa STOVIA, sekolah kedokteran pada waktu itu. Hal ini menunjukkan bahwa pemuda pada saat itu, merasa jika kemerdekaan Indonesia tidak hanya dapat diperjuangkan dengan pertempuran. Perjuangan dapat juga dilakukan dengan pergerakan intelektual, dengan berserikat tanpa memandang suku maupun agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut disayangkan, semangat nasionalisme 1908, pada saat ini mulai menipis. Sangat sedikit sekali orang yang mau peduli dan berkorban untuk kepentingan negara pada saat ini. Mulai dari elit politik yang duduk di gedung DPR sampai rakyat jelata yang hanya duduk di balai RT, beramai-ramai memuaskan kepentingan diri sendiri. Tanpa mempedulikan kepentingan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional, bulan ini juga diperingati 10 tahun Reformasi. Tumbangnya Orde Baru, ternyata belum memberikan perubahan berarti bagi republik ini. Reformasi, ternyata hanya sebagai momentum pergantian pemimpin, tidak lebih.&lt;br /&gt;Akses pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan belum dapat dirasakan oleh semua rakyat Indonesia. Penegakkan hukum masih setengah hati. Kerusuhan masih sering terjadi. Kerusakan alam semakin meluas. Gizi buruk terjadi dimana-mana. Kondisi Indonesia masih sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki kondisi bangsa ini adalah tugas kita bersama. Bukan hanya tugas pemerintah. Di bulan Mei ini, mari kita jadikan momentum bersama untuk membuat Indonesia lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;Redaksi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-9083693758009789504?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/9083693758009789504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=9083693758009789504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/9083693758009789504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/9083693758009789504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/buletin-wiweka-edisi-ketiga-mei-2008.html' title='Buletin Wiweka Edisi Ketiga, Mei 2008'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2ej1w8Y8I/AAAAAAAAAIM/UX9Uf7acbKA/s72-c/cover3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7553891837020139588</id><published>2009-02-19T03:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:24:10.245-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*Cover'/><title type='text'>Buletin Wiweka Edisi Kedua, April 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2XzLddq6I/AAAAAAAAAIE/mKF6eaHpuLo/s1600-h/cover2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 309px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2XzLddq6I/AAAAAAAAAIE/mKF6eaHpuLo/s400/cover2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277541243853581218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Om Swastyastu&lt;br /&gt;Untuk kali kedua pada tahun ini, buletin Wiweka kembali hadir sebagai pembuktian keksistensian kami. Dengan membenahi konsep dan format pada bulan sebelumnya, Wiweka mencoba untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk mempertahankan eksistensi agar dapat diterima oleh para pembaca serta dapat bermanfaat dan memberikan informasi kepada para pembacanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, 21 April merupakan Hari Kartini yang mana hari tersebut diidentikkan dengan harinya emansipasi wanita. Emansipasi wanita tidak harus mengagung-agungkan wanita. Emansipasi wanita adalah dimana terdapat kesetaraan antara pria dan wanita di berbagai bidang. Kita harus mampu mengubah kondisi sosial masyarakat yang memarjinalkan kaum wanita. Pada edisi bulan ini, Wiweka menyajikan beragam ulasan tentang permasalahan wanita, khususnya di Indonesia baik dipandang dari segi agama maupun dari segi umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada terbitan ini Wiweka menyajikan tulisan dr. Yessi C.O. mengenai analisis gender dalam topik utamanya. Di rubrik polling, Wiweka mencoba mengetahui tanggapan mahasiswa Hindu Surabaya tentang kesetaraan gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang istimewa dari Wiweka kali ini adalah penambahan rubrik baru yaitu rubrik Jalan-Jalan dan Resensi Buku. Di rubrik Jalan-Jalan kali ini kami mencoba untuk membahas peninggalan sejarah Majapahit yang berada di tengah hiruk pikuk kota Surabaya, yaitu  Pesarean Kudo Kardono. Mungkin banyak dari pembaca yang belum mengetahui lokasi ini. Maka untuk menghapus rasa penasaran pembaca, Wiweka berusaha untuk mengulas secara lengkap dan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Redaksi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7553891837020139588?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7553891837020139588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7553891837020139588' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7553891837020139588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7553891837020139588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/buletin-wiweka-edisi-kedua-april-2008.html' title='Buletin Wiweka Edisi Kedua, April 2008'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2XzLddq6I/AAAAAAAAAIE/mKF6eaHpuLo/s72-c/cover2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-5389880989417253473</id><published>2009-02-19T03:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:24:35.728-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*Cover'/><title type='text'>Buletin Wiweka Edisi Pertama, Maret 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2SJY56_2I/AAAAAAAAAH8/VLK6SmJuFyA/s1600-h/Cover+Wiweka.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2SJY56_2I/AAAAAAAAAH8/VLK6SmJuFyA/s400/Cover+Wiweka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277535028349960034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Om Swastyastu,&lt;br /&gt;Wiweka kembali hadir di hadapan pembaca. Buletin yang dulu pernah beberapa kali terbit, dengan tidak rutin, mencoba untuk mempertahankan eksistensinya. Dengan sedikit format, konsep, dan pekerja di balik layar yang berbeda, Wiweka mencoba menawarkan kesegaran dan warna baru. Maraknya media berbasis Hindu membuat kami merasa bahwa umat Hindu membutuhkan bacaan yang beragam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Hari Raya Nyepi menjadi tema yang utama. Di edisi ini, Wiweka menyajikan tulisan Prof. Ir. Nyoman Sutantra, M.Sc. Ph.D mengenai Nyepi bagi orang modern. Polling mengenai perilaku mahasiswa pada saat Nyepi, juga Wiweka ungkap di sini. Semoga apa yang Wiweka sajikan dapat menjadi semangat untuk meningkatkan kesradhaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita yang menyedihkan datang dari Pura Sangkareang, NTB. Sebuah pura telah dirusak&lt;br /&gt;oleh segerombolan manusia yang tidak bertanggung jawab. Wiweka tidak ingin membuat pembaca naik pitam karenanya. Kita, sebagai umat Hindu, harus berpikir rasional dalam menghadapi kondisi ini. Percayakan tugas penegakan hukum kepada aparat. Wiweka&lt;br /&gt;pun masih percaya bahwa keadilan masih ada di republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahlil Gibran mengatakan bahwa kita semua terpenjara, namun beberapa di antara kita berada dalam sel yang berjendela. Dan beberapa lainnya dalam sel tanpa jendela.&lt;br /&gt;Wiweka yakin bahwa pembaca adalah orang-orang yang tinggal di dalam sel yang berjendela dan Wiweka adalah jendela tersebut. Meskipun hanya jendela kecil, namun dapat&lt;br /&gt;memperluas pandangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Redaksi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-5389880989417253473?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/5389880989417253473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=5389880989417253473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5389880989417253473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5389880989417253473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/buletin-wiweka-edisi-pertama-maret-2008.html' title='Buletin Wiweka Edisi Pertama, Maret 2008'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST2SJY56_2I/AAAAAAAAAH8/VLK6SmJuFyA/s72-c/Cover+Wiweka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-4458641827436903753</id><published>2009-02-19T00:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T00:39:46.681-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Topik Utama'/><title type='text'>Susahkah Jadi Perawan?</title><content type='html'>Realitas kini telah mengubah segala hal, yang dulunya termasuk zona rawan untuk dibahas menjadi topik hangat yang tidak berhenti dibicarakan. Pergaulan dan kemodernan jaman telah mengantarkan sisi kehidupan yang dulunya menjunjung adat ketimuran, yang sopan dan bermartabat, menjadi gaya barat, yang liberal dan independen, bahkan ke arah bebas yang amat sangat. Itu dapat diperhatikan pada tingkah polah anak muda di jaman ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narkoba dan seks bebas pun seakan-akan sudah menjadi suatu kebiasaan yang lumrah dan tidak asing untuk dijalankan sebagai sebuah keseharian. Itulah realitas masa kini tentang kehidupan dan pola pikir anak muda, yang seakan jauh dari nilai-nilai moral yang telah diajarkan pada kurikulum pelajaran moral di sekolah. Tapi, vonis buruk tidak bisa langsung dijatuhkan dan disimpulkan begitu saja sebelum ada suatu bukti konkrit dan penelitian-penelitian oleh para ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fenomena pergaulan bebas, khususnya seks bebas yang mencuat belakangan ini, satu hal yang patut dipertanyakan adalah tentang keperawanan. Topik ini bukan bermaksud untuk mengeksploitasi wanita tetapi hanya sedikit membandingkan pemikiran wanita ordinary dengan wanita masa kini yang modern (atau sok modern yah…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali fakta (dari beberapa penelitian), mengungkap tentang keperawanan. Berdasarkan hasil survei Komnas Anak, bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007, terungkap sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU yang disurvei mengaku pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks. Sebanyak 62,7% anak SMP yang diteliti mengaku sudah tidak perawan. Serta 21,2% remaja SMA yang disurvei mengaku pernah melakukan aborsi. Tambahan lagi, 97% pelajar SMP dan SMA yang disurvei mengaku suka menonton film porno. Penelitian itu baru satu dari sekian banyak penelitian yang dilakukan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Apa yang membedakan pemikiran wanita jaman dulu dengan jaman sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masih pentingkah keperawanan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kalau berbicara tentang penting tidaknya keperawanan, pasti akan kembali kepada pemikiran masing-masing individu untuk menyikapi dan menjalankannya. Pemikiran individu tersebut akan bergantung kepada lingkungan serta pergaulan sekitarnya. Beberapa opini melalui mailing list di internet menyebutkan bahwa keperawanan merupakan sesuatu yang sangat penting dan berharga, namun beberapa pendapat lagi menyatakan bahwa keperawanan sangat tidak penting bagi wanita mengingat pria juga belum tentu akan mempertahankan keperjakaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak alasan yang membuat wanita dengan terpaksa menganggap keperawanan bukan hal yang penting. Alasan klasik yang sering tertulis pada situs internet adalah atas dasar bukti cinta terhadap pasangannya. Bahkan situs harian Kompas menyebutkan bahwa wanita sering melepaskan keperawanannya pada Hari Valentine sebagai bukti kasih sayangnya terhadap pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru pun menjadi ajang kemaksiatan atas dasar cinta dengan bukti meningkatnya penjualan kondom pada malam pergantian tahun tersebut (Jawa Pos). Miris memang, namun begitulah yang terjadi. Perubahan konsep pemikiran telah mengubah perilaku serta kebiasaan seseorang. Namun sayangnya kebiasaan itu malah mengarah ke perilaku negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, masih pentingkah keperawanan di mata pemiliknya atau di mata penikmatnya? Kalau kembali kepada ajaran moral dan agama, perilaku menyimpang tersebut sangat dilarang mengingat hal tersebut menunjukkan ketidakmampuan seseorang untuk menahan nafsu dan egoisitas negatif. Sehingga keperawanan merupakan hal yang penting sebagai penilaian moral dan agama seorang wanita. Tapi itu kembali pada pemikiran setiap individu. Jika masih beraliran adat ketimuran dengan kebiasaan turun-temurun yang sopan maka keperawanan adalah suatu aset sebagai nilai sebuah kesetiaan. Namun jika beralih ke adat kebaratan yang bebas maka keperawanan bukan sesuatu yang penting, asalkan tidak hamil.  Silahkan menilai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah keperawanan itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Banyak orang disibukkan dengan istilah perawan. Di benua tetangga, keperawanan diistilahkan dengan cherry pie atau kue ceri yang terkenal karena isi buah ceri dengan warna merahnya yang pekat yang dilapisi diatasnya dengan lapisan kue tipis yang cukup kuat. Saat kulitnya pecah, isi di dalamnya yang lunak akan tampak keluar beserta biji-bijinya. Tak heran nodanya mirip darah bila mengenai kertas atau kain putih. Ketika seorang gadis, disengaja atau tidak, mengalami cherry ripe atau pemerkosaan cheri, maka saat itulah ia telah kehilangan cherry alias tidak perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali keperawanan juga dimanfaatkan untuk mencari uang bagi sebagian orang. Natalie Dylan, sarjana dari Sacramento State University, pernah bikin geger dunia internet dengan menjual keperawanannya lewat ebay. Harganya? 1 juta dollar atau 10 milyar rupiah lebih. Cara gampangan untuk menambal kehidupan yang kembang kempis. Itu salah satu realitas di western lifestyle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Kalau kembali ke pertanyaan itu maka akan semakin luas jangkauan pembicaraan. Bisa merambat pada kasus aborsi di usia muda sampai ke zona prostitusi yang berkembang pesat belakangan ini dan bahkan yang menjual keperawanan wanita-wanita belia dengan harga yang fantastis. Malah kabarnya, 96% pelajar dan mahasiswa di salah satu kota di Jawa Tengah mengaku sudah tidak perawan lagi dan ratusan pelajar dari salah satu kota besar di Pulau Sumatra menerjuni bisnis esek-esek dari usia muda (Detik.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mencengangkan dari bisnis esek-esek ini kadang kala beberapa alasan simpel dilontarkan dari mulut mereka, salah satunya adalah diajak teman. Kemudian alasan lain adalah memakan uang sekolah dari orang tua. Lalu… Sebegitu murahkah keperawanan bagi perempuan jaman sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala tingkah laku manusia di dunia pasti diliputi ego dan nafsu. Kedua hal tersebut menjadi tali pengekang pada kereta kehidupan kita, apakah akan ke arah negatif ataukah positif. Perilaku seks bebas adalah salah satu pengaruh nafsu dan ego kebebasan pada manusia dan hilangnya keperawanan merupakan dampak dari ego dan nafsu negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa langsung menghakimi bahwa wanita yang tidak perawan adalah wanita yang tidak bermoral, begitu juga sebaliknya. Semua hal yang terjadi pasti ada penyebabnya, dan segala kesalahan yang telah dilakukan pasti ada jalan dari Tuhan untuk memperbaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mau dikuasai ego dan nafsu yang ada pada diri kita, tapi kuasailah ego dan nafsu itu maka mereka akan membawamu ke arah yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Putu Tantri Kumala Sari&lt;br /&gt;Mahasiswa S2 Teknik Sipil ITS&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-4458641827436903753?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/4458641827436903753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=4458641827436903753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4458641827436903753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4458641827436903753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/susahkah-jadi-perawan.html' title='Susahkah Jadi Perawan?'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-6655407844845277294</id><published>2009-02-19T00:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T00:41:14.602-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Virginitas, Masihkah Menjadi Hak Milik Pribadi Wanita?</title><content type='html'>Masih terekam jelas bagaiman kisah Lufiana Utfa, seorang gadis berusia 12 tahun yang dinikahi oleh seorang syeikh kaya di Semarang, Jawa Tengah. Maraknya tayangan media cetak dan elektronik mengenai kisah Utfa seakan membawa sebuah pemahaman baru di zaman globalisasi ini, yakni keperawanan wanita bukanlah hak milik pribadinya sendiri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawan. Begitu mendengar satu kata itu yang terbayang adalah wanita. Wanita Indonesia masa kini tentunya berbeda sembilan puluh derajat dengan wanita Indonesia tempo dulu. Perawan, saat ini menjadi barang langka di tengah gempuran arus globalisasi. Pengaruh globalisasi mendorong setiap manusia untuk selalu mengikuti perkembangan zaman, hingga memaksa wanita untuk menggadaikan keperawanannya telah menjadi 'hal' yang tidak tabu lagi dalam lingkup pergaulan sosial masyarakat Indonesia kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila hanya segelintir orang yang masih menganggap keperawanan itu penting maka tentunya itu kembali pada masalah nurani. Masalah besar justru terletak pada posisi wanita masa kini, yang dapat dikatakan tidak memiliki hak yang ia sadari sendiri, yaitu hak milik mutlak untuk menjaga kesuciannya. “Kesucianmu ada di tanganmu”, bukan hak milik pria, entah pacar, teman, dan bahkan orang tua wanita itu. Kasusnya sekarang adalah kuasa wanita atas “seonggok daging” berharga dalam tubuhnya ada pada tangan orang lain, yang mana kondisi ini terjadi akibat pergeseran nilai-nilai moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran nilai-nilai moral ini sendiri erat kaitannya dengan masalah ekonomi dan sosial yang sering terjadi di Indonesia. Masalah sosial ekonomi yang menghimpit memaksa perubahan nilai-nilai moral yang merosot tajam dan menyebabkan pula wanita tidak memiliki hak mutlak atas keperawanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kecil, seorang wanita terpaksa memberikan keperawanannya pada pria yang berstatus 'pacar' hanya sekadar untuk membuktikan cintanya. Alasan lain mungkin dapat dikatakan karena wanita hanya seorang manusia biasa yang memiliki hasrat seksual layaknya seorang pria. Namun terlepas dari itu semua, seringkali bujuk rayu pria menjadi senjata ampuh untuk menyerahkannya. Contoh lainnya, PSK atau pekerja seks komersial, yang akibat tuntutan ekonomi terpaksa menjual dirinya, hingga pada kasus Syeikh Puji dimana seorang gadis kecil yang merelakan keperawanannya diambil oleh pria tua dengan persetujuan orang tua. Bukankah itu berarti bahwa keperawanannya tidak mutlak miliknya seorang? Hal ini diperparah lagi dengan lahirnya Undang-undang Pornografi, produk teranyar dari para wakil rakyat yang konon mengatas-namakan perlindungan terhadap moral bangsa. Ini berarti, praktek ketidakmampuan wanita untuk memiliki hak milik mutlak atas tubuhnya telah masuk dalam lingkup peraturan negara. Sebuah bukti bahwa, saat ini tubuh wanita dan masalah keperawanan yang termasuk di dalamnya merupakan bagian dan urusan dari negara. Begitulah fenomena yang kini tengah dihadapi, bukan lagi terbatas pada menjaga keperawanan namun hak milik daripada keperawanan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya permasalahan demikian disebabkan oleh ulah wanita sendiri, disamping gerusan arus globalisasi. Para wanita cenderung meniru gaya para wanita barat yang menganggap perawan atau tidak bukanlah sesuatu yang penting, sedangkan tidak dapat dipungkiri sebagai bangsa timur keperawanan masih dianggap penting. Semua ini kembali pada nurani setiap individu. Bagi beberapa wanita, perawan merupakan hal yang mahal dan penting untuk menghargai dirinya kelak di depan pria yang akan menjadi suaminya. Di sisi lain ada kelompok wanita yang menganggap perawan bukanlah tolak ukur kebaikan seorang wanita. Seks pranikah merupakan hal yang biasa bagi kelompok ini. Masalah menjaga keperawanan sepenuhnya menyangkut masalah harga diri seseorang, nurani dan pertanggungjawabannya sebagai manusia Hindu kepada Tuhan. Tentunya, hukum karma akan menjadi penentu yang paling adil bagi tiap individu dalam memilih kelompok mana yang mewakilinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dikaitkan dengan ajaran agama Hindu maka tentunya Hindu mengajarkan empat tahapan hidup yang biasa disebut Catur Asrama. Catur Asrama terdiri dari Brahmacari, Grahasta, Wanaprasta dan Bhiksuka. Tindakan apapun yang melatar belakangi, entah untuk tujuan ekonomi maupun sosial, apabila memberikan keperawanan sebelum memasuki masa Grahasta, dalam tahapan catur asrama, merupakan perbuatan dosa. Dalam adat istiadat budaya Bali, dalam upacara pawiwahan atau pernikahan, kedua pengantin menjalani prosesi yang ditujukan pada leluhur dan Tuhan untuk seorang perjaka dan perawan memasuki tahapan Grahasta. Saat upacara pawiwahan, banten-banten sajen digunakan sebagai media untuk mendoakan kedua mempelai, namun apabila ternyata kedua mempelai bukanlah seorang perawan atau perjaka maka ini sudah menjadi bagian dari pertanggungjawaban kepada Tuhan. Singkat kata, sajen dan pawiwahan pun hanya menjadi hiasan formalitas pernikahan, kehilangan fungsinya akibat gerusan perbuatan muda-mudi masa kini yang gila globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah solusi bagi masalah yang berhubungan dengan hati nurani merupakan hal yang sulit karena solusi untuk masalah ini pun menjadi relatif, tergantung dari tiap pribadi akan melihat masalah ini dari sudut pandang seperti apa. Akan tetapi, solusi yang perlu disosialisasikan untuk para wanita Hindu pada khususnya adalah meningkatkan pemahaman akan makna Grahasta dan pawiwahan dalam Hindu untuk lebih menyadari bentuk pertanggungjawaban sebagai wanita dihadapan Tuhan kelak. Selain itu, dalam lingkup pergaulan sosial, wanita harus memiliki prinsip dan keberanian untuk menghormati dirinya sendiri sebagai wanita serta menyadari bahwa sesungguhnya tubuh dan keperawanan adalah satu paket mutlak bagian dari hak asasi wanita itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Dewika Angganingrum&lt;br /&gt;Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Indonesia&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-6655407844845277294?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/6655407844845277294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=6655407844845277294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6655407844845277294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6655407844845277294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/virginitas-masihkah-menjadi-hak-milik.html' title='Virginitas, Masihkah Menjadi Hak Milik Pribadi Wanita?'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7581920478402495055</id><published>2009-02-19T00:22:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T00:42:06.267-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Ada Apa Sih Dengan Virgin?</title><content type='html'>Sebelum kita membahas lebih tentang virgin, mari kita telaah arti dari virgin. Menurut arti dari kamus Bahasa Inggris, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;virgin is a person who has never had sexual intercourse&lt;/span&gt;. Menurut kamus Bahasa Indonesia, nggak ada sih artinya virgin, tapi yang ada perawan: gadis yang belum menikah. Sedangkan menurut kamus bioskop, virgin itu judul film. Nah, lho! (btw, bukan promosi lagi).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang virgin, pada umumnya kata ini lebih diartikan dengan kesucian seorang cewek. Cewek yang memiliki keutuhan selaput dara, itulah yang dinamakan virgin. Tetapi apakah virgin hanya ditujukan kepada keutuhan selaput dara? Menurut penulis, selama seseorang belum pernah melakukan hubungan seksual, itulah yang disebut dengan virgin. Tetapi bukan berarti kita menilai bahwa robeknya selaput dara berarti tidak virgin, kan? Ada suatu peristiwa yang mungkin menyebabkan selaput dara seorang cewek robek, mungkin karena kecelakaan (tapi bukan MBA, married by accident) atau pernah jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan cowok? Cowok memiliki istilah virgin juga walaupun tidak seterkenal pada cewek. Istilah untuk cowok biasanya perjaka. Apabila cowok pernah melakukan hubungan seksual maka ia dapat dikategorikan tidak virgin lagi. Memang, kategori cowok yang tidak virgin, tidak dapat kita lihat seperti layaknya cewek. Tetapi bukan berarti dengan alasan tersebut, hubungan seksual dengan semaunya dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Jagalah kevirginan itu baik pada cewek maupun cowok dan berikan kepada orang yang berhak mendapatkannya (suami/isteri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu fenomena yang pernah terjadi di kota Indramayu. Sepasang kekasih yang masih duduk di bangku SMA, melakukan adegan layaknya sepasang suami isteri. Peristiwa tersebut terbongkar setelah rekaman HP tercium oleh pihak yang berwajib. Begitu mudahkah memberikan kevirginan kepada seseorang yang sama sekali belum ada ikatan? Bagaimana dengan moral bangsa kelak jika generasi mudanya, yang seharusnya pada masa tersebut sedang asyik-asyiknya belajar, malah melakukan sesuatu yang belum layak dilakukan? Apakah pemahaman tentang agama rang? Lalu, siapakah yang pantas disalahkan? Apakah pemerintah, yang mungkin kurang pat menanggapi fenomena ini, lingkungan sekitar, yang kurang mendukung, atau dirinya sendiri? Pada dasarnya, agama telah mengajarkan untuk tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah. Pemerintah pun telah banyak sekali mencanangkan program untuk mengurangi seks bebas, misalnya dengan mengadakan pendidikan tentang seks atau memberikan penyuluhan tentang akibat serta pengaruh yang didapatkan karena hubungan seks di luar nikah. Sesungguhnya, inti permasalahan terdapat pada kemauan diri kita sendiri untuk menjaga kevirginan kita dan tekad kuat untuk memberikan itu kepada orang yang berhak mendapatkannya, yaitu pasangan kita kelak (suami/isteri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menganugerahkan alat reproduksi kepada umatnya untuk dapat meneruskan keturunan, kemudian membentuk keluarga yang bahagia sehingga dapat menciptakan generasi muda yang mampu menata dunia lebih baik dari generasi sebelumnya. Jagalah badanmu, laksanakan amanat-Nya, dan dapatkan yang terbaik dari-Nya. Jagalah kevirginan kita sampai menikah karena pasangan kita kelak yang berhak mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Ni Putu Ayu Purnamasari&lt;br /&gt;Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7581920478402495055?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7581920478402495055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7581920478402495055' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7581920478402495055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7581920478402495055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/ada-apa-sih-dengan-virgin.html' title='Ada Apa Sih Dengan Virgin?'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7900964143552741323</id><published>2009-02-19T00:17:00.001-08:00</published><updated>2009-02-19T00:43:24.634-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>UU Pornografi, Sejarah Duka Bangsa</title><content type='html'>Sebagian orang mungkin berpendapat kalau judul di atas aneh. Bukannya bagus jika UU yang bertujuan memberangus pornografi disahkan? Mengapa ada yang menolak? Mengapa PHDI dan beberapa ormas Hindu seperti KMHDI dan Peradah ikut mengecam disahkannya RUU ini? Mengapa RUU Pornografi, yang sekarang telah menjadi UU, menjadi sejarah duka bagi bangsa?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan utama penolakan ini berupa kemungkinan terjadinya multitafsir terhadap definisi pornografi. Apa yang menjadi batasan sesuatu dianggap porno atau tidak dan landasan moral siapa yang dipakai? Hal ini menjadi pertanyaan besar yang sangat susah dijawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin menyamakan arti pornografi di Indonesia tentu sangat susah dan cenderung memaksakan penerapan sudut pandang kalangan tertentu, yang nantinya akan dipakai. Contoh, bagi orang Papua bertelanjang dada bagi pria dan wanita merupakan hal yang wajar dan tidak menimbulkan rangsangan seksual. Namun bagi orang Islam yang menggunakan kerudung dan cadar dalam kesehariannya tentu hal itu dianggap haram. Rangsangan seksual bagi setiap kelompok orang, yang dianggap pornografi dalam UU ini, tentu sangat beragam di penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ribuan nilai-nilai lokal yang terbentang dari Sabang sampai Merauke yang tidak bisa disamakan dalam mendefinisikan pornografi. Sama halnya jika kita mengumpulkan 10 pria yang berasal dari komunitas yang berbeda dan satu orang wanita. Kita meminta para pria memberikan penilaian terhadap kecantikan wanita tersebut dalam range 0-10. Saya berani menjamin nilai yang diberikan akan berbeda. Konotasi tingkat kecantikan seorang wanita bagi pria tentu sangat subjektif sama halnya dengan pornografi bagi seluruh masyarakat Indonesia yang heterogen dan multikultur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14 undang-undang yang disahkan ini memang menerapkan dispensasi terhadap nilai-nilai seni, budaya, adat istiadat, dan ritual tradisional. Namun jika kita melihat lebih dalam, sama saja UU ini mendeskripsikan bahwa nilai-nilai adi luhung bangsa tersebut mengandung aspek pornografi, tetapi mendapat dispensasi, tentunya dengan pertimbangan  ingin membuat jalan tengah agar meminimalkan pihak-pihak yang kontra terhadap UU ini. Jika boleh berkata sedikit kasar, sungguhlah sangat kurang ajar UU yang baru muncul ini terhadap warisan budaya dari para nenek moyang kita.&lt;br /&gt;Alasan penolakan selanjutnya berangkat dari alasan yang pertama yakni terjadinya kesulitan pembuktian secara pidana terhadap UU ini, banyaknya pasal karet dan potensi timbulnya polisi-polisi moral yang berhak mendeskripsikan pelanggaran. Polisi-polisi moral ini tersirat dalam pasal 21 dan 22 UU Pornografi yang mengatur peran masyarakat dalam melaporkan pelanggaran, melakukan gugatan terhadap pelanggaran tersebut, melakukan sosialisasi UU dan pembinaan terhadap potensi pelanggaran. Hal ini yang menjadi bahaya laten penggunaan nilai rasa tertentu dalam mendiskripsikan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain masalah aseptabilitas politik dan legislasi terhadap keberagaman aspirasi masyarakat, perlu dilihat pula seberapa jauh kesadaran para perumus undang-undang akan resiko pengesahaan UU yang masih menjadi sebuah polemik di dalam masyarakat kita. Potensi disintegrasi bangsa pun menjadi konsekuensi jika terjadi pemaksaan penerapan UU yang abnormal ini. Suara kontra dalam masyarakat belum usai namun seakan-akan pansus DPR memaksakan untuk sahnya UU ini. Pertanyaan besar muncul, apakah DPR benar-benar mempertimbangkan aspirasi seluruh rakyat atau hanya mendengar aspirasi dari golongan tertentu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan keras dari beberapa daerah, seperti Bali, Sulawesi Utara, Yogyakarta, Papua, dan Nusa Tenggara Timur, tidak menyurutkan aksi para anggota pansus RUU Pornografi untuk meloloskannya menjadi UU. Padahal UU No 10 tahun 2004 menyatakan bahwa prinsip pembuatan undang-undang harus memuat unsur kenusantaraan. Jelas sekali UU ini sudah mengabaikan unsur-unsur keberagaman yang secara konten ditolak dalam beberapa pasal-pasal yang ada di UU Pornografi. Seharusnya para perumus UU Pornografi tidak menganggap remeh reaksi penolakan dari beberapa daerah dan elemen masyarakat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika mayoritas-minoritas juga tidak tepat digunakan di sini, dan hal inilah yang terjadi dalam pengesahan UU Pornografi pada sidang paripurna (30/10). Saat itu terjadi walk-out oleh seluruh wakil FPDIP dan FPDS serta 2 anggota FPG dari Bali, yang jika dihitung jumlahnya mencapai 20% dari keseluruhan fraksi yang hadir dan angka itu mewakili sekitar 46 juta jiwa penduduk Indonesia. Sungguh suatu angka yang fantastis. Namun UU, yang sekali lagi saya sebut abnormal ini, tetap disahkan hari itu juga. Sungguh sebuah penyesalan mendalam dari penulis karena asas musyawarah yang sering kita dengungkan sudah tidak digunakan justru oleh para wakil rakyat kita.&lt;br /&gt;Logika mayoritas-minoritas inilah yang menjadi dasar pemikiran mengapa beberapa elemen Hindu menolak keras pengesahan UU Pornografi. Penolakan ini bukan berarti ajaran Hindu melegalkan segala bentuk konsumsi pornografi, melainkan karena nilai rasa yang dipakai dalam UU ini susah ditentukan. Apakah nilai rasa mayoritas yang harus diterapkan? Alasan lainnya adalah ada beberapa nilai-nilai Hindu yang memungkinkan didefinisikan porno seperti Lingga Yoni, Kitab Kamasutra dan Kitab Sarasamuscaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kondisi ini alangkah baiknya pemerintah lebih berhati-hati dalam membuat sebuah undang-undang, apalagi yang menyangkut privasi seseorang. Ada banyak alternatif yang bisa dilakukan untuk menekan efek penyebaran hal-hal yang berkaitan dengan pornografi semisal memperketat UU penyiaran karena dari media ini pornografi dapat menyebar luar ke semua kalangan, UU perlindungan wanita dan anak-anak karena mereka yang paling mungkin menjadi objek pelecehan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;I Putu Wisnu Merthayoga&lt;br /&gt;Presidium KMHDI 2008/2010&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7900964143552741323?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7900964143552741323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7900964143552741323' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7900964143552741323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7900964143552741323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/uu-pornografi-sejarah-duka-bangsa.html' title='UU Pornografi, Sejarah Duka Bangsa'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-624494519936792012</id><published>2009-02-19T00:14:00.001-08:00</published><updated>2009-02-19T00:17:26.932-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>Pranayama</title><content type='html'>Pranayama memainkan peranan yang sangat penting dalam raja yoga. Tidak ada definisi yang tepat untuk Prana. Prana tidak berarti “nafas” atau “pikiran”. Beberapa orang mengatakan bahwa prana artinya aliran hidup (vital current) dalam tubuh. Ayama artinya menahan (restraint). Jadi pranayama artinya menahan aliran kehidupan dalam badan. Beberapa orang mendefinisikan pranayama sebagai penghubung antara kesadaran absolut pikiran dan badan. Hubungan intim yang ada antara prana, pikiran dan nafas digunakan dalam berbagai aliran yoga. Beberapa bagian dari Raja Yoga, Chitta Vritti, atau getaran-getaran mental dikendalikan oleh kekuatan kehendak (will power), dan prana secara tidak langsung berada di bawah kendali pikiran.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah nafas dan prana adalah satu dan sama?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Nafas bukan prana tetapi para Maharesi telah menemukan satu hubungan langsung antara keduanya. Maharsi Patanjali mengata-kan dalam Yoga Sutra, “Pengaturan kendali nafas atau kendali Prana adalah penghentian penarikan atau pengeluaran nafas”. Dalam Bhagawad Gita dijelaskan tentang Pranayama dengan cara yang sangat rinci. Beberapa orang menawarkan Prana (nafas keluar) dalam apana (nafas masuk) dan Apana dalam Prana, menahan jalan Prana dan Apana diserap dalam Pranayama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Latihan pranayama yang sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dengan mengendalikan gerakan organ jantung dan pernafasan, kita secara tidak langsung mengendalikan Prana yang bergetar di dalam diri kita semua. Beberapa orang mempraktekkan satu jenis Pranayama yang disebut Purakha (menghirup nafas). Beberapa orang lagi mempraktekkan Pranayama yang disebut Rechaka (mengeluarkan nafas). Beberapa orang mempraktekkan Kumbhaka, dimana nafas ditahan di dalam tubuh. Umumnya praktek pranayama merupakan gabungan dari Purakha, Recakha dan Kumbakha. Ada beberapa jenis Pranayama. Secara mendasar mereka dibagi menjadi Adhama, Madhyama dan  Uttama. Pembagian ini didasarkan atas perbedaan waktu dalam periode Purakha. Rasio atau perbandingan waktu antara Purakha, Kumbakha dan Recakha dalam ketiga metode ini adalah 1:4:2. Sagarbha Pranayama adalah pranayama yang dilakukan bersama dengan pengucapan Japa mantra seperti Gayatri atau Pranawa (AUM). Kriya Yoga adalah metode Pranayama yang terbaik yang diajarkan oleh orang-orang suci Hindu. Bernafas secara ritmik adalah keseimbangan tindakan antara tahapan Purakha, Kumbakha dan Rechaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah latihan nafas dalam-dalam merupakan bentuk dari Pranayama?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Latihan bernafas dalam-dalam bukan merupakan Pranayama. Latihan-latihan semacam itu dapat dilakukan oleh siapa saja di setiap waktu. Pranayama hendaklah dilakukan dengan bimbingan seorang guru yang ahli. Pranayama hendaknya tidak dilakukan dengan membaca buku atau dengan mendengar penjelasan (narasi). Tubuh harus dikondisikan untuk menerima kekuatan yang ditimbulkan di dalamnya untuk mengendalikan Prana. Kontrol makanan yang tepat juga perlu untuk mencapai hasil yang baik. Biasanya Pranayama dipraktekkan oleh pemula engan duduk dalam posisi Padmasana (Bunga teratai, bunga Padama). Ini juga dapat dipraktekkan dalam posisi Shawasana (posisi tubuh orang mati).(tan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-624494519936792012?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/624494519936792012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=624494519936792012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/624494519936792012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/624494519936792012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/pranayama.html' title='Pranayama'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-2260618116926517978</id><published>2009-02-18T23:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T00:07:41.606-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Cita-Cita dan Ketekunan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0SapD6PtI/AAAAAAAAANE/lwTikeqEqbs/s1600-h/-s0+swEeEeEt..%21%21024.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0SapD6PtI/AAAAAAAAANE/lwTikeqEqbs/s320/-s0+swEeEeEt..%21%21024.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304416185020464850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika kamu tidak bisa mendapat apa yang kamu suka, maka sukailah apa yang kamu dapat. Hal ini dipahami betul oleh Ni Wayan Miranti Pusparini, profil Wiweka bulan ini. Cewek yang akrab disapa Ranti ini mengaku sempat mengalami kebimbangan saat memutuskan jalur pendidikannya. Maklum saja, hal itu akan menentukan masa depannya dan itu menurutnya adalah pertimbangan yang berat. Jujur, ketua UKKH Universitas Surabaya ini mengaku bahwa jurusan Akuntansi yang ditekuninya saat ini bukanlah pilihan utamanya. Namun, ketimbang banting setir, Ranti lebih memilih menekuni bidangnya tersebut. Hasilnya, sekarang ia sudah bisa menikmati kuliahnya, bahkan punya cita-cita luhur saat sudah lulus nanti.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, itu memang salah satu sikap Ranti. Menurutnya, penting untuk memiliki target, namun saat target tersebut tidak tercapai, tetaplah lakukan yang terbaik. Pasti akan ada jalan lagi. Ini ia buktikan setelah ia menjalani kuliahnya dengan serius. Apakah ia pernah merasa tidak nyaman? “Awalnya memang iya. Tapi, aku bersyukur karena aku termasuk pribadi yang gampang bersosialisasi dan tidak susah membaur dengan rekan lain.”, sahutnya. Lambat laun, ia pun mantap menjalani kuliah. Sampai akhirnya, di sinilah dia menemukan cita-citanya. “Aku ingin menjadi akuntan publik.”, kata gadis kelahiran Mataram ini. Ia mulai mengagumi profesi itu semenjak kunjungannya ke Jakarta dalam event studi banding oleh kampusnya beberapa waktu lalu. Dari situ, ia bertekad akan menjalani profesi itu sebaik-baiknya kelak. IPK di atas 3.00 pun dipatok sebagai target pribadinya menjalani kuliah. Jadi jelas, baginya kuliah adalah prioritas utama sekaligus investasi jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan keburu salah menilai. Walaupun menjadikan kuliah sebagai prioritas tertinggi, tidak berarti Ranti alergi dengan yang namanya organisasi. Tidak tanggung-tanggung, saat ini dia bahkan sedang menjabat sebagai ketua UKKH Ubaya periode 2008/2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, mahasiswa yang baik harus bisa menyelaraskan antara kuliah dengan kegiatan di luar. Katanya, “Tidak usah berlebihan sampai mengganggu tugas utama, namun tidak juga berarti nol alias tidak ada sama sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ranti, ini adalah periode keduanya terpilih sebagai pengurus inti UKKH Ubaya. Pada periode sebelumnya, ia sudah pernah menempati pos bendahara. Lantas kenapa ia mau terpilih lagi, bahkan menempati kursi ketua? Selain keinginan untuk menyumbang sesuatu bagi UKKH, ini juga dimaksudkan agar angkatan baru, yaitu 2007 dan 2008, dapat “bernafas” sejenak sebelum terjun menempati pengurus inti di UKKH. Alhasil, ia kemudian didaulat oleh rekan-rekannya saat pemilihan ketua di bulan Juni 2008 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menduduki posisi ketua selama hampir satu semester, ia mengaku hambatan terbesarnya adalah sedikitnya anggota yang aktif. Maklum saja, jumlah mahasiswa baru Hindu Ubaya memang mengalami penurunan. Itu belum ditambah dengan susahnya mengumpulkan semua anggota saat ada suatu kegiatan. Sungguh suatu masalah klasik yang hampir terjadi di setiap organisasi. Untuk mengatasinya, Ranti tidak kekurangan akal. Ia pun membuat program-program kerja yang sekiranya dapat menjaring atensi anggota. Contohnya Tirta Yatra ke daerah-daerah seperti Yogyakarta dan Semarang ataupun kegiatan Upanayana yang dilangsungkan di Bongso Wetan dan Bongso Kulon saat melantik anggota baru UKKH Ubaya lalu. Bersyukurlah ia karena kegiatan-kegiatan itu cukup sukses. Apalagi dukungan dari pihak kampus setia mengalir. Ranti pun optimis ia bersama UKKH Ubaya dapat melaksanakan program kerja yang lebih besar lagi, yaitu seminar umum se-Surabaya. Semoga terlaksana!(mei)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Virginitas dan Harga Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ditanya mengenai arti virginitas, Ranti mencoba bersikap diplomatis. Ia berpendapat bahwa virginitas lebih kepada pikiran kita. “Suatu hubungan yang menimbulkan kondisi di mana kita merasa bersalah adalah ambang batas virginitas kita.”, jelas Ranti. Setiap orang tentu memiliki pemahaman yang berbeda. Yang jelas, menurutnya virginitas itu wajib dijaga karena hal itu terkait dengan harga diri dan kepercayaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait masalah virginitas yang seolah makin terlupakan, ia melihatnya sebagai akibat dari kurang kuatnya norma-norma yang ada dalam mengontrol perilaku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0SaCEJmkI/AAAAAAAAAM8/8ipVLnpgMjw/s1600-h/Potopoto010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0SaCEJmkI/AAAAAAAAAM8/8ipVLnpgMjw/s320/Potopoto010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304416174552488514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penangkal, Ranti coba menawarkan solusi. “Seminar-seminar mengenai virginitas maupun kewanitaan mesti digalakkan. Hal ini bertujuan memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat, utamanya generasi muda.”, ucapnya serius. Tambahan lagi, ia juga menyinggung masalah pendidikan seks, baik formal maupun informal, yang selama ini terkesan kurang digarap dengan baik.(mei)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biodata&lt;br /&gt;Nama : Ni Wayan Miranti Pusparini&lt;br /&gt;Nama Panggilan : Ranti&lt;br /&gt;TTL : Mataram, 22 Agustus 1986&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan :&lt;br /&gt;- TK Don Boscho Cakranegara&lt;br /&gt;- SDN Inti 1 Palu&lt;br /&gt;- SDK Aletheia Ampenan&lt;br /&gt;- SMPN 2 Mataram&lt;br /&gt;- SMAN 1 Mataram&lt;br /&gt;- Akuntansi Ubaya&lt;br /&gt;Pengalaman Organisasi :&lt;br /&gt;- Bendahara UKKH Ubaya 2007/2099&lt;br /&gt;- Ketua UKKH Ubaya 2008/2009&lt;br /&gt;Hobi : Nonton, tidur, dan jalan-jalan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-2260618116926517978?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/2260618116926517978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=2260618116926517978' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2260618116926517978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2260618116926517978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/cita-cita-dan-ketekunan.html' title='Cita-Cita dan Ketekunan'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0SapD6PtI/AAAAAAAAANE/lwTikeqEqbs/s72-c/-s0+swEeEeEt..%21%21024.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7985510647842305904</id><published>2009-02-18T23:14:00.001-08:00</published><updated>2009-02-18T23:45:18.123-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polling'/><title type='text'>Batasan Virginitas</title><content type='html'>Suatu hari, Putu, yang sudah lama tidak bertemu Wayan Tukik, mengobrol dengan sobatnya itu. Saat membicarakan istri Wayan, Putu kaget karena ternyata dia sudah hamil 4 bulan. Padahal pernikahan mereka baru berlangsung selama 1,5 bulan. Ditanya begitu, Wayan hanya tersenyum dan berkata bahwa wajar kalau sekarang mau nikah, calon istri harus di-DP dulu, biar tidak rugi. Pikir Putu, dunia memang aneh, memang mencari istri seperti beli barang, pakai di DP dulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak di antara kita mendengar hal seperti itu dalam pergaulan di masyarakat. Memang benar-benar aneh. Mungkin ini yang namanya zaman kaliyuga, di saat nilai kesakralan dan keluhuran virginitas mulai terkikis. Bagaimana tanggapan mahasiswa Hindu di Surabaya dan Jember mengenai virginitas ini? Berikut hasil polling yang dilakukan oleh Buletin Wiweka.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0LdaswOoI/AAAAAAAAAM0/OXhcSRSYJKs/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 233px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0LdaswOoI/AAAAAAAAAM0/OXhcSRSYJKs/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304408536123456130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di saat nilai-nilai di masyarakat mulai mengalami degradasi, virginitas masih merupakan pertimbangan bagi seseorang untuk mencari pasangan. Terlihat 68% responden menyatakan virginitas merupakan salah satu pertimbangan dalam mencari pasangan. Berbagai alasan muncul untuk menguatkan pilihan ini, antara lain yang dikemukakan oleh A.A. Lanang Oka. Lanang mengatakan virginitas menjadi pertimbangan karena itu merupakan syarat untuk menilai seorang gadis itu santun atau tidak. “Namun bila kita mencintai seseorang dengan tulus virginitas bisa saja tidak dihiraukan.”, imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan dari responden yang tidak menjadikan virginitas sebagai pertimbangan antara lain dikemukakan oleh Putra Sanjaya. “Jika hanya memasang sebatas virginitas, zaman sekarang sangat sulit untuk memastikan. Yang penting setia dan pengertian.”, katanya.&lt;br /&gt;Sebanyak 90% responden perempuan menjadikan virginitas sebuah pertimbangan dalam mencari pasangan. Namun, sangat sulit bagi seorang perempuan untuk mengetahui pasangannya masih virgin atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0J0Ko76pI/AAAAAAAAAMs/vi--LW5RzmE/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0J0Ko76pI/AAAAAAAAAMs/vi--LW5RzmE/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304406727926213266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan 56% responden laki-laki yang menjadikan virginitas sebuah pertimbangan untuk mencari pasangan dan hanya 29% responden laki-laki yang yang tidak menjadikan virginitas sebuah pertimbangan. Mungkin responden laki-laki lebih mementingkan kesetiaan, pengertian dan lebih memandang ke masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika responden ditanya apakah akan masih meneruskan hubungan jika mengetahui pasangan sudah tidak virgin lagi, 54% menyatakan akan tetap menjalin hubungan walaupun mengetahui pasangannya sudah tidak virgin lagi. Beberapa alasan yang muncul antara lain seperti dikemukakan oleh Sonia dari Jurusan Kedokteran Universitas Jember. “Ya gimana lagi kalau sudah terlanjur cinta. Cinta itu bisa menerima orang apa adanya, gak peduli dia virgin atau tidak. Love is blind.”, terangnya.&lt;br /&gt;Kelompok yang memilih akan memutuskan pasangan jika ketahuan tidak virgin, beralasan bahwa hatinya tidak mengijinkan, seperti kata I Nyoman B.W., mahasiswa Stikom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0J0PAfqyI/AAAAAAAAAMk/WWvq-OJWogM/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 208px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0J0PAfqyI/AAAAAAAAAMk/WWvq-OJWogM/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304406729098767138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Batasan virginitas bagi sebagian besar responden, 76%, adalah having sex, dilanjutkan dengan masturbating, 12%. Namun, menurut Dewa Ayu S., yang saat ini menempuh pendidikan di Teknik Industri UWM, saat seseorang sudah pernah kissing, saat itu pula seseorang kehilangan virginitasnya. Terkesan ekstrem sekali tapi itulah pilihan dan batasan yang diambil Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0JzxL5csI/AAAAAAAAAMc/QN8aMJe4d4Y/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 197px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0JzxL5csI/AAAAAAAAAMc/QN8aMJe4d4Y/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304406721093530306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejumlah 39% responden mengatakan generasi muda sudah tidak  mempedulikan yang namanya virginitas. Hanya 36% persen yang mengatakan generasi muda masih memedulikan yang namanya virginitas. Penyebab utama degradasi ini adalah akibat efek pergaulan, 43%, kemudian pengaruh budaya dari luar, 22%. Memang ada benarnya bahwa karakter kita, selain dibentuk oleh keluarga, juga dibentuk oleh pergaulan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0Jzzy63ZI/AAAAAAAAAMM/CYBiO1A60_s/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0Jzzy63ZI/AAAAAAAAAMM/CYBiO1A60_s/s320/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304406721794071954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut responden yang paling diperlukan oleh generasi muda dalam mempertahankan virginitasnya adalah pendidikan seks yang benar, 36%. Seperti diungkapkan oleh Ni Luh Mardianayanti dari Analis Kesehatan Poltekes Depkes Surabaya dan NYK dari Farmasi Unair. Undang-undang ternyata hanya didukung oleh 4% responden. Jadi menurut responden Undang-Undang Pornografi yang disahkan belum lama ini ternyata tidak begitu efektif untuk mempertahankan virginitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0JzxH3MQI/AAAAAAAAAMU/wy7cyRCermk/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 232px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0JzxH3MQI/AAAAAAAAAMU/wy7cyRCermk/s320/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304406721076605186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Masih banyak cara lain untuk mempertahankan virginitas, antara lain diungkapkan oleh I Nyoman Jana Prima Utama, mahasiswa Kedokteran UWKS. Menurutnya yang paling penting adalah kesadaran diri dan moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikit gambaran tentang virginitas di kalangan mahasiswa Hindu di Jember dan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep healthy relationship.(lis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Polling : Kluster Random Sampling&lt;br /&gt;Margin Error : 5%&lt;br /&gt;Jumlah Responden : 30 orang&lt;br /&gt;Waktu Survey : November 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7985510647842305904?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7985510647842305904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7985510647842305904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7985510647842305904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7985510647842305904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/batasan-virginitas.html' title='Batasan Virginitas'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZ0LdaswOoI/AAAAAAAAAM0/OXhcSRSYJKs/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-8536981375667744719</id><published>2009-02-18T01:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T01:32:29.419-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Perjalanan Religius di Malang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvU6H0BWVI/AAAAAAAAAL8/Zvh-YQwXN0Y/s1600-h/IMG_9227.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvU6H0BWVI/AAAAAAAAAL8/Zvh-YQwXN0Y/s320/IMG_9227.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304067081153632594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malang memang sudah menjadi semacam destinasi favorit bagi umat Hindu dalam ajang pendekatan diri kepada Tuhan. Tidak terkecuali bagi sekelompok mahasiswa Hindu yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Kerohanian Hindu Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UKM BKH UWKS). Terbukti, dalam tahun 2008 saja, sudah dua kali mereka mengadakan kunjungan religi ke beberapa tempat suci di Malang. Setelah sukses dengan Tirta Gemana di bulan April lalu, UKM BKH UWKS kembali menggelar acara serupa pada 6-7 Desember 2008.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keakraban dan kebersamaan kembali menjadi pemandangan yang tersaji dari rombongan mahasiswa Hindu tersebut. Tidak kurang dari 124 anggota, plus seorang dosen pembimbing, Ketut Yulia Agustini, mengikuti acara ini. Angka tersebut cukup menggambarkan suasana  kekeluargaan yang dibangun oleh UKM BKH UWKS. Apalagi jumlah tersebut datang dari berbagai angkatan, mulai dari 2006-2008, ditambah beberapa senior angkatan atas. Jumlah ini saja sudah menunjukkan peningkatan dibanding acara sebelumnya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvU580Ih1I/AAAAAAAAAL0/8j5k6uRKqxA/s1600-h/13.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvU580Ih1I/AAAAAAAAAL0/8j5k6uRKqxA/s320/13.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304067078201313106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor yang menyebabkan acara bertajuk Tirta Gemana 2008 ini banyak diminati adalah lokasinya yang menarik dan variatif. Tercatat ada tiga pura di daerah Malang dan sekitarnya yang dikunjungi. Pura-pura itu adalah Pura Indra Jaya, Pura Giri Arjuno, dan Pura Segara Amerta Jati, Bale Kambang. Ketiga pura tersebut dijelajahi dalam waktu dua hari sehingga alokasi waktu di masing-masing pura pun menjadi cukup banyak. Untuk beristirahat di sela-sela acara, rombongan UKM BKH UWKS memilih salah satu penginapan di Kota Batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvU5g3bChI/AAAAAAAAALs/l8BezBurt40/s1600-h/IMG_9042.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvU5g3bChI/AAAAAAAAALs/l8BezBurt40/s320/IMG_9042.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304067070698916370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persembahyangan tentu menjadi agenda wajib di acara yang digalang oleh Agung Manik Septiana Putra, ketua panitia Tirta Gemana. Selain itu, peserta juga diberi kebebasan untuk mengeksplorasi tempat-tempat tersebut. Interaksi dengan warga tidak lupa dilakukan oleh semeton UKM BKH UWKS ini. Seperti sudah menjadi tradisi, UKM BKH UWKS, diwakili oleh ketua umum, I Gede Sumantra, menyerahkan dana punia berupa peralatan upacara dan materi di setiap pura. Gede berharap pemberian tersebut dapat berguna bagi umat Hindu yang ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvU6ImIJYI/AAAAAAAAAME/THaLB7MPlM4/s1600-h/CIMG2907.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvU6ImIJYI/AAAAAAAAAME/THaLB7MPlM4/s320/CIMG2907.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304067081363793282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lancarnya kegiatan ini sangat disyukuri oleh Gede. “Kegiatan ini berjalan memuaskan. Medan menuju pura cukup sulit namun syukur semuanya berjalan lancar. Koordinasi panitia sangat baik dalam menyiapkan segalanya.”, katanya mengenai jalannya acara. Para peserta juga menyatakan kepuasannya. “Biayanya mahal. Jalan menuju ke pura juga susah. Tapi sepadan lah. Puas pokoknya.”, ucap Putu Cahya Budi Utama, salah seorang peserta.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-8536981375667744719?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/8536981375667744719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=8536981375667744719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8536981375667744719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8536981375667744719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/perjalanan-religius-di-malang.html' title='Perjalanan Religius di Malang'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvU6H0BWVI/AAAAAAAAAL8/Zvh-YQwXN0Y/s72-c/IMG_9227.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-454168436088577898</id><published>2009-02-18T00:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T00:56:51.860-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Aklamasi di Suksesi Swastika Taruna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvMLkp7osI/AAAAAAAAALk/qYyDX077-Cg/s1600-h/IMG_6861.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvMLkp7osI/AAAAAAAAALk/qYyDX077-Cg/s320/IMG_6861.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304057485349069506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Puas. Satu kata itu terlontar dari I Made Indra Wijaya ketika ditanya tentang perasaannya sesaat setelah meletakkan jabatannya sebagai ketua Swastika Taruna. Cowok yang akrab dipanggil Indro ini mengakhiri kiprahnya memimipin organisasi berbasis budaya itu pada Senin (8/12) yang lalu. Bertempat di Asrama Bali Tirta Gangga, acara bertajuk "Suksesi Swastika Taruna" itu menjadi akhir yang cukup memuaskan bagi Indro.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuaskan karena laporan pertanggung-jawabannya (LPJ) selama menjadi ketua setahun belakangan dapat diterima oleh anggota Swastika Taruna maupun perwakilan organisasi lain secara bulat. Dalam acara tersebut, beberapa organisasi lain memang hadir sebagai undangan, seperti UKKH dan KMHDI. Program kerja-program kerja yang dilaporkan adalah Bazar, Swastika Cup, Gebyar Swastika, dan kegiatan rutin seperti latihan baleganjur dan tari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvMLVt2E3I/AAAAAAAAALc/qOuMxKzVDiA/s1600-h/IMG_6845.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvMLVt2E3I/AAAAAAAAALc/qOuMxKzVDiA/s320/IMG_6845.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304057481338950514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, Indro menyebut bahwa kepengurusannya berjalan dengan cukup baik. Ini terbukti dari berjalannya kegiatan-kegiatan yang direncanakan. Dukungan dari segenap pengurus dan anggota Swastika Taruna beserta partisipasi UKKH diakuinya memudahkan kinerjanya. “Support dari UKKH dalam mengikuti acara sudah bagus. Namun support untuk terjun ke kepanitiaan ataupun kepengurusan masih kurang.”, tuturnya menyinggung partisipasi UKKH dalam organisasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan ketua baru, yang dilaksanakan setelah pembacaan LPJ, menyimpan cerita unik karena hanya seorang kandidat yang muncul. I Gusti Ngurah Jupa Adriyana dari ITS menjadi calon tunggal setelah UKKH lain tidak mengajukan perwakilan. Pemilihan pun tidak dilaksanakan dengan voting karena semua peserta langsung bermufakat menunjuk Jupa sebagai ketua baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvMLGSdEUI/AAAAAAAAALU/iqB8tDaI9Fo/s1600-h/IMG_6869.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvMLGSdEUI/AAAAAAAAALU/iqB8tDaI9Fo/s320/IMG_6869.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304057477197533506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pelantikan Jupa langsung dilaksanakan setelahnya. Serah terima jabatan dari Indro ke Jupa diresmikan dengan disaksikan semua peserta. Indro sempat pula menyampaikan harapannya. “Swastika Taruna harus lebih baik. Semoga muncul inovasi-inovasi agar UKKH semakin berperan aktif di organisasi ini.”, katanya kepada ketua baru, yang mungkin sudah cukup mewakili harapan semua angota lain pada salah satu organisasi pelajar dan mahasiswa ini.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-454168436088577898?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/454168436088577898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=454168436088577898' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/454168436088577898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/454168436088577898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/aklamasi-di-suksesi-swastika-taruna.html' title='Aklamasi di Suksesi Swastika Taruna'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvMLkp7osI/AAAAAAAAALk/qYyDX077-Cg/s72-c/IMG_6861.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-1605546226968729805</id><published>2009-02-18T00:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T00:36:59.317-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Pesona Madakaripura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvHNxqQJ4I/AAAAAAAAAK8/Z4cc6mJVOv0/s1600-h/Air+Terjun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvHNxqQJ4I/AAAAAAAAAK8/Z4cc6mJVOv0/s320/Air+Terjun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304052025641674626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mari bersantai sejenak untuk menikmati salah satu mahakarya indah Tuhan. Madakaripura, wisata air terjun yang terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menawarkan sejuta keindahan dan memberikan ribuan kenangan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit dari lautan pasir Bromo, Wiweka sampai di tempat wisata ini. Memasuki kawasan wisata ini, setiap pengunjung disambut oleh patung Gajah Mada sedang bersila menghadap pintu masuk. Rimbunan pepohonan dan suara aliran air menambah kekhasan kawasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan dari pintu masuk menuju air terjun hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Medan menuju air terjun memang agak sulit. Kita harus memasuki kawasan hutan lindung, melewati jalan setapak berbatu, mendaki bukit terjal dan menyeberangi sungai. Di hutan ini dapat kita jumpai kawanan monyet yang hidup bebas di atas pohon. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Pesona alam yang ditawarkan membuat 20 menit perjalanan menuju air terjun serasa amat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvHyxh-E_I/AAAAAAAAALE/lhRAktc86nA/s1600-h/Gajah+Mada.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvHyxh-E_I/AAAAAAAAALE/lhRAktc86nA/s320/Gajah+Mada.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304052661262095346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 20 menit, mulai tampak air terjun kecil yang melingkar. Kami seolah-olah berjalan di dalam sumur besar nan hijau. Airnya pun terus mengguyur orang-orang yang berjalan di bawahnya. Memang untuk berkunjung ke tempat ini, kami harus bersiap membawa baju lebih karena basah tak bisa dihindari. Untuk mencapai air terjun utama Wiweka harus merayap di sisi tebing dengan hati-hati, jika tidak akan tercebur pada air berkedalaman 5 meter di bawahnya. Setelah berhasil mencapai air terjun utama, Wiweka merasa sangat puas. Suguhan mahakarya Tuhan ini tak henti-hentinya membuat Wiweka takjub. Di segala sudut mata memandang, hanya keindahan yang tampak. Air terjun ini memang menyuguhkan pesona yang berbeda dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wisata kali ini Wiweka didampingi oleh Sudarsono, warga asli Probolinggo yang menjadi pemandu di kawasan ini. “Banyak orang yang datang ke air terjun ini, Selain berlibur juga untuk berdoa memohon sesuatu dan doanya sering terkabul.”, ceritanya. Menurutnya lagi, warga asli kawasan ini percaya bahwa Gajah Mada belum mati dan masih berada di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air terjun ini memang merupakan tempat bertapanya Patih Gajah Mada. Beberapa orang sempat melihat Gajah Mada menampakkan diri di sana. Percaya atau tidak pada cerita itu, Wiweka menyempatkan diri untuk mandi di bawah air terjun sambil berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvHy0IlXeI/AAAAAAAAALM/RRDmztFaO4I/s1600-h/jalan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 238px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvHy0IlXeI/AAAAAAAAALM/RRDmztFaO4I/s320/jalan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304052661960924642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Wiweka pun beranjak. Sedikit penat telah hilang dan kami siap kembali dengan realita di Surabaya. Wiweka berharap salah satu doa kami tadi terkabul, “Semoga kami dapat kembali menikmati pesona Madakaripura suatu hari nanti.” (tan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-1605546226968729805?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/1605546226968729805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=1605546226968729805' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1605546226968729805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1605546226968729805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/pesona-madakaripura.html' title='Pesona Madakaripura'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvHNxqQJ4I/AAAAAAAAAK8/Z4cc6mJVOv0/s72-c/Air+Terjun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-821354856087016493</id><published>2009-02-18T00:18:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T00:22:17.575-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Menjadi Pemimpin</title><content type='html'>Kita semua nantinya akan menjadi seorang pemimpin. Arti pemimpin di sini bukan hanya terbatas untuk memimpin suatu organisasi yang terdiri dari beratus bahkan beribu-ribu orang anggota. Dalam sebuah keluarga pun harus memiliki seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan ingat bahwa seorang pemimpin itu bukan dilahirkan tetapi dibentuk. Oleh karena itu jangan pernah berhenti mencoba. Cobalah terus, karena dalam percobaan yang baru, kawan-kawan akan mendapatkan sesuatu hal yang baru pula.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diri kita sudah terdapat kharisma yang ada sejak lahir. Namun sayangnya banyak orang yang tidak sadar kalau di dalam dirinya sudah tertanam kharisma pemimpin, yang belum terasah saja. Berikut ini saya kutipkan tips bagaimana cara mengembangkan kharisma kawan-kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;K&lt;/span&gt;eyakinan diri kawan-kawan sendiri itu sangat penting. Artinya dalam mengambil suatu keputusan, pekerjaan, dan lain sebagainya diperlukan sebuah keyakinan. Intinya kawan-kawan harus yakin terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H&lt;/span&gt;indari wajah muram. Wajah berseri-seri tentu lebih enak dipandang daripada wajah muram. Hal inilah yang kawan-kawan jauhi jika bertemu dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt;mbillah sebuah sikap yang tegas, jika diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;R&lt;/span&gt;isih dalam menyampaikan pendapat itu tabu. Kita harus berani menyampaikan pendapat kita. Tidak ada salahnya untuk menyampaikan pendapat Anda ke depan forum, namun kata-kata yang digunakan harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahpahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt;ngat selalu dengan orang lain. Hal yang paling mudah adalah mengingat namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;pontanitas itu juga penting. Kita sekali-kali juga perlu mengambil suatu tindakan yang spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;M&lt;/span&gt;antapkanlah diri Anda pada bakat Anda. Dengan memantapkan diri Anda pada bakat Anda, kharisma Anda akan mulai terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt;ndalkan inisiatif. Biasakan diri menjadi pelaksana. Dengan menjadi pelaksana langsung, Anda akan belajar untuk menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seorang pemimpin juga dapat dibentuk. Sikap dibentuk dengan cara bercermin pada sikap-sikap seseorang atau dengan mencontoh sikap positifnya. Berikut merupakan sikap para dewa yang tercantum pada Rama Asta Brata yang patut ditiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Indra Brata : berwibawa, sejuk dan memberi kesejahteraan kepada rakyat yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Yama Brata : adil, objektif, tidak terpengaruh pada hal apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Surya Brata : semangat, tidak membeda-bedakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Chandra Brata : damai, memberi pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Vhayu Brata : berada di tengah-tengah anggotanya, memberi kesegaran dan kesejukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Bumi Brata : sabar dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Baruna Brata : meiliki pengetahuan yang luas, bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Agni Brata : berani, tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ulasan di atas saya berharap kawan-kawan nantinya dapat menjadi seorang pemimpin yang karismatis, memiliki citra dan dapat bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;I.G.N. Putra Dharma Kusuma&lt;br /&gt;Sekretaris PC KMHDI Surabaya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-821354856087016493?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/821354856087016493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=821354856087016493' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/821354856087016493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/821354856087016493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/menjadi-pemimpin.html' title='Menjadi Pemimpin'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-4207765856766796693</id><published>2009-02-18T00:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T00:24:08.798-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>5 cm : The Inspiring Book</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvDlqql0VI/AAAAAAAAAK0/4evxQmkthmE/s1600-h/5cm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvDlqql0VI/AAAAAAAAAK0/4evxQmkthmE/s320/5cm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304048038034395474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : 5 cm&lt;br /&gt;Penulis : Donny Dhirgantoro&lt;br /&gt;Penerbit : PT Grasindo&lt;br /&gt;Cetakan : Kesebelas, Maret 2008&lt;br /&gt;Tebal : 381 halaman&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…yang bisa dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah mereka tinggal mempercayainya…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kalimat klise memang, apalagi untuk Anda yang tidak biasa bermimpi atau bahkan tidak berani untuk bermimpi. Tapi simpan dulu pendapat anda sampai anda selesai membaca novel karya Donny Dhirgantoro ini. Impian, cinta, dan kehidupan. Ketiganya dikemas dengan begitu cerdas, dengan bahasa yang sederhana dan ringan. Singkatnya, buku ini menunjukkan betapa besarnya kekuatan mimpi, misteri cinta, dan sejuta kejutan dalam kehidupan. Sang penulis tidak saja mempersembahkan buku yang menarik untuk dibaca, tapi juga sebuah buku yang secara implisit menunjukkan rasa cinta kepada bangsa ini, hal yang sudah sangat jarang ada dalam sebuah novel fiksi. Tidak heran buku ini tercatat sebagai salah satu best seller di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dimulai dari persahabatan antara lima manusia yang telah terjalin selama tujuh tahun. Sifat mereka yang begitu ajaib membuat mereka saling melengkapi satu sama lain. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama, melakukan hal-hal yang tidak biasa, hingga suatu saat kebosanan muncul di benak mereka. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan. Selama tiga bulan berpisah itulah terjadi petualangan baru yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya. Namun rasa kehilangan dan kerinduan tak bisa dihindari. Semua itu terbayarkan dengan pertemuan dalam sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan untuk membagikan seluruh kekayaan baru itu. Sebuah perjalanan yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita, dan cinta. Sebuah perjalanan yang telah mengubah mereka menjadi manusia sesungguhnya, bukan cuma seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama. Sebuah perjalanan yang saya yakin akan membekas di hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menarik di buku ini adalah penulis menyelipkan lirik lagu di sela-sela cerita untuk mendeskripsikan perasaan karakter atau kejadian yang sedang terjadi. Penyelipan lirik-lirik lagu tersebut merupakan siasat yang sungguh brilian. Cerita menjadi lebih hidup dan lebih menarik untuk dibaca. Namun saya tidak akan heran jika sebagian dari Anda merasa kebingungan dengan beberapa lirik lagu tersebut. Hal ini mungkin disebabkan oleh perbedaan generasi dan juga perbedaan selera musik antara penulis dan pembaca. Terlepas dari itu semua, saya yakin Anda tidak akan dapat melepaskan mata dan pikiran Anda dari buku ini. Kata demi kata, kalimat demi kalimat, halaman demi halaman hingga Anda selesai menelan dan mencerna semua yang ada pada buku ini dan ketika itu Anda akan menyadari betapa banyak hal baru yang Anda dapatkan, hanya dengan duduk dan membaca buku ini sampai lembar yang terakhir.(nyk)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-4207765856766796693?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/4207765856766796693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=4207765856766796693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4207765856766796693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4207765856766796693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/5-cm-inspiring-book.html' title='5 cm : The Inspiring Book'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SZvDlqql0VI/AAAAAAAAAK0/4evxQmkthmE/s72-c/5cm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-1299387476539022338</id><published>2009-02-17T23:54:00.001-08:00</published><updated>2009-02-18T00:04:07.457-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMS Publik'/><title type='text'>SMS PUBLIK</title><content type='html'>Tema Edisi Ini:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Makan daging sapi, no problem atau dosa besar?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ak pkir, itu tgantung dr apa yg kita yakini.bila kta yakin itu mrpakan dosa,mka msti dhndri,betapapun sulitnya itu.ak mykini bla m'knsmsi dging spi m'pkn dsa bsr&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sudirga - Unud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;08179732xxx&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya,makan daging sapi itu problem jika kebnyakan,tp jg tidak dosa bsar jika tidak ada dging yang lain.pd intinya makan/tidak makan dging sapi yg pnting sehat.krena it yg menjd tujuan utama.dngan keadaan sehat,apapun dpt kta krjakan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I.G.N. Putra Dharma Kusuma - Ubaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;08179710xxx&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Makan daging sapi it bkn mslh dosa apa ga,tp menurut kepercayaan org hindu sendiri sapi it binatang suci yg bnyk membrikan manfaat bwt manusia,stidakny jgn deh mkn dagingx hehehe.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sonia - Unej&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;081999111xxx&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya makan daging sapi,krn berperinsip makanlah apa yg bisa engkau mkn,tentunya bkn kanibal,kalau Tuhan melarang kita memakan sapi,tentunya dging sapi tidak dpt d cerna oleh lambung kita,itu adl hukum alam yg bs kita simpulkn sndiri&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wisnu - ITS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;081803499xxx&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;OSA. Makan daging sapi sesungGUHny tdk d perkenankan,bkn krn d haramkn namun krn d sucikn. d sna trdpt nilae2 mORAL,sejarah n keyakinan agama atas pengorbnan sang sapi untk kehdupan manusia. Oleh sbb it mariH Lah qt untk Lbh mengHARgai niLAE khdpan yg d Ciptakn-Nya.Suksma.OSSSO. SEJ.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yudy - UPN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;081805523xxx&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mkn daging sapi itu no problem,asal daging sapinya bkn hsl mncuri &amp;amp; sapinya tdk trkna pnyakit sapi gila. Tp saya lbh mmilih u/ mnjadi vgtarian.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mahendra - Stiesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;081330514xxx&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bnerny dosa &amp;amp; jd problem seh, tp brhbung sapix ikhlas, yg maem jg ikhlas..hehehe.. so?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dewiyana - Jember&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;081336205xxx&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-1299387476539022338?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/1299387476539022338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=1299387476539022338' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1299387476539022338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1299387476539022338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2009/02/sms-publik.html' title='SMS PUBLIK'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-8165141370457397781</id><published>2008-12-08T13:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T13:54:21.900-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Topik Utama'/><title type='text'>Selamat Datang Mahasiswa Baru, Jadilah Mahasiswa yang Sujjana</title><content type='html'>Elite intelektual, itulah predikat keren dan mentereng yang disandang para mahasiswa. Predikat ini tidak muncul dengan sendirinya tetapi didorong oleh posisi strategis mahasiswa yang memiliki karakter penuh dengan idealisme, sikap kritis, kreatif, inovatif dan independen. Idealisme dan sikap kritis mahasiswa, menjadi dasar independensinya yang tidak mudah dimanfaatkan oleh kepentingan pihak (kelompok) tertentu. Posisi strategis ini memungkinkan mahasiswa memegang peran sebagai agen perubahan (agent of change), agen pengendali (agent of control), dan agen sosial (agent of social), disamping sebagai masyarakat ilmiah dimana kewajiban untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tetap harus terselesaikan dengan baik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai agen perubahan, mahasiswa dapat menjadi motor penggerak  atas perubahan yang harus dilakukan menuju kondisi yang lebih baik. Dalam sejarah, agen utama dari berbagai perubahan yang terjadi di negeri ini adalah mahasiswa. Aktivis gerakan mahasiswa eksponen 66 menjadi barisan terdepan atas perubahan politik dan ekonomi yang terjadi pada peralihan pemerintahan orde lama ke pemerintahan orde baru. Gerakan mahasiswa tahun 1998 berhasil melakukan reformasi atas kebuntuan demokrasi dan kerapuhan sendi perekonomian bangsa dengan tumbangnya pemerintahan orde baru, beralih ke pemerintahan reformasi. Walaupun bukan sebagai pengambil keputusan (decision maker), dengan sikap kritisnya mahasiswa dapat menjadi agen pengendali terhadap suatu kebijakan yang banyak merugikan masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. Jaringan komunikasi antar mahasiswa memungkinkannya untuk melakukan berbagai gerakan sebagai bentuk protes atas kebijakan yang banyak merugikan masyarakat, baik kebijakan yang diambil oleh birokrasi maupun lembaga-lembaga non pemerintah. Disamping kesibukkan dengan buku-buku atau materi-materi perkuliahan, mahasiswa juga harus peka (peduli) dengan kondisi yang terjadi disekitarnya, baik di lingkungan tempat tinggal, lingkungan kampus dan lingkungan komunitas sosialnya. Kepedulian sosial mahasiswa dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk mulai dari pendampingan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki, memberikan bantuan (advokasi) terhadap masyarakat tertindas dalam memperjuangkan hak-haknya dan berbagai bentuk kepedulian sosial lain karena sesungguhnya mahasiswa juga memiliki peran sebagai agen sosial. Terakhir, sebagai masyarakat ilmiah, mahasiswa dituntut juga untuk selalu inovatif dan kreatif, menghasilkan karya-karya terbaik untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik melalui penemuan-penemuan bidang teknologi, kesehatan, bisnis-manajemen maupun nilai-nilai kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi sebagai penyandang predikat elite intelektual menuntut mahasiswa untuk memenuhi dan mengimplementasikan karakter tersebut dalam setiap aktivitasnya. Kualitas seorang mahasiswa tidak saja ditunjukkan oleh tingkat indeks prestasinya, tetapi juga seberapa mampu dia merefleksikan idealisme, sikap kritis dan kepedulian terhadap peningkatan nilai-nilai dan kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran yang Berbeda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat menjadi pelajar (siswa), peran yang disandang lebih pada bagaimana menyelesaikan proses belajar-mengajar dengan baik (nilai dan pemahaman terbaik). Seorang pelajar saat ini waktunya lebih disibukkan untuk mengikuti berbagai pelajaran tambahan. Sedangkan kegiatan berorganisasi tidak menjadi kebutuhan dan biasanya hanya memanfaatkan sisa waktu setelah tugas utama terpenuhi. Hal ini dilatarbelakangi bahwa pendidikan pada umumnya mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa baru, yang baru saja melepas statusnya sebagai pelajar, akan memasuki pintu gerbang “rumah baru” yang bernama perguruan tinggi. Berbeda dengan peran siswa seperti di atas, di rumah para elite intelektual ini, kecerdasan akademik, walaupun yang utama, tetapi bukan satu-satunya yang harus dipupuk mahasiswa. Sebagai kelompok elite intelektual, mahasiswa baru harus memahami bahwa ada peran dan tanggung jawab baru yang berbeda dibanding saat masih berstatus pelajar. Berbagai peran lain, selain sebagai “kutu buku”, diharapkan juga dapat dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat mengharapkan keterlibatan mahasiswa pada berbagai perubahan, pengendalian atas berbagai kebijakan dan aksi sosial kemasyarakatan, sebagai penyeimbang dari kekuatan politik dan birokrasi yang sarat akan kepentingan kelompok, individu dan kekuasaan. Peningkatan peran dan tanggung jawab ini menuntut tingkat kedewasaan yang lebih matang, tanggung jawab dan kemandirian baik dalam cara berpikir, berpendapat maupun dalam mengaktualisasikan ide-ide yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Strategi Memainkan Peran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah memahami bahwa ada peran yang berbeda antara pelajar (siswa) dengan maha-siswa, maka diperlukan strategi yang berbeda pula untuk mencapai sukses pada komunitas baru ini. Setiap usaha mencapai tujuan memerlukan strategi dan sumber daya untuk mendukung penerapan strategi tersebut. Apa strategi sukses menjalani peran sebagai mahasiswa? Pertanyaan ini tentu muncul pada setiap mahasiswa. Walaupun tidak sekompleks perumusan strategi bisnis, setiap mahasiswa harus memiliki strategi yang tepat dalam memainkan perannya dengan sukses. Walaupun tetap ada dalam persaingan yang sehat, sebagai masyarakat ilmiah, mahasiswa harus beraliansi secara strategis baik dengan sesama mahasiswa maupun lembaga-lembaga kemahasiswaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi yang dimiliki dengan saling menguntungkan. Disamping itu, pembentukan jaringan komunikasi antar mahasiswa perlu diperkokoh untuk mendapatkan informasi dengan cara efektif dan efisien. Jaringan komunikasi yang harus dibentuk tidak saja untuk kebutuhan ilmiah tetapi juga jaringan komunikasi pergerakan-pergerakan positif dalam mendewasakan pemikiran dan penalaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada peran mahasiswa sebagai agen seperti disebutkan sebelumnya, disamping aktif dalam kelompok-kelompok pengkajian ilmiah, mahasiswa juga harus aktif berorganisasi. Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari aktivitas organisasi, seperti semakin luasnya jaringan yang dimiliki, terasahnya sikap kritis dan idealisme sebagai agen perubahan dan agen pengendali, dan semakin terasahnya kepedulian sosial terhadap permasalahan masyarakat. Berorganisasi tidak lagi hanya memanfaatkan waktu yang tersisa, tetapi harus mendapat porsi waktu khusus, karena bagi mahasiswa, berorganisasi  adalah juga kebutuhan untuk mendewasakan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiga Pilar Kecerdasan Sarjana Sujjana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sarjana yang sujjana tidak saja cerdas dalam bidang akademik, baik dalam pemahaman konsep maupun penerapannya, tetapi juga mampu menguasai dan mengendalikan diri dan bermoral baik. Pencitraan seorang sarjana yang sujjana dapat ditangkap dari cara berperilakunya, menyelesaikan masalah, dan memandang orang lain. Mereka sangat bijaksana, memiliki kepekaan terhadap permasalahan di sekitarnya, dan memiliki cradha (keimanan) yang tinggi. Menjadi seorang sarjana yang sujjana dicirikan oleh tiga pilar kecerdasan yang secara proporsional membentuk kualitas dirinya. Ketiga kecerdasan itu meliputi kecerdasan akademik, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Pelaksanaan peran yang dimiliki mahasiswa mulai dari agen sosial, agen pengendali, sampai agen perubahan merupakan proses pendewasaan dan pembentukan kualitas diri yang mengasah ketiga pilar kecerdasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang mahasiswa baru, asah segala kemampuan, persiapkan diri untuk melaksanakan peran dengan baik dan semoga menjadi sarjana yang sujjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;IBK Bayangkara&lt;br /&gt;Dosen Universitas Tujuh Belas Agustus&lt;br /&gt;Alumni KMHDI Angkatan Pertama&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-8165141370457397781?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/8165141370457397781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=8165141370457397781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8165141370457397781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8165141370457397781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/selamat-datang-mahasiswa-baru-jadilah.html' title='Selamat Datang Mahasiswa Baru, Jadilah Mahasiswa yang Sujjana'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-9142572116843755264</id><published>2008-12-08T11:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T12:35:11.228-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Tanggung Jawab Menyandang Status Mahasiswa</title><content type='html'>Bagi kawan-kawan yang baru menyandang status mahasiswa, saya ucapkan selamat terlebih dahulu. Tidak semua masyarakat Indonesia, setelah menamatkan pendidikan di SMA, dapat menikmati perkuliahan. Menyandang status mahasiswa berarti kawan-kawan sudah menjadi golongan masyarakat elit di Indonesia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah dengan alasan demi membahagiakan orang tua, gampang cari duit, ingin cari pacar, buat mengisi waktu daripada tidur saja di rumah, atapun apa itu, yang jelas saat ini kawan-kawan telah menyandang status mahasiswa. Status baru itu mengindikasikan kawan-kawan tidak cukup belajar teori-teori atau praktek sesuai dengan bidang masing-masing. Sebagai mahasiswa, ada menu tambahan tentang kehidupan sosial kemasyarakatan yang harus dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dihindari, setelah menamatkan diri sebagai mahasiswa, kawan-kawan akan terjun langsung ke masyarakat, yang butuh lebih dari sekedar ilmu yang kita fokuskan di perkuliahan. Sehingga, dari awal menyandang status mahasiswa, kawan-kawan harus sudah menyadari bahwa tanggung jawab yang diemban semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST16wX8Nl6I/AAAAAAAAAHc/IehWXpFRJf8/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 239px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST16wX8Nl6I/AAAAAAAAAHc/IehWXpFRJf8/s320/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277509309826963362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak dapat dipungkiri, tiap individu memiliki prioritas yang berbeda. Ada yang fokus belajar, belajar, dan belajar sampai butek  seperti gambar di atas. Dengan alasan mahalnya biaya pendidikan dan terlalu cinta keluarga, maka ia harus cepat-cepat menyelesaikan kuliah. Berharap nanti cepat juga bisa ngumpul kembali bersama keluarga, kawin, punya anak, dan bahagia sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kawan-kawan juga harus coba sadari, selain tugas pokok sebagai seorang mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan ilmu, ada hal lain yang perlu mendapat perhatian. Sedikitnya, ada dua alasan mengapa kita harus mulai meluangkan waktu dan tidak hanya sekedar duduk manis di bangku kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alasan normatif&lt;br /&gt;Kita, sebagai manusia yang beradab, adalah manusia yang bertanggung jawab. Kita sebagai manusia, apalagi termasuk golongan yang diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan lebih, bertanggung jawab atas segala perubahan yang terjadi pada diri kita dan alam sekitar. Kita harus mulai bisa mengambil peran dalam setiap perubahan, bukan hanya menjadi penikmat perubahan yang terjadi. Ingat bagaimana peran mahasiswa mengambil peran dalam melengserkan kekuasan orde baru. Di sana terlihat peran mahasiswa, yang sering disebut intelektual muda, sebagai aktor utama dalam perubahan dari orde baru ke era reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lebih lawas lagi, bagaimana dulu, sebelum kemerdekaan, Soekarno (Bung Karno) yang mewakili generasi muda berjuang untuk memerdekakan Indonesia. Entah apa jadinya kalau kaum muda waktu itu hanya sibuk belajar dan belajar saja. Mungkin sampai sekarang bangsa Indonesia masih merupakan bangsa terjajah. Jadi kawan-kawan harus mulai dapat mengambil peran lebih dalam setiap perubahan yang ada. Bukan hanya menjadi penikmat dari perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Alasan pragmatis&lt;br /&gt;Alasan ini biasanya dikenal dengan hutang masa produktif. Di saat kita memperoleh pendidikan dari SD, SMP, SMA dan sekarang sampai di perguruan tinggi, kita dikatakan memiliki hutang masa produktif. Kenapa kita disebut berhutang? Karena saat kita sedang menempuh pendidikan, masyarakat mengijinkan kita untuk tidak berkontribusi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, Wayan Bogler Ajus, yang hanya menamatkan pendidikan formal sampai SD kemudian memutuskan untuk menjadi pematung. Lewat patung yang dihasilkannya, Yan Bogler sudah dikatakan berkontribusi nyata pada masyarakat. Namun, seandainya Yan Bogler memutuskan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, maka selama ia belajar di bangku sekolah formal, ia tidak akan menghasilkan (berkontribusi nyata) apapun bagi masyarakat dan justru menghabiskan sumber daya masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang berkilah, saat kuliah, kuliah yang bener dulu, nanti setelah tamat baru berkontribusi pada masyarakat. Mudah-mudahan pikiran seperti ini dapat terealisasikan. Masalahnya, seseorang, setelah menamatkan pendidikan, sering akan disibukkan dengan urusan pekerjaan dilanjutkan urusan keluarga. Ini yang membuat waktu untuk berkontribusi ke masyarakat tidak  terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua alasan diatas, sudah saatnya kawan-kawan sebagai generasi dan individu, yang telah diberi kesempatan lebih untuk mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi, mulai sedikit meluangkan waktu untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Jangan menunggu waktu sampai lulus dulu, apalagi berkeluarga. Sehingga kita melupakan hutang masa produktif kita dan fokus pada kehidupan keluarga. Lakukan apa yang bisa kita lakukan dan berikan untuk masyarakat sekarang ini dan jangan menunda-nunda waktu. Kita sebagai mahasiswa sudah tidak seperti siswa lagi yang umumnya hanya duduk manis di ruang kelas menerima materi. Tanggung jawab dan kontribusi yang diharapkan dari kita sudah semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST17F_EavDI/AAAAAAAAAHk/VIQlA9rGFL4/s1600-h/Untitled-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 265px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST17F_EavDI/AAAAAAAAAHk/VIQlA9rGFL4/s320/Untitled-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277509681107614770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ulasan tersebut, penulis berharap apa yang nantinya kawan-kawan lakukan selama menjadi mahasiswa berimbang, antara mengejar gelar akademis dengan kegiatan sosial kemasyarakatan. Banyak hal nyata yang bisa kita lakukan, misalnya dengan mengikuti bakti sosial yang dilakukan oleh UKKH atau TPKH. Dengan meluangkan waktu dua atau tiga hari dalam setahun, kita coba melatih kepekaan sosial kita minimal terhadap saudara-saudara kita seiman yang ada di pelosok-pelosok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kedepannya kawan-kawan dapat lulus tidak hanya bermodalkan kecerdasan akademik semata namun juga dengan kepekaan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-style: italic;"&gt;Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata (Rendra)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST17GFrFODI/AAAAAAAAAHs/GOOXt4Y6aIY/s1600-h/Untitled-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 246px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST17GFrFODI/AAAAAAAAAHs/GOOXt4Y6aIY/s320/Untitled-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277509682880395314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;I Putu Lisna Kurniawan&lt;br /&gt;Kepala Departemen&lt;br /&gt;Penelitian dan Pengembangan PP KMHDI 2008-2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-9142572116843755264?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/9142572116843755264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=9142572116843755264' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/9142572116843755264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/9142572116843755264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/tanggung-jawab-menyandang-status.html' title='Tanggung Jawab Menyandang Status Mahasiswa'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST16wX8Nl6I/AAAAAAAAAHc/IehWXpFRJf8/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-8027425601784322116</id><published>2008-12-08T11:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T11:41:37.224-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Saya Mengaku</title><content type='html'>Mereka berdesak-desakan hingga saling dorong. Jumlah mereka semakin lama semakin banyak, diperkirakan mencapai 5 ribu orang. Mereka datang tidak hanya dari Pasuruan saja. Tidak sedikit dari mereka datang dari kota-kota lain di sekitar Pasuruan. Sejumlah besar di antara mereka harus meninggalkan rumah menuju lokasi sejak pagi hari. Sebagian lagi rela antri di lokasi sejak pukul 4 dini hari.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah H. Syaikon, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Pasuruan, mereka berkerumun berebut keberuntungan. Namun, hari itu (15/9) menjadi hari yang penuh pilu dan duka, sebab 21 orang meninggal dunia dalam kejadian itu. Sebagian karena kehabisan oksigen. Sebagian lagi karena terinjak sesamanya saat berdesakan berebut keberuntungan. (Jawa Pos, 16/9/2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapakah nilai nominal keberuntungan yang mereka perebutkan hingga berujung kematian di antara mereka? Miris! Mereka “hanya” memperebutkan keberuntungan sebesar 30 ribu rupiah untuk masing-masing penerima. Itu pun nyawa mereka pertaruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan “hanya”, bukan karena saya sombong. Maaf saya tidak bermaksud seperti itu. Saya jadi teringat dengan wakil-wakil rak-yat di Senayan, yang mulia anggota DPR. Saya katakan “hanya” karena besaran nominal itu jauh dari besaran nominal yang didapat ang-gota DPR dalam skandal traveler's cheque yang diungkapakan oleh Agus Condro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Condro dari Fraksi PDIP mengung-kapkan, dia mendapatkan gratifikasi sebesar 500 juta rupiah. Uang itu didapatkan setelah Miranda Goeltom terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Uang sebesar itu dia terima dalam bentuk 10 lembar traveler's cheque, ma-sing-masing 50 juta rupiah. Tentu saja uang sebesar itu tidak didapat dengan berdesakan. Tidak perlu datang sejak pagi. Tidak juga mengakibatkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian seperti tragedi di Pasuruan bukan untuk pertama kalinya terjadi. Sudah sering terdengar wong cilik menjadi korban karena berdesak-desakan untuk mendapatkan sumbangan. Suatu ironi, untuk mendapatkan bantuan guna menyambung hidup, mereka harus kehilangan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan skandal yang melibatkan anggota parlemen. Kasus BLBI yang hingga kini belum selesai, kasus Al Amin Nasution dan banyak kasus-kasus lainnya menjadi bukti, sudah sering anggota DPR terlibat korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan yang begitu menyayat hati. Di satu sisi kita melihat rakyat menderita karena himpitan ekonomi. Sebaliknya, wakil mereka justru berfoya-foya, berlimpah kekayaan di atas penderitaan hidup rakyatnya. Lebih memprihatinkan lagi, wakil rakyat mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adilkah pemandangan diatas? Adilkah kondisi ini jika terdapat ketimpangan yang sangat antara rakyatnya dan para elite politiknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan rasa solidaritas. Solidaritas yang timbul akan semakin besar jika diantara masyarakat terdapat keadilan (Buku Pedoman Kaderisasi II KMHDI). Sekarang solidaritas di-antara masyarakat sudah semakin menipis. Hal ini karena banyak wong cilik yang merasa diperlakukan tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para elit politik, pemimpin negeri ini, wakil-wakil rakyat terasa enggan memedulikan nasib wong cilik. Mereka hanya ingat dengan wong cilik saat kampanye, saat membutuhkan suara, saat mereka berebut jabatan, setelah itu mereka kembali sibuk dengan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Maaf kalau tulisan saya terkesan menggurui. Saya pun tidak pernah berbuat sesuatu untuk wong cilik. Bahkan untuk menggambarkan profil wong cilik dalam pikiran saja susahnya setengah mati. Lebih mudah menggam-barkan wanita cantik dan lelaki gagah yang setiap hari muncul dalam sinetron. Ah, sinetron…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat dengan kejadian tahun 1928, jauh sebelum kita merdeka. Saya mengaku bertanah air satu, saya mengaku berbangsa satu, saya mengaku berbahasa satu, saya mengaku, saya mengaku, saya mengaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;I Made Windhu Mahendra&lt;br /&gt;Mahasiswa STIESIA dan Anggota KMHDI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-8027425601784322116?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/8027425601784322116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=8027425601784322116' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8027425601784322116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8027425601784322116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/saya-mengaku.html' title='Saya Mengaku'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-3434505450138628567</id><published>2008-12-08T11:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T11:42:17.870-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polling'/><title type='text'>Oi, Aku Sudah Mahasiswa</title><content type='html'>Rasanya ingin sekali teriak ketika kita diterima di jurusan perguruan tinggi yang kita inginkan atau cita-citakan. Mungkin di lain sisi ada juga yang menangis tersedu-sedu sampai air mata menjadi kering karena tidak diterima di jurusan yang kita inginkan. Atau ada yang terlihat sedikit memendam perasaan kecewa karena disuruh oleh orang tua untuk kuliah di jurusan tertentu? Polling Wiweka edisi kelima ini akan mencoba menggali informasi yang salah satunya menyangkut kondisi di atas.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika responden ditanya apakah jurusan yang dipilih sudah sesuai dengan keinginan sendiri, 91,7% laki-laki dan 83,3% perempuan menjawab ya. Namun, ada hal yang menarik disini. Sebanyak 11,1% responden perempuan menyatakan bahwa kuliah yang saat ini ditempuhnya tidak sesuai keinginan. Itu diutarakan oleh Ida Ayu Nyoman Kartikawati. Mahasiswi Akuntansi Stiesia ini merasa dipaksa oleh orang tuanya. Alasan yang sama juga dikemukakan oleh Ni Made Pertiwi Jaya yang kuliah di Teknik Lingkungan Unair. Btw, cita-cita mbak berdua ini, kalau boleh tahu, apa ya? Bukankah hidup akan lebih bermakna jika ada cita-cita yang ingin digapai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar dua alasan tadi, ada 8,3% responden laki-laki dan 5,6% responden perempuan mengatakan tidak tahu apakah jurusan yang diambil saat ini merupakan pilihannya sendiri atau tidak. Gimana ne mbak/mas? Seperti diungkapkan Ni Made Dwi Ermayanthi yang kuliah di Jurusan Statistika ITS. Saran buat Dwi dari yang baru saja menamatkan kuliah di jurusan Statistik, lanjutkan saja jurusan yang sudah diambil, mantapkan hati, jadikan ini sebagai sebuah batu loncatan. Semangat…&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST109gF3rfI/AAAAAAAAAHU/_p-3mGLZI4g/s1600-h/d1.1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST109gF3rfI/AAAAAAAAAHU/_p-3mGLZI4g/s320/d1.1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277502938283486706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beda lagi dengan I Dewa Made Pranata Wiana. Katanya, kuliah yang saat ini dijalaninya di Informatika ITS adalah masalah gengsi. Beh, masa' milih jurusan untuk gengsi? Dengan kuliah saja kita sudah merupakan golongan elit di Indonesia, De.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda gender beda juga alasan yang dikemukakan. Itu tercermin dari jawaban yang diberikan responde&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST109PJuH1I/AAAAAAAAAHM/rJOtZa-AKOU/s1600-h/d2.2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST109PJuH1I/AAAAAAAAAHM/rJOtZa-AKOU/s320/d2.2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277502933736234834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;n untuk pertanyaan kedua ini. Responden laki-laki membayangkan pribadi mandiri adalah wujud mahasiswa. Ini salah satunya diungkapkan oleh I Gede Parama Gandhi S, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unair, mewakili 45.5% responden laki-laki lainnya. Sementara pihak perempuan, seperti dijawab Ni Luh Gede Eka W. (Psikologi/UHT), mengidentikkan mahasiswa dengan ospek. Pendapat Eka ini didukung oleh 38.9% responden perempuan lainnya.&lt;br /&gt;Secara umum pandangan responden ketika mendengar kata mahasiswa tersaji seperti gambar berikut. Responden pria melekatkan kesan mandiri pada peringkat pertama diikuti oleh seragam bebas. Berbeda dengan responden perempuan, dimana banyaknya tugas di anggap merupakan gambaran paling umum tentang mahasiswa. Entah mana pendapat yang benar tentang mahasiswa, kawan-kawan bisa menjawabnya sendiri setelah satu semester mengenyam bangku perkuliahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara masa putih abu-abu dengan saat kuliah dirasakan berbeda oleh 96.7% responden. Berbagai alasan muncul untuk mempertegas perbedaan yang responden rasakan, seperti disampaikan oleh I Nyoman Jana Pria Utama. “Dalam menjadi mahasiswa, saya bisa belajar lebih mandiri. Dimana kita bisa lebih aktif dalam mengerjakan tugas karena di dalam mahasiswa kita dituntut agar bisa mandiri dalam mencari ilmu”, jelasnya. Hal senada juga diungkapkan responden lain seperti I Nyoman Pandu Wiradarma dari Statistika ITS dan teman seperjuangan Jana di UWKS, Anak Agung Sagung Ayuska Gandhari. Beda lagi alasan yang disampaikan oleh I Made Wahyu Wedangga, yang kuliah di D3 Akuntansi Unair karena pengen kaya ini. Ia merasa saat menjadi mahasiswa lebih banyak warna. Ya, iya lah.. Kalau SMA cuma putih abu-abu, sekarang mejikuhibiniu. Ya gak, Yu?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST108-rOLdI/AAAAAAAAAHE/n4HDwo_jS4Y/s1600-h/d3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST108-rOLdI/AAAAAAAAAHE/n4HDwo_jS4Y/s320/d3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277502929313344978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain menjalani tugas pokok sebagai mahasiswa yaitu belajar, sebagian besar responden ingin aktif di kegiatan organisasi. Ini merupakan berita baik bagi KMHDI, Swastika Taruna, TPKH dan UKKH untuk memfasilitasi keinginan responden. Di satu pihak, organisasi-organisasi ini tentunya sangat membutuhkan SDM yang berkualitas untuk menjalankan roda organisasi. Sangat cocok dengan keinginan responden yang membutuhkan wadah untuk belajar berorganisasi. Atau mungkin kawan-kawan responden di sini ingin mendirikan suatu organisasi baru? Ditunggu pilihan yang akan dibuat ya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST108hxxgQI/AAAAAAAAAG8/Ojkxvqz2aSM/s1600-h/d4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST108hxxgQI/AAAAAAAAAG8/Ojkxvqz2aSM/s320/d4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277502921556197634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, apapun alasan kawan-kawan kuliah, apapun gambaran kawan-kawan tentang seorang mahasiswa, dan apapun kegiatan yang kawan-kawan lakukan selama menjadi mahasiswa, lakukan yang terbaik. Suka atau tidak, kawan-kawan sekarang adalah seorang mahasiswa. Sukses tidaknya masa depan kawan-kawan mulai ditentukan dari sekarang.(lis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Polling : Kluster Random Sampling&lt;br /&gt;Margin Error : 5%&lt;br /&gt;Jumlah Responden : 32 orang&lt;br /&gt;Waktu Survey : September 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-3434505450138628567?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/3434505450138628567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=3434505450138628567' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3434505450138628567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3434505450138628567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/oi-aku-sudah-mahasiswa.html' title='Oi, Aku Sudah Mahasiswa'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST109gF3rfI/AAAAAAAAAHU/_p-3mGLZI4g/s72-c/d1.1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-3767073025524174376</id><published>2008-12-08T11:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T11:16:46.332-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Sinkronisasi Kuliah dan Organisasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1yhgB_OAI/AAAAAAAAAG0/5kzdKlYkH4c/s1600-h/fotowiwis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1yhgB_OAI/AAAAAAAAAG0/5kzdKlYkH4c/s320/fotowiwis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277500258207610882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senang dan puas, dua kata itu yang dapat menggambarkan perasaan I Putu Wisnu Merthayoga saat dirinya terpilih sebagai Presidium Pusat KMHDI untuk periode 2008-2010. Wajar karena itu adalah salah satu target pribadinya. Tapi, ketimbang disebut mengambil keuntungan dari organisasi, pria kelahiran Singaraja  ini lebih suka menyebut posisinya sekarang sebuah pengabdian.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati dikatakan mengabdi, bukan berarti ia tidak mendapat keuntungan dari kiprahnya selama ini. Mahasiswa Teknik Elektro tingkat akhir di ITS ini mengaku banyak terbantu oleh pengalamannya mengurusi beberapa organisasi. Salah satu hal yang jelas disampaikannya pada Wiweka adalah mengikuti organisasi sambil kuliah, walaupun tidak mudah, namun juga tidak mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W(Wiweka) : Selamat atas terpilihnya Anda sebagai Presidium.&lt;br /&gt;Ws(Wisnu) : Terima kasih.&lt;br /&gt;W : Apa yang memotivasi Anda untuk menjadi presidium?&lt;br /&gt;Ws : Saya melihat organisasi ini sedang berada pada tahap membangun sistemnya sehingga saya merasa terpanggil untuk menyumbangkan tenaga dan pemikiran-pemikiran saya.&lt;br /&gt;W : Tanggung jawab Anda tentu akan lebih besar. Anda pikir Anda siap untuk itu?&lt;br /&gt;Ws : Saya sebenarnya belum siap. Dalam artian, untuk tingkat Pengurus Pusat saya belum memiliki pemahaman yang dalam. Namun KMHDI bagi saya adalah ruang untuk belajar dan saya siap belajar cepat dalam ruang lingkup baru, dalam hal ini nasional.&lt;br /&gt;W : Apa kira-kira kelebihan Anda dibanding kader-kader KMHDI yang lain?&lt;br /&gt;Ws : Saya akui jam terbang saya masih kurang, baru sekitar tiga tahun saya bergabung disini. Namun saya mau dan mampu belajar untuk mengemban tanggung jawab itu. Saya siap bekerja keras demi organisasi, baik dalam hal pikiran, tenaga, idealisme, maupun loyalitas.&lt;br /&gt;W : Anda pernah menjabat sebagai Ketua PC KMHDI Surabaya. Apakah itu akan membantu kerja Anda sekarang?&lt;br /&gt;Ws : Ya tentu saja. Banyak ilmu yang saya dapat, dan bagusnya dapat saya terapkan langsung, semasa menjabat sebagai Ketua PC KMHDI Surabaya, seperti disiplin keorganisasian, manajemen SDM, manajemen konflik, kemampuan untuk membina kader, hingga bagaimana membangun jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prospek KMHDI&lt;/span&gt; W : Bagaimana Anda melihat kiprah KMHDI selama ini secara nasional?&lt;br /&gt;Ws : KMHDI cukup dikenal karena KMHDI membina hubungan baik dengan banyak organisasi pemuda, pemerintah, dan aparatur negara. KMHDI tidak hanya berbicara di ranah keumatan tapi juga kebangsaan. Itu yang dikenal dengan Dharma Agama dan Dharma Negara KMHDI.&lt;br /&gt;W : Apa kekurangan KMHDI secara umum yang Anda pikir Anda dan pengurus Anda dapat perbaiki?&lt;br /&gt;Ws : Sebagai organisasi yang masih relatif muda, KMHDI tentu memiliki banyak kekurangan. Salah satu yang saya lihat adalah kurang terkoordinirnya kinerja di internal pengurus sendiri. Kami akan mencoba memperbaiki hal itu.&lt;br /&gt;W : Kemana fokus utama KMHDI saat ini?&lt;br /&gt;Ws : Fokus saya letakkan pada kaderisasi kader. Usia KMHDI ini masih sangat muda, jadi saya pikir hal yang bisa dilakukan adalah investasi melalui kaderisasi. Harapannya, suatu saat KMHDI dapat menjadi organisasi yang lebih besar lagi dengan sokongan kader-kader itu.&lt;br /&gt;W : Lantas, apa yang bisa ditawarkan KMHDI pada mahasiswa Hindu?&lt;br /&gt;Ws : Banyak hal bisa didapat disini, seperti yang telah saya sebutkan yaitu pendidikan organisasi dan juga jaringan nasional.&lt;br /&gt;W : Apakah menurut Anda hal tersebut sudah dapat menarik minat mahasiswa Hindu?&lt;br /&gt;Ws : Saya yakin sepenuhnya, apabila mahasiswa Hindu tahu manfaat dari organisasi KMHDI ini, mereka akan tertarik. Nah, masalahnya saya pikir ada pada ketidaktahuan mereka, tentang manfaat organisasi itu sendiri. Hal ini terutama saya lihat terjadi di Surabaya. Masih banyak mahasiswa Hindu yang menganggap organisasi itu hanya membebani tanpa memberikan manfaat yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuliah dan Organisasi&lt;/span&gt; W : Kalau bagi Anda secara pribadi, apa manfaat yang diberikan organisasi ini?&lt;br /&gt;Ws : Sangat banyak. Karakter diri, soft skill keorganisasian, jaringan yang meluas, dan lain-lain. Yang pasti, KMHDI ikut membentuk jati diri saya hingga seperti sekarang.&lt;br /&gt;W : Apakah Anda tidak merasa kuliah Anda terganggu dengan kegiatan-kegiatan organisasi tersebut?&lt;br /&gt;Ws : Tidak. Sebenarnya waktu belajar dan ber-organisasi bisa diatur. Apalagi saya lihat, justru banyak orang sukses di Indonesia memiliki latar belakang organisasi yang bagus. Jadi tidak ada alasan bahwa kuliah dan organisasi tidak bisa berjalan bersama.&lt;br /&gt;W : Pernahkah Anda merasa jenuh berorganisasi?&lt;br /&gt;Ws : Tentu pernah. Sering pada saat kesibukan studi menumpuk dan kondisi organisasi tidak kondusif, saya merasa lelah sendiri.&lt;br /&gt;W : Apa yang Anda lakukan untuk menyiasatinya?&lt;br /&gt;Ws : Membuat prioritas. Saya kerjakan dulu beberapa tugas studi. Di organisasi sendiri, saya melakukan manajemen kerja dengan cara pendelegasian tugas kepada rekan-rekan yang lain. Sehingga ketika kesibukan studi saya selesai, saya bisa kembali lagi ke organisasi. Itu, bagi saya, juga merupakan implementasi dari ilmu organisasi. Disanalah letak seninya.&lt;br /&gt;W : Terakhir ada pesan yang ingin disampaikan?&lt;br /&gt;Ws : Bagi seluruh mahasiswa Hindu, terutama mahasiswa baru, sayang sekali kalau kehidupan sebagai mahasiswa hanya dihabiskan untuk kuliah. Ada hal lain yang pasti akan berguna untuk kehidupan selanjutnya, baik dalam berkarir maupun bermasyarakat, yakni berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biodata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Nama Lengkap : I Putu Wisnu Merthayoga&lt;br /&gt;Nama Panggilan : Wisnu&lt;br /&gt;TTL : Singaraja, 31 Januari 1986&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan :&lt;br /&gt;SDN Lateng 2 Banyuwangi&lt;br /&gt;SMP N 1 Banyuwangi&lt;br /&gt;SMA N 3 Denpasar&lt;br /&gt;Teknik Elektro ITS&lt;br /&gt;Pengalaman Organisasi :&lt;br /&gt;Anggota Himatektro&lt;br /&gt;Ketua PC KMHDI Surabaya 2005/2007&lt;br /&gt;Presidium PP KMHDI 2008/2010&lt;br /&gt;Hobby : Travelling dan berorganisasi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-3767073025524174376?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/3767073025524174376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=3767073025524174376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3767073025524174376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3767073025524174376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/sinkronisasi-kuliah-dan-organisasi.html' title='Sinkronisasi Kuliah dan Organisasi'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1yhgB_OAI/AAAAAAAAAG0/5kzdKlYkH4c/s72-c/fotowiwis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-1364752337131203921</id><published>2008-12-08T11:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T11:07:45.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>The Way to Jnana Marga</title><content type='html'>Jalan Ilmu pengetahuan kerohanian disebut Jnana Marga. Melalui jalan ilmu pengetahuan, seorang Jnanin (seseorang yang mendekati-Nya melalui Ilmu pengetahuan kerohanian) dapat mendekatkan dirinya pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jalan ini, yang dimohon adalah kecerdasan akal budi, intelektualitas, pengetahuan spiritual, kecermatan, cahaya yang terang dan sebagainya. Seseorang dengan memiliki ilmu pengetahuan (Jnana) akan memperoleh kesejahteraan, ketenangan dan kebahagiaan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan memberikan bimbingan, pertimbangan terhadap yang baik dan buruk. Menghindarkan diri dari perbuatan yang buruk karena kegelapan senantiasa diamanatkan di dalam Weda. Pengetahuan kerohanian seperti halnya pengetahuan, umumnya hanya dapat diperoleh melalui pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(1) Kami mengetahui sesuatu yang agung ini sebagai surya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bhadram no api vataya mano daksam uta kratum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adha te sakhya andhaso vi vo made&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ranam gavo na yavase vivaksape&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rgveda X.25.1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berikanlah kami pikiran yang baik dan bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berikanlah kami keterampilan dan pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka semoga manusia dalam persahabatan-Mu merasa bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Tuhan, seperti sapi di padang rumput&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Engkau yang maha agung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(2) Pengetahuan melalui pendidikan (aturan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nidhiyamanam apagughvham apsu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pra me devanam vratapa uvaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indro viddham anu hi tva cacaksa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tenaham agne anusista agam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rgveda X.32.6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari engkau yang tersembunyi di dalam air. Yang mempertahankan hukum, Dewa-dewa memberi kami. Indra yang mengetahui, menyaksikan dan menunjukkan kepada Engkau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berkat pengajarannya, ya Agni, kami lahir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(3) Petunjuk di tempat yang tak dikenal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aksetravit ksetravidam hyaprat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sa praiti ksetravidanusistah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Etad vai bhadram anusasanasyo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ta sruti vindatyas njasinam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rgveda X.32.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang yang tak mengenal suatu tempat bertanya kepada  orang yang mengetahuinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia meneruskan perjalanan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dibimbing oleh orang yang tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inilah manfaat pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia menemukan jalan yang lurus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(4) Pengetahuan tertinggi sangat esensial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rco aksare parame vyoman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yasmin deva adhi visve niseduh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yastatra veda kim rca arisyati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya it tad vidus tai me samasate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rgveda I.164.39&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang abadi,nyanyian veda, yang ada dalam alam suci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tempat perwujudan semua yang bersinar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akan diapakankah nyanyian Veda oleh orang yang tidak mengetahuinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tetapi mereka yang mengetahui, mereka itu sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-1364752337131203921?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/1364752337131203921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=1364752337131203921' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1364752337131203921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1364752337131203921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/way-to-jnana-marga.html' title='The Way to Jnana Marga'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-9020730902121704221</id><published>2008-12-08T10:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T10:53:25.142-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Dies KMHDI, Ingatkan Pentingnya Sinergi</title><content type='html'>KMHDI memiliki Dharma Agama dan Dharma Negara. Oleh karena itu, KMHDI seharusnya tidak hanya bergerak di bidang keumatan, tapi juga berperan di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah salah satu hal yang tertuang pada Dies Natalis XV KMHDI yang digelar oleh PC KMHDI Surabaya (7/9). Mengambil tempat di Pura Segara Surabaya, acara ini dimaksudkan untuk memperingati hari jadi KMHDI (3/9/1993). Pengurus KMHDI, anggota, hingga alumni hadir meramaikan acara yang dimulai sejak sore ini. Beberapa organisasi Hindu juga ikut datang, termasuk PHDI Kota Surabaya, Banjar Kenjeran, SKKH Universitas Hang Tuah, UKM-KHD Unair, TPKH ITS, Swastika Taruna, Asrama Tirta Gangga, dan Taruna Banjar Kenjeran.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan Komang Yudy Dharmawan, selaku Ketua PC KMHDI Surabaya, mengawali rangkaian acara. Ia menjelaskan bahwa  acara ramah tamah ini bertujuan untuk mensyukuri terbentuknya KMHDI sebagai wujud perjuangan pemuda Hindu. Hal itu ditimpali oleh I Putu Wisnu Merthayoga, dalam sambutannya sebagai Presidium PP KMHDI. “Semoga di acara ini, kita dapat melakukan diskusi santai tentang peran dan fungsi KMHDI”, tuturnya saat membuka acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog tentang “Peran dan Fungsi KMHDI di Surabaya” menjadi menu pokok. Dimoderatori oleh Wisnu, dialog ini dibawakan dengan menarik oleh dua alumni KMHDI, yaitu A.A. Gde Putra Partanta dan IBK Bayangkara. Gde Putra memberikan gambaran awal dengan menceritakan sejarah KMHDI. Pria yang akrab dipanggil Tude ini mengajak hadirin mengingat kembali perjuangan pembentukan KMHDI di tahun 1993 dan perubahan-perubahan yang terjadi seiring berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBK Bayangkara, yang juga berprofesi se-bagai dosen di Universitas Tujuh Belas Agustus, memaparkan pula sejarah pembentukannya. Peran dan fungsi KMHDI, khususnya menyangkut hubungan KMHDI dengan organisasi lain, seperti UKKH dan Swastika Taruna, juga tak luput dari perhatiannya. “KMHDI tidak berada di bawah ataupun berafiliasi, tapi bersinergi”, ujarnya. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa walapun hubungan formal, namun ada beberapa kondisi yang membuat organisasi-organisasi itu dapat bekerja sama. Bayangkara juga menawarkan solusi, yaitu mengimbau organisasi-organisasi tersebut lebih proaktif mendekatkan diri dan berkoordinasi dengan PHDI, karena PHDI sebenarnya juga mendukung kepemudaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi ditutup dengan persembahyangan bersama. Berkibarnya KMHDI selama 15 tahun akhirnya ditandai dengan pemotongan tumpeng. Selain ucapan syukur, pemotongan ini juga bermuatan doa agar KMHDI dapat menjawab tantangan dan harapan, khususnya mengenai kaum muda Hindu Indonesia.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-9020730902121704221?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/9020730902121704221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=9020730902121704221' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/9020730902121704221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/9020730902121704221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/dies-kmhdi-ingatkan-pentingnya-sinergi.html' title='Dies KMHDI, Ingatkan Pentingnya Sinergi'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-3078617753702367379</id><published>2008-12-08T10:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T10:47:58.951-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Kebersamaan Mahasiswa UNAIR di Gunung Bromo</title><content type='html'>Tahun ajaran baru, ada mahasiswa baru dan pengalaman baru. Atmosfer ini yang kental sekali terasa pada momen penerimaan mahasiswa baru (maba). Setelah proses penerimaan yang diadakan di masing-masing fakultas kampus, Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Hindu Dharma Universitas Airlangga (UKM-KHD Unair) pun melangsungkan kegiatan perkenalan dan penerimaan maba melalui “OSPEK”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 19-21 September 2008, mengambil tempat di Desa Wonokitri, Pasuruan. Namun, ini bukanlah ”OSPEK” yang dilalui dengan “jerit dan tangis” seperti era-era sebelumnya, melainkan penuh dengan keakraban, kekompakan, dan kerja sama. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa baik dari angkatan lama maupun angkatan baru. Semua mahasiswa antusias mengikuti acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan dari pembina UKM-KHD Unair melepas keberangkatan mahasiswa ke Desa Wonokitri. Perjalanan tersebut ditempuh selama enam jam. Keadaaan cuaca yang dingin, tidak menyurutkan peserta untuk berdoa setelah sampai di tempat. Persembahyangan bersama  dilaksanakan di Pura Kerthi Jaya Bhuana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian acara di hari kedua (20/9) dia wali dengan persembahyangan dan sesi dharma wacana yang dibawakan oleh kepala desa setempat beserta pemangku. Topik yang dibahas adalah keadaan geografis Desa Wonokitri, keadaan masyarakat yang kira-kira 96% merupakan pemeluk agama Hindu, dan sejarah dari pura tersebut. Acara dilanjutkan dengan pemberian materi baik itu berupa permainan atau materi yang mengasah otak. Suasana seru berlangsung pada acara tersebut. Kekompakan, kebersamaan, dan kekreatifan nampak sekali pada acara ini.&lt;br /&gt;Hari terakhir diisi dengan jalan-jalan. Ma-hasiswa UNAIR berangkat ke ”puncak” yang letaknya dekat dengan kawah Gunung Bromo. Pengukuhan maba sebagai anggotaUKM-KHD Unair serta persembahyangan bersama yang dilangsungkan di Pura Poten menjadi penutup acara ini.&lt;br /&gt;Walaupun kegiatan penerimaan maba telah berakhir, banyak kenangan yang tidak terlupakan di sana. Hal ini diungkapkan oleh ketua penerimaan maba 2008, Nita. ”Rasa letih telah terbalaskan dengan suksesnya acara ini”, kata cewek yang baru pertama kali ke Bromo itu.(ayu)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-3078617753702367379?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/3078617753702367379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=3078617753702367379' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3078617753702367379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3078617753702367379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/kebersamaan-mahasiswa-unair-di-gunung.html' title='Kebersamaan Mahasiswa UNAIR di Gunung Bromo'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-2405208441435996547</id><published>2008-12-08T10:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T10:17:13.347-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Simakrama, Sambut Maba Hindu Surabaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1kdVyOS8I/AAAAAAAAAGs/dP9szBXMo5A/s1600-h/DSC_0231.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1kdVyOS8I/AAAAAAAAAGs/dP9szBXMo5A/s320/DSC_0231.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277484793574869954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Selamat Datang Mahasiswa Baru Hindu T.A. 2008 Sekota Surabaya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah serangkaian kata yang terdapat pada spanduk di wantilan Agung Dewa Ruci, Sabtu (14/9) yang lalu. Wantilan yang berlokasi di Pura Agung Segara Kenjeran itu mendadak dipenuhi ratusan mahasiswa Hindu yang sedang menuntut ilmu di Surabaya. Mereka dipertemukan dalam suatu acara yang diberi nama simakrama. Tidak hanya mahasiswa baru (maba) saja yang diundang, tetapi juga mahasiswa-mahasiswa lain yang sudah lebih dahulu berada di Surabaya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simakrama merupakan suatu acara yang bertujuan untuk menyatukan semua komponen generasi Hindu. Acara ini terdiri dari pengenalan organisasi PHDI, WHDI, banjar, yayasan, paguyuban, organisasi kepemudaan, dan organisasi kemahasiswaan Hindu yang terdapat di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini dibuka dengan persembahan baleganjur dari UKKH UWKS (Universitas Wijaya Kusuma Surabaya). Peserta juga disuguhi hiburan lagu pop dari siswi SMA dan penampilan memukau dari mahasiswa-mahasiswa ITS yang membawakan musik akustik dikolaborasikan dengan musik etnik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara puncak adalah ceramah tunggal yang dibawakan oleh I Nyoman Sutantra (Ketua Walaka PHDI Jawa Timur) tentang “Memenangkan Persaingan dengan Kekuatan Karakter dan Moralitas”. Dalam ceramahnya, pria yang berprofesi sebagai dosen di ITS ini memaparkan pentingnya kekuatan moral dan karakter, kreativitas, serta kemauan untuk sukses.&lt;br /&gt;Sesi tanya jawab digelar setelah ceramah. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan. Salah satunya adalah tentang mengubah perilaku looser menjadi winner. “Karakter looser dapat diubah dengan menja-lankan Tri Kaya Parisudha, berpikir yang baik, lakukan PDCA, dan jengahlah,” jawab I Nyoman Sutantra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sesi tanya jawab, PHDI memberikan suvenir kepada penyumbang hiburan seni (ITS dan UWKS) dan penanya terbaik. Acara ditutup dengan persembahyangan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara simakrama dapat terselenggara berkat kerjasama PHDI, banjar, yayasan, dan paguyuban. “Dari segi target, melihat keterlibatan UKKH, TPKH, KMHDI, dan Swastika Taruna, jumlah peserta, dan antusiasme mereka dalam mengikuti acara, 98% acara ini berlangsung memuaskan,” tutur I Made Sueca selaku ketua panitia simakrama. Ia juga menambahkan bahwa semoga di masa yang akan datang, generasi muda Hindu dapat bergerak kembali. “Selama ini memang sudah ada gerakan namun masih dalam lingkup lokal kampus. Semoga dari acara ini, kita dapat membuat acara yang lebih besar secara bersama, bahkan untuk mendukung kegiatan PHDI sekalipun. Evaluasi akan kita lihat pada saat piodalan Kenjeran nanti,” tuturnya. (nyk)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-2405208441435996547?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/2405208441435996547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=2405208441435996547' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2405208441435996547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2405208441435996547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/simakrama-sambut-maba-hindu-surabaya.html' title='Simakrama, Sambut Maba Hindu Surabaya'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1kdVyOS8I/AAAAAAAAAGs/dP9szBXMo5A/s72-c/DSC_0231.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-3914608891369023427</id><published>2008-12-08T09:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T09:57:48.409-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Rakernas VI KMHDI, Menyusun Strategi Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1f58BTHuI/AAAAAAAAAGk/QOzXbo6GWvI/s1600-h/DSC03489.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1f58BTHuI/AAAAAAAAAGk/QOzXbo6GWvI/s320/DSC03489.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277479787316846306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surabaya mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah Rakernas (Rapat Kerja Nasional) KMHDI VI. Acara rakernas ini tepatnya dilaksanakan tanggal 30 September-1 Oktober 2008 di Pura Agung Jagad Karana. Karena berlangsung selama dua hari, peserta yang berasal dari luar Surabaya bersama-sama mekemit di Sekolah Saraswati yang ada di pura tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat terjadi masalah, yaitu jumlah pengurus Pimpinan Pusat (PP) yang hadir sebagai peserta. Hal ini menyebabkan kuota keabsahan rapat tersebut tidak terpenuhi. Acara pun sempat terombang-ambing, sampai akhirnya setelah bermusyawarah, muncul kesepakatan untuk melanjutkan acara tersebut. Pertimbangannya, ada peraturan pada rapat tersebut yang menoleransi kejadian itu. Selain itu, beberapa pengurus yang masih dalam perjalanan, nantinya akan dapat memenuhi kuorum rakernas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, memang tidak semua pengurus PP hadir. Jumlah tiket yang langka dan harganya yang melambung, disebabkan oleh momen hari raya, membuat beberapa pengurus tidak dapat mengikuti agenda penting itu. “Se-belumnya telah diperkirakan berbagai kendala pada saat Rakernas ini dilangsungkan. Tetapi dengan berbagai macam pertimbangan, akhirnya muncul kesepakatan mengenai pengadaan Rakernas yaitu pada tanggal 30 Sep tember - 1 Oktober 2008 ini”, terang I Putu Lisna Kurniawan, Ketua Departemen Litbang PP KMHDI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui berbagai macam pembahasan, program kerja-program kerja yang telah disusun pun disahkan. Program kerja yang telah berlangsung selama ini akan dilanjutkan dan lebih diintensifkan lagi pelaksanaannya. Selain itu ada juga beberapa program kerja baru. Salah satunya mengenai pemantapan dan perkembangan KMHDI di daerah-daerah yang masih “layu” pengkaderan mahasiswa Hindu-nya, misalnya daerah Yogyakarta, Sulawesi, dan NTB. “Kita akan mengadakan peninjauan dan sosialisasi di tempat-tempat yang sebenarnya memiliki potensi itu”, kata I Putu Wisnu Merthayoga, Presidium PP KMHDI itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakernas VI ini telah berakhir, tetapi semangat juang tidaklah padam. Program kerja yang telah dihasilkan menjadi panduan dalam melangkah, memberikan perwujudan nyata untuk menjadi lebih baik ke depannya. Harapan mengenai Rakernas itu disampaikan oleh Wisnu. “Semoga KMHDI semakin berkembang di beberapa daerah dan kader-kadernya semakin baik nantinya dengan berlandaskan Dharma Agama dan Dharma Negara”, lanjut mantan ketua PC KMHDI Surabaya tersebut.(ayu)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-3914608891369023427?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/3914608891369023427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=3914608891369023427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3914608891369023427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3914608891369023427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/rakernas-vi-kmhdi-menyusun-strategi.html' title='Rakernas VI KMHDI, Menyusun Strategi Nasional'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1f58BTHuI/AAAAAAAAAGk/QOzXbo6GWvI/s72-c/DSC03489.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7716124447345545051</id><published>2008-12-08T09:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T09:40:20.751-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Googling dengan Efektif</title><content type='html'>Siapa yang tidak kenal Google? Selama ini kita sudah biasa mengunjungi situs ini untuk mencari apapun. Namun, tahukah teman-teman bahwa terdapat banyak fitur di Google yang dapat mempersingkat waktu pencarian kita? Penting juga lho untuk kita ketahui, agar googling menjadi semakin efektif. Jadi, mari berkenalan dengan fitur operator google (dikutip dari romisatriawahono.net).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fitur pencarian dasar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1.AND: Mencari informasi yang mengandung kedua kata yang dicari. Caranya:&lt;br /&gt;ukiran jepara atau  ukiran AND jepara atau&lt;br /&gt;ukiran+jepara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.OR: Mencari informasi yang mengandung salah satu dari kedua kata. Caranya:&lt;br /&gt;tahu OR tempe atau  tahu | tempe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.FRASE: Mencari informasi mengandung frase yang dicari dengan tanda “ ”. Contoh:&lt;br /&gt;“perangkat lunak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.NOT: Hasil pencarian mengandung kata yang di depan, tapi tidak yang di belakang minus (-). Contoh di bawah akan mencari informasi yang mengandung kata ikan tapi bukan bandeng.&lt;br /&gt;ikan -bandeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.SINONIM (~): Mencari kata beserta sinonim-sinonimnya. Contoh di bawah akan membawa hasil: kendaraan (car) dan sinonimnya.&lt;br /&gt;~car&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. ASTERIK (*): Karakter pengganti kata. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat bisa: ayam bakar pedas, ayam goreng pedas, dsb&lt;br /&gt;ayam * pedas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.TANDA TITIK (.): Karakter pengganti huruf, angka dan karakter tunggal. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat: kopi, koki, kodi, dsb&lt;br /&gt;ko.i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fitur pencarian lanjut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.DEFINE: Mencari definisi dari sebuah terminologi. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat adalah berbagai definisi tentang e-learning dari berbagai sumber&lt;br /&gt;define:e-learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.INFO: Menampilkan informasi yang Google ketahui tentang sebuah situs.&lt;br /&gt;info:romisatriawahono.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.SITE: Menampilkan pencarian khusus di suatu situs yang ditunjuk&lt;br /&gt;java site:ilmukomputer.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.FILETYPE: Menampilkan hasil pencarian berupa suatu jenis (ekstensi) file tertentu. Jenis file yang bisa dicari adalah: doc, xls, rtf, swf, ps, lwp, wri, ppt, pdf, mdb, txt, dsb. Contoh di ba-wah akan menampilkan hasil pencarian beru-pa file PDF yang mengandung keyword soft-ware engineering&lt;br /&gt;software engineering filetype:pdf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.ALLINTITLE: Menampilkan seluruh kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan menghasilkan halaman yang me-miliki title java programming. allintitle tidak da-pat digabungkan dengan operator  lain.&lt;br /&gt;allintitle:java programming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.INTITLE: Menampilkan satu kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan menghasilkan halaman yang memiliki title java dan isi halaman yang berisi kata enterprise&lt;br /&gt;intitle:java enterprise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.ALLINURL: Menampilkan seluruh kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan daftar URL yang mengandung kata java dan programming. allinurl ini tidak da-pat digabungkan dengan operator lain.&lt;br /&gt;allinurl:java programming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.INURL: Menampilkan satu kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasil-kan daftar URL yang mengandung kata java dan isi halaman yang berisi kata enterprise&lt;br /&gt;inurl:java enterprise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian yang kita lakukan akan semakin efektif apabila kita mencoba menggabungkan beberapa operator baik yang ada di fitur pencarian dasar maupun lanjut. Misalnya, kita ingin mencari file-file PDF yang ada di situs www.pdii.lipi.go.id. Maka kita gabungkan dua operator menjadi:&lt;br /&gt;filetype:pdf site:www.pdii.lipi.go.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ber-googling-ria.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7716124447345545051?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7716124447345545051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7716124447345545051' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7716124447345545051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7716124447345545051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/googling-dengan-efektif.html' title='Googling dengan Efektif'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-1934044891652706970</id><published>2008-12-08T08:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T13:12:26.438-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Jalan Raya Pos, Jalan Daendels</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1Z79qKPQI/AAAAAAAAAGc/dmga-K8VBNo/s1600-h/Pramoedya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1Z79qKPQI/AAAAAAAAAGc/dmga-K8VBNo/s320/Pramoedya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277473225046637826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku :   Jalan Raya Pos, Jalan Daendels&lt;br /&gt;Penulis        :   Pramoedya Ananta Toer&lt;br /&gt;Penerbit     :   Lentera Dipantara&lt;br /&gt;Cetakan      :   Pertama, Oktober 2005&lt;br /&gt;Tebal          :   148 halaman&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini adalah buku yang menjadi saksi atas peristiwa pembantaian manusia-manusia pribumi di balik pembangunan Jalan Raya Pos atau yang lebih dikenal dengan Jalan Daendels. Jalan yang membentang 1.000 kilometer sepanjang utara pulau Jawa, dari Anyer sampai Panarukan, itu dibangun -tepatnya dilebarkan- di bawah perintah Maarschalk en Gouverneur Generaal, Mr. Herman Willem Daendels. Rampung dan dipergunakan pada 1809.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pramoedya Ananta Toer, pembangunan jalan ini merupakan satu dari banyak kisah tragedi kerja paksa yang terjadi sepanjang sejarah di Tanah Hindia. Kisah genosida lain terjadi di Pulau Ban-daneira, 1621, yang dilakukan Jan Pietersz Coen. Korban kerja paksa tak pernah disebutkan karena nama-nama si jelata memang tak pernah bisa dihargai. Yang lain terjadi setelah Perang Jawa, 1825-1830, usai. Setelah perang melelahkan itu, Hindia Belanda bangkrut. Untuk menanggulangi krisis keuangannya, Gubernur Jenderal Van den Bosch memberlakukan kerja tanam paksa dipelbagai perkebunan dan pembangunan jalan kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain lagi, dan ini berlangsung di abad 20, terjadi di Kalimantan Barat yang dilakukan balatentara fasis Jepang. Yang lain lagi, di Sulawesi Selatan, di bawah perintah Kapten Westerling yang menelan korban sekitar 40.000 orang. Lalu pada paruh abad 20, genosida baru lahir, kali ini dilakukan penguasa pribumi sendiri kepada warganya. Sepenuturan Pramoedya, Orde Baru dibangun di atas luka genosida yang menelan ratusan, sejuta atau bahkan satu setengah juta korban-yang anehnya kabar ini disambut oleh kalangan Barat sebagai “berita baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan membikin Jalan Raya Pos muncul dalam benak Daendels sewaktu ia dalam perjalanan darat pada 29 April 1808 dari Buitenzorg alias Bogor ke Semarang dan Oosthoek alias Jawa Timur. Hanya saja yang dinamai Oosthoek atau Jawa Timur pada waktu itu bukan seperti yang sekarang, tetapi bagian menyempit dari Jawa Timur, yaitu mulai Pasuruan terus sampai Selat Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembangunan ini setiap jarak 150. 960 meter harus didirikan tonggak atau paal untuk jadi tanda jarak dan juga tanda kewajiban bagi distrik (kawedanan) dan penduduknya untuk memeliharanya. Ketentuan lebar jalan bila medan memungkinkan, adalah 7,5 meter.&lt;br /&gt;Semua batu untuk peninggian dan pengerasan, harus disetor rakyat dan para petani tanpa imbalan. Kalaupun dengan imbalan, hanya orang-orang atasan tertentu saja yang menerimanya. Atasan tertentu berarti para pembesar putih atau coklat. Bukan rahasia lagi: Jaman Kompeni adalah jaman maraknya korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lewat buku ini, Pramoedya Ananta Toer menuturkan sisi paling kelam dari genosida pembangunan jalan raya yang beraspalkan darah dan air mata manusia-manusia republik tersebut. Ribuan mayat tercecer di jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemeriksaan yang cukup detail dan bercorak tuturan perjalanan ini, membiak sebuah ingatan yang satire, bahwa kita adalah bangsa kaya tapi lemah. Bangsa yang sejak lama bermental diperintah oleh bangsa-bangsa lain. Bangsa yang penguasanya lebih asyik memupuk-mupuk ambisi berkuasa daripada menggerai kesejahteraan bagi warganya.(win)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-1934044891652706970?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/1934044891652706970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=1934044891652706970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1934044891652706970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1934044891652706970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/jalan-raya-pos-jalan-daendels.html' title='Jalan Raya Pos, Jalan Daendels'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/ST1Z79qKPQI/AAAAAAAAAGc/dmga-K8VBNo/s72-c/Pramoedya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-6632336765554509529</id><published>2008-12-08T08:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T09:35:21.197-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rileks'/><title type='text'>Rileks</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Menolak Cowok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Co: Aku sudah lama mencari wajah sepertimu. Aku seorang fotografer.&lt;br /&gt;Ce: Aku juga sudah lama mencari wajah sepertimu.  Aku dokter bedah.&lt;br /&gt;Co: Bagaimana bisa kamu sangat cantik?&lt;br /&gt;Ce: Oh maaf, pasti karena aku mengambil bagianmu.&lt;br /&gt;Co: Aku rasa aku bisa membuatmu bahagia.&lt;br /&gt;Ce: Oh ya? Kenapa? Karena kamu akan pergi?&lt;br /&gt;Co: Boleh aku minta namamu?&lt;br /&gt;Ce: Kenapa? Bukankah kamu sudah punya nama sendiri?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Co: Aku heran, kemana saja gadis secantik kamu selama ini?&lt;br /&gt;Ce: Bersembunyi darimu.&lt;br /&gt;Co: Apa kita pernah bertemu di suatu tempat?&lt;br /&gt;Ce: Ya. Karena itu aku tidak pernah kesana lagi.&lt;br /&gt;Co: Apa kursi ini kosong?&lt;br /&gt;Ce: Ya, dan kalau kamu duduk disitu, kursiku juga akan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ENAK yah jadi ceweK...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KO=Kata Orang&lt;br /&gt;1. Cowok ditraktir cewek&lt;br /&gt;KO : Pelit banget sih..dasar cowok nggak modal&lt;br /&gt;Cewek ditraktir cowok&lt;br /&gt;KO : Emang seharusnya gitu&lt;br /&gt;2. Cowok nggak kerja&lt;br /&gt;KO : Nggak punya malu&lt;br /&gt;Cewek nggak kerja&lt;br /&gt;KO : Lebih mementingkan keluarga...&lt;br /&gt;3. Cowok suka marah-marah&lt;br /&gt;KO : Kasar banget dia, moga aja ntar suamiku nggak gitu&lt;br /&gt;Cewek suka marah-marah&lt;br /&gt;KO : Pasti dia lagi datang bulan...&lt;br /&gt;5. Cowok ngabisin duit istrinya&lt;br /&gt;KO : Pasti buat selingkuh&lt;br /&gt;Cewek ngabisin duit suaminya&lt;br /&gt;KO : Itulah tugas cewek,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menagih Darah yang Sudah Didonorkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari seorang laki-laki sedang mendonorkan darahnya kepada pacarnya yang mengalami kecelakaan.&lt;br /&gt;Setelah mereka putus, si cowok meminta kembali darahnya yang telah didonorkan kepada pacarnya.&lt;br /&gt;Sang pacar dengan tenangnya mengambil pembalutnya kemudian melemparkan pada pacarnya sambil berkata : “Nih Gue Cicil Per Bulan. Oke!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Presiden yang ke-Tujuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru bertanya kepada muridnya: "Anak-anak, Presiden Habiebie adalah presiden kita ke berapa ?"&lt;br /&gt;Semua menjawab: "Ketiga bu guruuuuuu…”&lt;br /&gt;Kecuali seorang anak bernama Deden Bolot, dia menjawab: "Ketujuh bu guruuuuuu…"&lt;br /&gt;Semua memandang Deden Bolot dengan heran.&lt;br /&gt;Kemudian Bu gurunya bertanya lagi: "Coba Deden Bolot sebutkan satu persatu."&lt;br /&gt;Deden Bolot: "Pertama Sukarno bu Guru."&lt;br /&gt;Bu Guru: "Lalu ? "&lt;br /&gt;Deden Bolot: "Suharto bu guru."&lt;br /&gt;Bu Guru: "Lalu ? "&lt;br /&gt;Deden Bolot: "Suharto, Suharto, Suharto, Suharto, baru Habiebie bu Guru".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembohong...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang cowok cerita kepada kawannya, bahwa pacarnya adalah cewek pembohong...&lt;br /&gt;Peppy: Tukul, pacarku ternyata seorang pembohong.&lt;br /&gt;Tukul: Dari mana kamu tahu dia pembohong...?.&lt;br /&gt;Peppy: Kemarin malam katanya dia menginap dirumah Nia.&lt;br /&gt;Tukul:  Lalu...?.&lt;br /&gt;Peppy: Ya jelas dia itu berbohong, kan kemarin aku menginap di rumahnya Nia...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-6632336765554509529?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/6632336765554509529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=6632336765554509529' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6632336765554509529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6632336765554509529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/12/rileks.html' title='Rileks'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-5609441602893478762</id><published>2008-09-03T08:55:00.000-07:00</published><updated>2008-11-06T03:25:00.004-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Topik Utama'/><title type='text'>Bom Waktu Perdagangan Karbon</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika pohon terakhir telah ditebang,&lt;br /&gt;jika sungai terakhir telah tercemar,&lt;br /&gt;jika ikan terakhir telah ditangkap,&lt;br /&gt;baru manusia akan sadar,&lt;br /&gt;bahwa mereka tidak akan bisa makan uang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada satu masalah serius yang sangat mengglobal namun kelihatannya tidak berbahaya, itu adalah pemanasan global. Banyak yang berkampanye menyerukan urgensi masalah ini, namun tidak sedikit pula yang skeptis. Bahkan ada yang sekedar tahu, definisi maupun dampak-dampaknya, namun tidak tahu dan tidak mau tahu apa yang harus dilakukan. Anda termasuk yang mana?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global bukan suatu isu baru. Fenomena yang diresahkan oleh masyarakat seantero dunia ini, ditandai oleh banyak hal yang dapat kita rasakan langsung. Cek, apakah suhu memanas? Apakah iklim berubah? Apakah polusi meningkat? Coba kita telaah. Arti pemanasan global sendiri adalah peristiwa meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi akibat dari meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca yang mana sebagian besar diakibatkan oleh aktivitas manusia. Banyak kajian, salah satunya dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), yang menyatakan bahwa suhu permukaan global akan meningkat 1,1 hingga 6,4o C dalam rentang waktu 1990 hingga 2100. Peningkatan suhu tersebut akan terus berlangsung jika emisi gas rumah kaca tetap terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa dampaknya? Selain yang dapat kita amati sekarang ini, ada beberapa potensi efek yang cukup mengerikan. IPCC menyebutkan bahwa bila tidak dilakukan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, maka 75-250 juta penduduk di Afrika akan menghadapi krisis air di tahun 2020. Kelaparan yang meluas akan terjadi di Asia Timur, Asia Tenggara dan Asia Selatan. Indonesia pun akan kehilangan sekitar dua ribu pulau kecil akibat kenaikan permukaan air laut. Bencana banjir dan kekeringan menjadi ancaman. Pun perubahan iklim yang dikeluhkan terutama oleh petani. Bidang yang bersentuhan dengan kebutuhan pokok manusia ini direpotkan. Siapa pun tahu bahwa dunia agraria seharusnya berjalan selaras dengan lingkungan, utamanya iklim. Kalau faktor tersebut sekarang cenderung menjadi tidak menentu, tentu saja kita pantas khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa masyarakat dunia diam? Tidak. Tapi kalau pertanyaannya apakah mayarakat dunia benar-benar peduli, nanti dulu. Kalau Anda cukup aware, ada yang namanya Protokol Kyoto, yang dirumuskan di Kyoto, Jepang pada tahun 1997. Protokol Kyoto merupakan sebuah kesepakatan negara-negara dunia yang merupakan kelanjutan dari berbagai kesepakatan penyelamatan bumi. Protokol ini mulai mengikat secara hukum setelah Rusia meratifikasinya pada tahun 2004 dan menjadi negara ke-55 yang bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut protokol ini, para negara-negara pencemar, atau penghasil gas-gas rumah kaca, menyepakati target pengurangan emisi hingga taraf tertentu. Mereka diwajibkan mengurangi emisi gas rumah kaca, salah satunya karbon dioksida, sebanyak 5,2% di bawah kadar yang mereka lepas pada tahun 1990 dalam kurun waktu lima tahun (mulai 2008-2012, yang disebut sebagai periode komitmen pertama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol Kyoto menawarkan tiga mekanisme fleksibel untuk membantu negara-negara industri menekan laju emisi gas rumah kaca yaitu: Implementasi Bersama (joint implementation/JI), Perdagangan Emisi Internasional (international emission trading/IET) dan Mekanisme Pembangunan Bersih (clean development mechanism atau CDM). CDM ini muncul karena begitu sulitnya memaksa negara-negara tersebut mengurangi emisi karbonnya, akibat begitu besarnya ketergantungan mereka pada konsumsi bahan bakar minyak. Sampai sekarang saja, Amerika Serikat masih menolak Protokol Kyoto. Dari tiga mekanisme fleksibel tersebut, hanya CDM yang melibatkan negara-negara berkembang. Melalui CDM inilah tata cara perdagangan karbon dunia mulai diatur, yang semakin nyata dilontarkan di ajang UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) di Bali pada tanggal 3-14 Desember 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teknis, perdagangan karbon ini adalah mekanisme berbasis pasar untuk membatasi peningkatan kadar CO2 di atmosfer dengan menjual jatah karbon yang bisa diserap oleh suatu kelompok tanaman/hutan kepada negara/industri yang menghasilkan polusi karbon. Siapa saja yang terlibat dalam perdagangan karbon ini? Ada yang disebut dengan debitur karbon, yaitu negara dan masyarakat kaya yang miskin akan pohon dan tanaman. Selain itu, terdapat yang namanya penjual karbon atau kreditur karbon, yaitu negara-negara atau masyarakat berkembang namun kaya akan pohon yang mampu menyerap karbon lebih banyak daripada karbon dari dunia industri atau kendaraan di negaranya.&lt;br /&gt;Perdagangan karbon sendiri pada umumnya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sistem fund dan sistem pasar. Dengan sistem fund, negara industri memberikan anggaran untuk melestarikan hutan kepada negara-negara yang bersedia menyisakan lahannya untuk pelestarian. Dana ini digunakan untuk proyek-proyek pembangunan. Kelemahan sistem ini adalah seringnya dana tersebut tidak jatuh ke tangan yang tepat dan menguap begitu saja pada jajaran pemerintah pusat sehingga upaya pelestarian tidak berjalan dengan maksimal. Sistem yang kedua adalah sistem pasar. Pada sistem ini korupsi dapat dihindari karena sistem perdagangan karbon berbentuk pasca bayar. Jadi siapa saja yang memiliki hutan harus melakukan pelestarian terlebih dahulu. Setelah dibuktikan, maka setiap tahun pihak tersebut akan mendapatkan pembayaran. Selain itu, pepohonan yang dilibatkan pada perdagangan karbon merupakan pepohonan yang bukan berasal dari hutan alami. Hal ini telah menjadi kesepakatan internasional dalam Protokol Kyoto. Dengan demikian, perdagangan karbon dari hutan lindung tidak dapat dilakukan. Ditambah lagi, hanya hutan tanaman yang dikembangkan setelah tahun 1990 saja yang dapat diterima pada sistem perdagangan karbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita analogikan agar lebih mudah. Bayangkan ada dua negara M dan U. Emisi gas karbon dioksida yang dihasilkannya masing-masing adalah 100.000 ton. Diwajibkan pada mereka untuk mengurangi emisinya hingga 5% (5.000 ton). M ternyata mampu mengurangi emisinya hingga 10.000 ton. Dengan perdagangan karbon, negara U dapat membeli surplus emisi di negara M tanpa harus mengurangi emisi gasnya. Atau negara U dapat melakukan investasi ke negara lain yang dapat mereduksi karbon hingga 5.000 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan bisnisnya relatif sederhana. Setiap upaya penurunan emisi yang setara dengan satu ton karbon (tCO2e) akan diganjar satu CER (certified emission reduction). Sertifikat ini dikeluarkan oleh Badan Eksekutif CDM di bawah UNFCCC. Negara industri yang sudah meratifikasi Protokol Kyoto (disebut dengan kelompok Annex-1), atau lembaga nonpemerintah manapun yang merasa berkepentingan, bisa membeli CER ini dari proyek-proyek CDM di negara berkembang (non-Annex-1) yang tidak diwajibkan untuk mengurangi emisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya komoditas dagang, harga CER bisa bervariasi, tergantung kesepakatan pihak-pihak yang bertransaksi. Harga satu CER berkisar 5-15 dolar AS. Jadi, jika suatu proyek CDM berhasil memproyeksikan pengurangan emisi sebesar 1 juta ton CO2e dalam setahun, pendapatan kasar yang diperoleh proyek tersebut satu tahunnya sekitar 10 juta dolar AS dari penjualan CER.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat yang diangkat adalah bagaimana perlindungan hutan, sebagai suatu komoditas yang harus dilestarikan karena dapat berperan penting dalam penanggulangan masalah pemanasan global, menjadi sangat penting. Negara-negara maju ikut berkontribusi pada pelestarian hutan ini sebagai kompensasi tingginya tingkat emisi gas di negara mereka. Pelestarian hutan seharusnya tidak dianggap sebagai liabilitas, namun lebih sebagai aset berharga. Perdagangan karbon ini juga dipercaya dapat membangkitkan perekonomian negara dunia ketiga sekaligus menciptakan kondisi lingkungan yang relatif lebih baik. Apalagi, menurut Frank Momberg, seorang ahli lingkungan di Flora &amp;amp; Fauna International untuk kawasan Asia Tenggara, industri di negara industri, terutama dari sektor transportasi memang merupakan penghasil gas rumah kaca terbesar. Namun konversi hutan juga turut berkontribusi. Saat hutan dikonversi, didegradasi, atau dibakar, muncullah CO2 dan jumlahnya mencapai 18% dari semua emisi. Jadi, pengelolaan hutan ini penting untuk dilakukan dan karena itu patut mendapat kompensasi setimpal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar bagus? Atau Anda berpikir sebaliknya? Pihak kontra selalu memandang bahwa solusi ini terkesan seperti menyederhanakan masalah. Negara industri bisa dengan bebas mengotori atmosfer dengan karbon dari proses industrinya selama mampu membeli CER sebagai kompensasinya. Perdagangan karbon tidak mengurangi emisi, namun hanya memindahkannya saja. Tak ubahnya seperti sarana pencucian dosa. Konsekuensi jangka panjangnya, emisi gas rumah kaca hanya akan terus membesar dan keuntungan perusahaan dari produksi meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Posisi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Apapun, perdagangan karbon tersebut telah disepakati. Sekarang pertanyaannya, dimana posisi Indonesia? Setelah meratifikasi Protokol Kyoto melalui Undang-undang Nomor 17 tahun 2004, Indonesia membuka peluang ikut serta dalam arus perdagangan karbon. Sebagai fasilitator dan koordinator CDM di tingkat nasional, pemerintah membentuk Komisi Nasional Mekanisme Pembangunan Bersih (Komnas MPB) di bawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup pada Juli 2005. Di setiap negara, komisi semacam juga ada dengan sebutan DNA (Designated National Authority).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, dengan hutannya yang luas, memang memiliki potensi dalam hal ini. Berdasarkan Kajian Strategis Nasional Sektor Kehutanan dan Energi (KSNKE) yang dilakukan pada tahun 2001-2002, Indonesia memiliki potensi pengurangan emisi gas rumah kaca sekitar 23-24 juta ton CO2e per tahun. Jika dikonversi ke nilai CER, potensinya menjadi 230 juta dolar AS dalam setahun (sekitar 2,3 triliun rupiah). Bukan jumlah yang kecil. Indonesia sendiri cukup aktif dalam proyek-proyek seperti ini. Saat ini saja ada dua proyek lagi dari Indonesia yang masih antre untuk disetujui oleh Badan Eksekutif CDM. Bukan tidak mungkin jumlahnya akan terus bertambah. Hingga saat ini, beberapa proposal proyek juga terus diterima oleh Komnas MPB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu kabar baik? Tergantung. Masalahnya, yang mana merupakan hal klasik, ada di pelaksanaan. Selama ini, sektor kehutanan Indonesia sudah banyak sekali mendapat dana internasional yang diberikan melalui Global Environmental Fund (GEF) yaitu dana lingkungan dari Bank Dunia. Tapi adanya masalah korupsi membuat dana tersebut sering tidak pernah sampai ke lapangan, masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, atau pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem perdagangan, yang menganut sistem pasca bayar, memang menghindari adanya korupsi. Siapa saja yang memiliki hutan harus melestarikannya dulu. Kalau dia dapat membuktikannya, baru setiap tahun mendapat pembayaran. Tapi kembali terdapat satu aspek kritis untuk sistem perdagangan karbon yaitu siapa yang memiliki karbon, dan itu sangat penting di Indonesia. Seperti diutarakan Frank Momberg, masalahnya di Indonesia adalah pada umumnya negaralah yang dianggap memiliki hutan. Padahal masyarakat juga merasa memiliki hutan secara tradisional atau secara adat. Aspek yang paling penting adalah apakah kita bisa mengembangkan satu sistem perdagangan karbon yang adil. Jadi para pihak yang betul-betul berkepentingan, seperti masyarakat lokal ikut menikmati hasil dari perdagangan karbon ini, tidak hanya tertahan di pemerintah pusat atau pemerintah daerah saja. Itu PR bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, yang penting untuk digarisbawahi disini, tujuan kita bersama adalah penanggulangan masalah yang lebih besar lagi, pemanasan global. Jangan sesekali melupakan esensi tersebut. Pemanasan global harus dihadapi bukan semata dengan memuluskan mekanisme perdagangan karbon. Jika negara industri tetap saja menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan sangat tinggi tanpa peduli dengan dampaknya, perdagangan karbon hanya akan menjadi legalisasi kelakuan boros dan polutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;I Putu Meidy Hartawan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekretaris PD KMHDI Jawa Timur&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-5609441602893478762?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/5609441602893478762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=5609441602893478762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5609441602893478762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5609441602893478762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/bom-waktu-perdagangan-karbon.html' title='Bom Waktu Perdagangan Karbon'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-945397550022463914</id><published>2008-09-03T08:50:00.000-07:00</published><updated>2008-11-05T03:20:57.947-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Bumi Memanas karena Ulah Manusia</title><content type='html'>Bulan Desember tahun 2007 yang lalu di Bali diadakan KTT antar negara di dunia yang khusus membahas mengenai masalah perubahan iklim dunia. Pada saat itu media cetak dan elektronik berlomba-lomba memberitakan masalah perubahan iklim. Pemerintah Indonesia juga sangat antusias ikut serta dalam membahas masalah tersebut, apalagi Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Tapi tidak lama berselang setelah konferensi  tersebut, pemberitaan itu hilang seperti ditelan bumi, tanpa ada banyak tindak lanjut. Ini terlihat dari tidak ada publikasi dari pemerintah ke masyarakat tentang keputusan atau hasil dari perbincangan antar negara tersebut. Masyakat kebanyakan seperti tidak mau tahu, dan tidak bertindak apapun. Walaupun sering sekali negara kita terkena dampak dari perubahan iklim.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita berbicara mengenai perubahan iklim, kita mungkin sudah tahu  bahwa penyebab dari perubahan iklim adalah pemanasan global. Pemanasan global adalah fenomena naiknya suhu bumi akibat peningkatan efek rumah kaca. Sinar matahari yang seharusnya dipantulkan kembali ke angkasa malah terperangkap di atmosfir karena peningkatan jumlah gas-gas tertentu. Fenomena yang disebut efek rumah kaca inilah yang membuat bumi panas. Perubahan ini berlangsung perlahan namun nyata sebagaimana pemanasan suhu yang dirasakan penduduk Puncak, Bogor, Jawa Barat.Dampak pemanasan global juga dirasakan di kawasan pesisir. Walau hanya sebagai salah satu penyebab, pemanasan global turut memperparah fenomena rob atau masuknya air laut ke daratan. Tinggi permukaan laut bertambah akibat mencairnya lapisan es kutub. Dampak lain dari pemanasan global adalah kekacauan iklim yang tentunya membawa dampak pada pertanian. Dan kita dapat berkaca pada apa yang terjadi di tahun 2006, yaitu salah satu akibat dari pemanasan global adalah banjir yang menelan korban jiwa mencapai 1.250 orang, merusak 36 ribu rumah dan menggagalkan panen di 136 ribu hektar lahan pertanian. Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) mencatat secara tidak langsung kerugian yang timbul akibat banjir dan tanah longsor mecapai 20,57 triliun, atau setara dengan 2,94% dari APBN 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global akibat terperangkapnya sinar panas sinar matahari oleh gas-gas yang ada di atmosfir. Adapun gas-gas yang mampu memerangkap dan memantulkan radiasi matahari itu antara lain karbon dioksida, dinitro oksida, metana, dan hidro fluoro-karbon. Gas-gas rumah kaca itu ada yang dihasilkan secara alami seperti dari pembusukan sampah dan kotoran ternak. Adapula yang berasal dari ulah manusia seperti asap kendaraan dan pabrik serta gas untuk pendingin udara maupun tata rambut. Dari semua gas itu emisi gas karbon dioksida-lah yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal bisa dilakukan untuk mengerem laju pemanasan global. Salah satu adalah dengan mengurangi emisi gas karbon dioksida antara lain dengan mengurangi pemakaian kendaraan dan mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan. Mendorong pengoperasian pembangkit listrik bebas polusi seperti pembangkit listrik tenaga air atau tenaga angin serta memanfaatkan sampah dan limbah peternakan menjadi gas biomasa. Dan tentunya tetap menjaga hutan sebagai paru-paru dunia untuk menyerap karbon dioksida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negara yang punya hutan yang sangat luas, sekitar 126,8 juta hektar, sebenarnya kita sangat mampu untuk mengurangi kecepatan pemanasan global. Walaupun pemanasan global tidak dapat dihentikan, sekitar 0,6 °C per tahun, tapi karena keserakahan manusia lah, hutan kita berkurang setiap tahun sekitar seluas pulau Bali (2 juta hektar). Karena itu pemanasan global tidak tebendung lagi. Kerusakan hutan kita dipicu oleh tingginya permintaan pasar dunia terhadap kayu, meluasnya konversi hutan menjadi perkebunan sawit, korupsi dan tidak ada pengakuan terhadap hak rakyat dalam pengelolaan hutan. Apalagi ditambah dengan pembuangan gas emisi kendaraan yang begitu meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita sekarang butuhkan adalah kesadaran pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya masalah ini. Dan kita harus bekerjasama untuk menanggulanginya. Kalau  proses pemanasan global ini tidak cepat direm, bisa jadi manusia akan seperti dinosaurus, punah, karena alam telah murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;I Putu Yasa Antara&lt;br /&gt;Mahasiswa Teknik Perkapalan ITS&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-945397550022463914?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/945397550022463914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=945397550022463914' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/945397550022463914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/945397550022463914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/bumi-memanas-karena-ulah-manusia.html' title='Bumi Memanas karena Ulah Manusia'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-4378132182740010189</id><published>2008-09-03T08:44:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T08:49:59.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Mengapa Why?</title><content type='html'>Manusia tidak melakukan sesuatu tanpa alasan. Akan selalu ada alasan untuk setiap tindakan. Keterpaksaan juga dapat dimasukkan sebagai satu alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda masih ingat dengan kampanye safety riding? Sekarang hal tersebut masih berlaku, namun gaungnya boleh dikatakan meredup. Seingat saya, dulu banyak sekali cara yang dilakukan pemerintah untuk mendorong masyarakat melakukan itu. Setelah adanya sosialisasi selama beberapa pekan, razia di beberapa sudut kota juga jamak ditemui. Beberapa media turut berperan serta, seperti misalnya memberikan semacam reward bagi pengendara yang kedapatan menaati aturan. Namun kenapa pelaksanaannya tidak bertahan?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu fenomena yang saya lihat adalah alasan yang tertanam di masyarakat sedikit melenceng. Boleh jadi karena dulu mereka merasa terpaksa dengan adanya banyak razia. Atau mungkin ada yang hanya merasa termotivasi dengan reward yang ditawarkan. Nah setelah dua hal itu menghilang, seiring dengan berakhirnya kampanye, habis sudah alasan beberapa golongan masyarakat untuk mengikuti aturan ini lebih jauh. Sayang sekali bahwa alasan yang melekat bukan mengapa safety riding ini penting, mengapa ini harus dilakukan, dan mengapa ini dapat membuat, tidak hanya saya, namun juga pengguna jalan lain lebih aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa budaya masyarakat ini memang campah (menganggap remeh) pada peraturan seperti itu? Anda sadar kalau kita sering mendengar celetukan "nggak usah pake helm, ga ada polisi juga." Lho, bukankah memakai helm itu untuk keselamatan kita sendiri? Kenapa sekarang berubah menjadi agar dilihat oleh polisi? Sekali lagi itu alasan yang tertanam di benak masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, jaman saya masih es-em-a, saya sering tergelitik dan tergelak melihat beberapa reality show di televisi. Mungkin Anda juga pernah menyaksikannya walaupun hanya sepintas lalu. Beberapa reality show yang masih membekas itu antara lain, program yang mengajak kita untuk menolong orang lain, selalu ingat mengucapkan terima kasih pada orang lain, bahkan yang paling gres, agar selalu setia pada pasangan. Ada hadiah yang lumayan besar lho kalau kita "terjebak" melakukan hal yang diharapkan. Acara tersebut pada jamannya sangat segar. Tapi apa? Kita diajak bercermin, melihat bahwa motivasi kita melakukan sesuatu belum sampai pada tahap keikhlasan ataupun kesadaran dari diri sendiri. Pertanyaan mengapa kita masih terjawab oleh adanya dorongan dari pihak lain dan itu sangat dominan. Kadang, di program-program tersebut, muncul wajah-wajah cuek yang dengan cepatnya berubah ketika mereka tahu bahwa ini adalah suatu skenario yang ada rewardnya. Miris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemukan jawaban dari "why" Anda sangat penting. Itu menentukan seberapa besar motivasi Anda atau rekan-rekan Anda melakukan sesuatu yang diharapkan. Bahkan dapat diramalkan seberapa jauh tindakan tersebut tetap dilaksanakan dan apa yang bisa dilakukan untuk memicu hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban dari "why", yang mana akan menjadi alasan, dapat bermacam-macam. Salah satunya seperti disebutkan diatas, adalah keterpaksaan. Hanya, satu hal yang ingin saya tegaskan, orang pintar, atau istilahnya kaum intelek, sepatutnya melakukan sesuatu dengan kesadaran penuh. Alasan melakukan sesuatu harus berdasar pada pemikiran sendiri, bukan karena itu adalah hal wajib yang mesti ditelan mentah-mentah atau didogmakan tanpa tahu logikanya. Kendati kita tahu itu baik, namun jika alasan kita melakukan itu karena keterpaksaan semata, tanpa tahu apa esensinya, niscaya itu juga tidak akan berdampak maksimal. Apalagi jika penegakannya tidak serius, muncullah yang namanya pelanggaran peraturan atau tidak tercapainya tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan, pelatihan yang baik pasti akan memaparkan di awal, mengapa kita memerlukan materi ini. Polling sering menanyakan alasan Anda memilih suatu opsi. Itu agar Anda memiliki gambaran, alasan apa yang tertanam dalam diri Anda dalam melakukan sesuatu. Jadi, selalu tanyakan mengapa saya melakukan ini atau mengapa hal ini perlu dilakukan sebelum Anda memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya, bagaimana menumbuhkan alasan dengan kesadaran diri? Ok, kesadaran memang muncul dari diri sendiri. Anda tidak bisa memaksa diri untuk menyetujui suatu idealisme apabila idealisme itu memang bukan jalan Anda. Tetapi, Anda dapat membuka pikiran, memperluas pandangan, dan menambah wawasan seputar masalah tersebut guna mendapat masukan yang dapat dijadikan pertimbangan kembali. Contoh kecil, isu pemanasan global membuat banyak pihak mengampanyekan perubahan kebiasaan yang merugikan lingkungan. Tanyakan pada diri sendiri, mengapa hal ini penting dan mengapa saya harus melakukan ini? Itu akan memunculkan alasan tersendiri yang sangat mungkin berbeda pada tiap personal, tergantung banyaknya informasi yang didapat. Selanjutnya Anda dapat memutuskan apakah akan ikut arus, berdiam diri, atau menciptakan tren baru. Jangan sampai Anda ikut arus tanpa tahu arti atau bersikap masa bodoh karena tidak tahu informasi. Itu sama sekali bukan sikap kaum intelek.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-4378132182740010189?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/4378132182740010189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=4378132182740010189' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4378132182740010189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4378132182740010189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/mengapa-why.html' title='Mengapa Why?'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7254588640548296850</id><published>2008-09-03T08:41:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T12:18:01.672-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polling'/><title type='text'>Bumi yang Makin Panas</title><content type='html'>Pan Glebeg (petani) : Beh, kok begini susahnya sekarang bercocok tanam? Sudah cuaca gak menentu, hama tambah garang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putu Koncreng (dokter) : Kian hari penyakit semakin aneh-aneh saja. Perlu belajar buat nambah pengetahuan baru nih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Made Kembung (apoteker) : Perlu bikin obat-obat baru, sepertinya obat-obat yang lama sudah gak mempan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komang Gredeg (pengusaha) : Saya harus keluar uang lebih untuk perdangangan karbon dari gas buang pabrik yang saya punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketut Buglig (teknisi) : Alat-alat yang sudah beredar di pasaran sepertinya perlu perancangan yang lebih baik supaya sedikit lebih ramah lingkungan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun belakangan ini, berbagai lapisan masyarakat dari golongan teratas sampai terbawah sudah mulai merasakan perubahan-perubahan yang ekstrim. Baik di sektor pertanian, kesehatan maupun industri. Menurut isu yang berkembang atau dikembangkan, apa yang terjadi saat ini akibat dari pemanasan global (global warming). Benar atau tidak isu ini, masih ada beberapa kelompok yang meragukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Hindu di Surabaya hampir seluruhnya yakin dengan adanya global warming. Seperti yang terlihat pada gambar 1, 97,62% menyatakan bahwa global warming itu benar adanya dan hanya 2,38% yang masih meragukan hal ini. Global warming, menjadi isu yang sangat hangat dan banyak diperbincangkan karena adanya berbagai dampak buruk yang terjadi. Bahkan hal ini dikonvensikan di Bali beberapa bulan yang lalu. Hal ini sudah menjadi isu yang sangat santer beberapa tahun sebelumnya, ditandai dengan adanya Protokol Kyoto yang isinya menyangkut global warming. Berbagai dampak yang dirasakan oleh mahasiswa Hindu di Surabaya adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULFWTVOAnI/AAAAAAAAAJ0/t-GJ7VXzD2g/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULFWTVOAnI/AAAAAAAAAJ0/t-GJ7VXzD2g/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278998700168708722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Udara yang semakin panas paling banyak dirasakan oleh responden, 92,86%. Sementara itu iklim yang tidak menentu dirasakan oleh 90,48% responden. Untuk bencana alam sendiri, hanya 69,05% yang menggangap itu merupakan dampak dari global warming. Dampak lain yang dirasakan oleh responden, seperti dikemukakan Made Yessy Paramita, mahasiswi semester 6 Farmasi Ubaya, adalah pola penyakit yang tidak menentu. Hal ini juga didukung oleh I Made Hesta Dipradana yang saat ini kuliah di Akuntansi Unair semester 7.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULFWOKacLI/AAAAAAAAAJs/Dx_L5i_9HpI/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULFWOKacLI/AAAAAAAAAJs/Dx_L5i_9HpI/s320/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278998698781208754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Hindu, ada yang namanya Tri Hita Karana. Inti ajaran Tri Hita Karana dalam Hindu adalah menjaga keselarasan hubungan, baik dengan Ida Sang Hyang Widi Wasa, antar sesama manusia, ataupun dengan lingkung an. Salah satu yang dapat diambil untuk menanggulangi global warming adalah menjaga keselarasan antara manusia dengan lingkungan. Mahasiswa Hindu di Surabaya, 83% menyatakan sudah menjaga keselarasan hubungan dengan palemahan atau lingkungannya. Namun, dari seluruh responden, ada 5% yang masih merasa belum menjaga hubungan baik dengan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULFVZFmlcI/AAAAAAAAAJk/CP6oIE23ggQ/s1600-h/3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULFVZFmlcI/AAAAAAAAAJk/CP6oIE23ggQ/s320/3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278998684533953986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menariknya walaupun hanya disediakan pilihan ya atau tidak, ada yang membuat pilihan sendiri, yaitu kadang-kadang. Salut buat 12% responden yang tetap teguh pada pendirian untuk tidak mau dikelompokkan secara ekstrim dan tetap menjadi kelompok abu-abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi dampak dari global warming dapat dilakukan dengan berbagai hal. Menurut 83,33% responden, untuk mengurangi dampak global warming adalah dengan melakukan penghijauan. Sedangkan pengurangan konsumsi BBM merupakan pilihan yang paling sedikit disetujui. Ini mungkin karena begitu mobilenya para responden, sehingga hal ini paling sulit dilakukan. Alternatif kegiatan yang muncul dari responden antara lain melakukan Catur Brata Penyepian, seperti yang dikemukakan oleh I D. Gede Anom P. yang saat ini kuliah di Teknik Sipil ITS semester akhir. Dewa, yang akrab dipanggil Balang, beralasan ini merupakan hal yang paling gampang dilakukan dan menimbulkan efek yang cukup besar.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULFVeqg_SI/AAAAAAAAAJc/X3mpxDgAt2Y/s1600-h/4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 273px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULFVeqg_SI/AAAAAAAAAJc/X3mpxDgAt2Y/s320/4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278998686030953762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Luh Putu Desi P. Dia menyarankan langkah kongkrit yang dapat dilakukan adalah menjadi vegetarian. Selain cinta kasih kepada sesama makhluk hidup, banyak pembabatan hutan yang sangat luas untuk menggembalakan ternak, imbuh mahasiswa Statistika ITS semester akhir ini. Alternatif lainnya yang banyak disarankan oleh responden adalah dengan membuang sampah pada tempatnya, seperti yang diusulkan oleh Satria Wibawa, mahasiswa Fakultas Kedokteran UWKS semester 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, 43% responden belum melakukannya. Namun, dari gambar 5, terdapat berita baik. Dari 43% responden yang menjawab tidak, 83% berencana akan melakukannya. “Karena sekarang saya baru menyadari bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah penting”, ungkap Ni Putu Ana Susanti yang saat ini kuliah di Poltekkes Depkes Surabaya. Mudah-mudahan kesadaran ini juga diikuti tindakan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULFU7srDBI/AAAAAAAAAJU/khjqzgKPjyI/s1600-h/5.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 304px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULFU7srDBI/AAAAAAAAAJU/khjqzgKPjyI/s320/5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278998676644760594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diluar benar atau tidaknya isu global warming ini, kita harus tetap menjaga hubungan yang harmonis dengan lingkungan. Mudah-mudahan apa yang ditakutkan dari global warming dapat diminimalisir. Selamat berjuang dan bekerja untuk menjaga kelestarian lingkungan.(lis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metode polling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kluster purposit random sampling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jumlah Responden&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pria 25&lt;br /&gt;Wanita 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waktu Survei&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7254588640548296850?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7254588640548296850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7254588640548296850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7254588640548296850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7254588640548296850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/bumi-yang-semakin-panas.html' title='Bumi yang Makin Panas'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULFWTVOAnI/AAAAAAAAAJ0/t-GJ7VXzD2g/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-327084369313153377</id><published>2008-09-03T08:37:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T08:40:24.317-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Everything is Under Control</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6vozGmqoI/AAAAAAAAAEU/MJ_rbJKtc1Q/s1600-h/850263990l.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6vozGmqoI/AAAAAAAAAEU/MJ_rbJKtc1Q/s200/850263990l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241820131753372290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa diperbuat kepengurusan bila waktu yang ada hanya delapan bulan saja? Itu pun belum dipotong liburan akademis. Well, jika pertanyaan tersebut dilontarkan pada ketua UKMKHD UNAIR yang sekarang, Ida Ayu Paramitaswari, jawabannya adalah banyak kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis manis yang sering dipanggil Mizae ini bahkan telah memulai gebrakannya. Hanya berselang sebulan lebih dari saat kepengurusannya terbentuk, UKMKHD UNAIR sudah berhasil menghelat U2 Cup Season II pertengahan Mei kemarin.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswi Sastra Inggris UNAIR ini menegaskan bahwa U2 Cup adalah awal dari serangkaian kegiatan yang sudah dicanangkannya. Selain meneruskan program-program kerja kepengurusan terdahulu, ia juga menjanjikan akan ada kegiatan baru lagi. Mizae optimis, dengan bantuan rekan-rekannya, semua kegiatan tersebut dapat terealisasi. Wah, kayaknya dalam hal semangat, bajang yang hobi menari ini patut ditiru deh. Yuk, kita mengenal Mizae lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W(iweka) : Om Swastyastu. Mizae, apa saja kegiatannya sekarang?&lt;br /&gt;M(izae) : Om Swastyastu. Sekarang lagi kuliah, ngurus UKM, dan kadang nari dimana-mana.&lt;br /&gt;W : Bisa diatur dengan baik antara kuliah dan organisasi?&lt;br /&gt;M : Astungkara, sampai saat ini everything is under control. Hehe..&lt;br /&gt;W : Ada manfaatnya ga semua kegiatanmu itu? Atau justru malah merugikan?&lt;br /&gt;M : Semua pasti ada hal positif dan negatifnya. Buat saya, semua yang sedang saya jalani sekarang adalah yang terbaik dan akan memberikan sesuatu yang berguna nantinya untuk saya.&lt;br /&gt;W : Selama ini, bagaimana rasanya menjabat sebagai ketua UKMKHD UNAIR?&lt;br /&gt;M : Asyik-asyik aja. Teman-teman pengurus juga bisa diajak bekerja sama.&lt;br /&gt;W :  Apakah UKMKHD berjalan dengan baik?&lt;br /&gt;M : Astungkara, sangat baik. Para anggota selalu aktif dan antusias kalau ada kegiatan.&lt;br /&gt;W : Selama ini, siapa saja yang mendukung kegiatan UKMKHD UNAIR?&lt;br /&gt;M : Kami memiliki dua orang pembina dari dosen tetap UNAIR yang beragama Hindu. Pembina 1, Ibu Made Sukartini, dan Pembina 2, IGNA Satrya W. Kakak-kakak angkatan juga selalu membina kami. Terus, tentu saja dukungan besar datang dari anggota UKMKHD UNAIR. Lalu yang paling utama adalah dari Ida Sang Hyang Widhi. Oh ya, Rektorat dan UKM lain juga sangat mendukung kegiatan-kegiatan kami.&lt;br /&gt;W : Kemarin kalian baru mengadakan U2 Cup. Bagaimana pelaksanaannya?&lt;br /&gt;M : Dari segi panitia TOP. Teman-teman berkoordinasi dengan sangat baik. Dari segi peserta pun saya lihat sangat bersemangat. Untuk keseluruhan, kegiatan ini dapat dibilang sukses. Yang paling penting, tujuan kami mengadakan acara ini, yaitu menciptakan hubungan yang baik antar UKKH di Surabaya, dapat tercapai.&lt;br /&gt;W : Ada hal yang harus dibenahi?&lt;br /&gt;M : Pasti ada aja yang salah. Kalau kemarin, misscommunication yang paling sering terjadi. Namun kami senang karena teman-teman peserta juga memberi masukan. Semoga pelaksanaannya tahun depan bisa lebih baik.&lt;br /&gt;W : Selain U2 Cup, apalagi program yang menjadi unggulan UKMKHD UNAIR?&lt;br /&gt;M : Kami punya program kerja-program kerja unggulan. U2 Cup, Penerimaan Anggota Baru, Tirta Yatra, dan Baksos. Tahun ini saya juga memasukkan satu program kerja baru lagi yakni lomba kerohanian antar pelajar se-Surabaya dimana kami rencananya mengundang anak-anak SMP dan SMA serta teman-teman UKKH untuk berpartisipasi. Astungkara dapat terealisasi. Kendati pun di UNAIR sekarang ini sedang ada perombakan, yang menyebabkan masa kepengurusan semua organisasi di UNAIR diperpendek, saya percaya kepengurusan sekarang mampu melakukan itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;About Global Warming&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;W : Dunia sedang khawatir dengan masalah global warming. Menurutmu, apa yang patut diperhatikan?&lt;br /&gt;M : Kelakuan masyarakatnya. Bagaimana caranya menyadarkan masyarakat untuk ikut berperan walaupun cuma hal kecil.&lt;br /&gt;W : Kalau kamu lihat, apa sudah ada usaha untuk itu?&lt;br /&gt;M : Saya rasa sudah. Hanya saja prakteknya masih kurang. Saya lihat banyak billboard, iklan radio, dan spanduk tentang global warming dipublikasikan untuk memberi peringatan pada masyarakat. Pemerintah harus lebih tegas lagi dalam menindak kasus-kasus illegal logging dan hal-hal lain yang berhubungan dengan global warming.&lt;br /&gt;W : Secara spesifik, apa yang dapat dilakukan mahasiswa dalam hal ini?&lt;br /&gt;M : Bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti buang sampah pada tempatnya, buat halaman rumah jadi adem, kan kita juga jadi adem, hehe.. Saling mengingatkan juga lah sesama teman masalah memelihara lingkungan.&lt;br /&gt;W : Ok, makasi Miz. Terakhir, ada pesan buat pembaca?&lt;br /&gt;M : Apa ya? Ayam paha 1, nasi, tempe, jangan lupa es tehnya, hehe.. Nggak, becanda. Yuk, kita lestarikan budaya Hindu dan menjaga hubungan baik antar sesama umat. Buat mahasiswa Hindu, ayo dong berkreativitas, hohoho... Suksma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biodata :&lt;br /&gt;Nama Lengkap : Ida Ayu Agung Paramitaswari&lt;br /&gt;Nama Panggilan : Mizae&lt;br /&gt;TTL : Tabanan, 16 Juli 1988&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan : &lt;br /&gt;TK Saraswati Tabanan&lt;br /&gt;SD Saraswati 5 Depasar&lt;br /&gt;SMP N 1 Denpasar&lt;br /&gt;SMA N 1 Denpasar&lt;br /&gt;UNAIR Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Inggris 2006&lt;br /&gt;Pengalaman Organisasi :&lt;br /&gt;OSIS SMA N 1 Denpasar&lt;br /&gt;Bendahara Teater Angin&lt;br /&gt;Swastika Taruna&lt;br /&gt;Ketua UKMKHD UNAIR periode 2008&lt;br /&gt;Hobby : Baca buku, travelling, dancing&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-327084369313153377?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/327084369313153377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=327084369313153377' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/327084369313153377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/327084369313153377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/everything-is-under-control.html' title='Everything is Under Control'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6vozGmqoI/AAAAAAAAAEU/MJ_rbJKtc1Q/s72-c/850263990l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-8636688735603438856</id><published>2008-09-03T08:33:00.001-07:00</published><updated>2008-09-03T08:37:23.497-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>U2 Cup  “Season II”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6vFhB1bCI/AAAAAAAAAEM/EG5SkGwNcEU/s1600-h/P1040180.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6vFhB1bCI/AAAAAAAAAEM/EG5SkGwNcEU/s200/P1040180.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241819525606108194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ajang kompetisi antar mahasiswa Hindu yang diselenggarakan oleh UKMKHD UNAIR telah dilangsungkan. Acara ini memasuki penyelenggaraannya yang kedua (periode 2008) sehingga disebut ”U2 CUP SEASON II”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya pada tanggal 24-25 Mei 2008, U2 Cup ini diselenggarakan di auditorium kampus C, UNAIR. Peserta dari berbagai kalangan mahasiswa Hindu di Surabaya antusias mengikuti acara ini.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tari Sekar Jagad, yang dibawakan oleh dua orang mahasiswi UNAIR yaitu Ni Putu Fitri Indriyani dan Ni Made Dwi Mara Widyani Nayaka, menjadi sajian pembuka di hari pertama. Indah dan gemulainya tari berciri khas adat Bali pun mulai terasa di awal acara ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dilanjutkan dengan pertandingan futsal. Sorak sorai dari pendukung terasa terutama saat tim yang didukungnya berhasil mencetak gol. Suasana tegang bercampur senang campur menjadi satu. Hiruk pikuk pun terjadi saat tim yang didukung meraih kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua merupakan hari penentuan sekaligus hari terakhir U2 Cup season II. Sebagai informasi, UKMKHD UNAIR, yang notabene adalah tuan rumah, belum berhasil memenangi perlombaan futsal maupun akustiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terakhir U2 Cup season II ini ternyata membawa berkah bagi tim dari UKKH UWKS. Mereka berhasil memborong juara I dan II turnamen futsal. Posisi ketiga direbut oleh perkumpulan mahasiswa asrama Saraswati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TPKH ITS pun tidak mau ketinggalan. Mereka meraih tripple kemenangan pada U2 Cup ini. Seolah-olah belum merasa puas telah berhasil menyabet juara I dan III pada perlombaan akustik, ITS kembali mengoleksi kemenangan tambahan dengan menjadi supporter terbaik U2 Cup. Juara II perlombaan akustik sendiri diraih  oleh SKKH UHT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tidak semegah acara–acara besar yang sering kita lihat, tetapi makna yang kita peroleh dengan adanya acara ini dapat membantu mempererat rasa kebersamaan antar mahasiswa hindu di Surabaya ini sekaligus menyadarkan kita untuk menjaga budaya agar tetap lestari.(ayu)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-8636688735603438856?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/8636688735603438856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=8636688735603438856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8636688735603438856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8636688735603438856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/u2-cup-season-ii.html' title='U2 Cup  “Season II”'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6vFhB1bCI/AAAAAAAAAEM/EG5SkGwNcEU/s72-c/P1040180.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-577958404335069034</id><published>2008-09-03T08:26:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T08:33:29.796-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Virus Semangat Arek STIKOM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6uBQP9qgI/AAAAAAAAAEE/CxgNq-tDWco/s1600-h/DSCF0062.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6uBQP9qgI/AAAAAAAAAEE/CxgNq-tDWco/s200/DSCF0062.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241818352870861314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cukup banyak pura di wilayah Jawa Timur yang belum rampung. Padahal pura merupakan hal yang mendasar dalam kegiatan keagamaan umat Hindu. Jadi, niat mulia para mahasiswa dari UKKH STIKOM, yang dituangkan dalam bentuk bakti sosial membangun pura, patut diapresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baksos UKKH STIKOM 2008 yang memang merupakan agenda rutin ini dilangsungkan pada 9 – 10 Mei 2008. Total terdapat 39 orang yang mengikuti acara tersebut. Hebatnya, pesertanya tidak hanya didominasi oleh satu angkatan. Bercampurnya berbagai angkatan, mulai dari 2004 hingga 2007, seolah menunjukkan kekompakan yang terjalin erat antar anggota.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura yang menjadi target baksos arek-arek STIKOM adalah Pura Wiwara Dharma di Dusun Tenggong, Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi, Blitar. Dalam pemilihan pura, UKKH STIKOM juga bekerja sama dengan Puja, salah satu tokoh di WHDI, guna mencari pura yang sedang dalam proses membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan utama dari baksos yang diketuai oleh I Gede Abi Yodita ini adalah membantu pembangunan wantilan, dalam hal pembuatan pondasinya. Para mahasiswa bersama warga, menghabiskan hampir sepanjang hari pertama dengan menggali tanah dan mengangkut batu untuk pondasi wantilan. Sementara hari kedua atau hari terakhir kegiatan lebih banyak diisi sosialisasi dengan penduduk sekitar. Sempat pula diadakan Dharma Wacana yang dibawakan oleh Adi Suripto, seorang tokoh masyarakat disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan positif ini disambut dengan sangat baik oleh penduduk sekitar. Hal ini diakui oleh Suripto di sela-sela acara. Ia menyampaikan terima kasihnya, mewakili umat Hindu disana. Menurut Suripto, kedatangan para mahasiswa dengan mengemban misi sosial ini menularkan semangat dan antusiasme yang besar bagi masyarakat Hindu di Dusun Tenggong. Apalagi dengan kondisi bahwa disana hanya terdapat kurang lebih 20 KK yang beragama Hindu. Wajar apabila mereka, yang sebagian besar mata pencahariannya adalah petani, menyambut hangat kedatangan rombongan mahasiswa UKKH STIKOM ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu pula yang agaknya membuat peserta baksos ini semakin antusias. De Gus, ketua UKKH STIKOM, melihat bahwa selain karena keindahan dan kesejukan suasana Dusun Tenggong, keramahan penduduk menjadi salah satu faktor utama yang membuat para anggotanya sangat bersemangat menjalani seluruh kegiatan baksos. Ke depan, ia mengharapkan kegiatan ini dapat selalu dilaksanakan tiap tahunnya, tentunya dengan persiapan yang lebih baik lagi, sebab kegiatan ini dirasa sangat bagus. Tidak hanya memberi bantuan ke pihak lain, namun juga membawa kepuasan bagi diri sendiri.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-577958404335069034?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/577958404335069034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=577958404335069034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/577958404335069034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/577958404335069034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/virus-semangat-arek-stikom.html' title='Virus Semangat Arek STIKOM'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6uBQP9qgI/AAAAAAAAAEE/CxgNq-tDWco/s72-c/DSCF0062.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-9189491677219801061</id><published>2008-09-03T08:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T08:18:44.579-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>Ajaran Cinta Kasih Dalam Tri Hita Karana</title><content type='html'>Tri Hita Karana berasal dari bahasa Sansekerta, dari kata tri+hita+karana yang masing-masing berarti tiga,sejahtera dan sebab. Bila dirangkai berarti tiga hal yang menyebabkan sejahtera. Hita karana berarti yang bermanfaat,yang sangat berguna. Kata yang berasal dari bahasa sansekerta ini juga menjadi kosakata dalam bahasa jawa kuno yang juga mengandung pengertian yang sama dengan bahasa asalnya. Dalam pengertian yang leksikal Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga hubungan yang harmonis, yakni:&lt;br /&gt;1.Hubungan antara manusia dengan Tuhan yang maha esa.&lt;br /&gt;2.Hubungan antara manusia dengan sesama manusia.&lt;br /&gt;3.Hubungan antara manusia dengan alam semesta dan makhluk lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam kitab suci Veda bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan segala isinya.Tuhan menempatkan planet bumi dan sorga diangkasa raya seperti digambarkan dalam kitab suci Veda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Atharvaveda X.2.25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Brahman menciptakan bumi ini. Brahman menempatkan surga diatas sana, Brahmanlah yang menempatkan ini dikawasan/angkasa yang sangat luas di atas dan terbentang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Atharvaveda XIII.3.1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhan yang maha esa merupakan sumber kebahagiaan. Ia adalah maharaja dari segala yang brgerak dan tidak bergerak dialam semesta ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kutipan mantra diatas menyatakan bahwa Tuhan sebagai pencipta alam semesta,pencipta bumi dan sorga di angkasa raya yang maha luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Agveda X.191.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai umat manusia,hendaklah pikiranmu sama. Bermusyawarahlah bersama. Hendaknya samalah gagasanmu,aku telah memberimu kesamaan dan kemudahan yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Agveda X.191.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai umat manusia. Semogalah kamu maju dengan niat-niat yang sama. Semoga hati dan pikiranmu satu sama lainnya,sehingga kamu dapat mengaturnya secara bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bila setiap orang dapat membina hubungan yang harmonis dengan Sang Maha pencipta,dengan mengikuti segenap ajarannya, maka sesungguhnya kan memancarkan kasih sayang kepada sesama manusia bahkan kepada segala Makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan yang harmonis dengan alam semesta ciptaannya seperti bumi dan langit serta makhluk hidup lainnya merupakan sumber kebahagiaan. Untuk itu Tuhan menurunkan sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Atharvaveda XII.1.1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kebenaran yang agung, hukum alam yang tidak pernah dirubah,penyucian diri,pengendalian diri,pengetahuan dan pengorbanan yang menyangga bumi. Bumi senantiasa melindungi kita. Bumi menyediakan ruangan yang luas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Atharvaveda II.10.1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga langit dan bumi memberikan kamu keharmonisan dan kesejahteraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Atharvaveda XIX.9.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semogalah tidak ada yang menggangu dan mengotori bumi dan langit segera berakhir. semogalah planet surga memberikan kedamaian pada kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Atharvaveda XII.1.12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bumi pertiwi adalah ibu kami dan kami adalah putra-putrinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Atharvaveda IX.10.12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Langit adalah ayah kami,pelindung dan asal kelahiran kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Yayurveda XIX.77&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bumi adalah ibu kami dan langit adalah ayah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Yayurveda XIX.77&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan mengotori udara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bila kita perhatikan mantram-mantram tersebut diatas,jelaslah bahwa keharmonisan tidak hanya untuk sesama umat manusia, tetapi dengan segala ciptaannya, termasuk semua makhluk bumi pertiwi langit,para dewata, Tuhan dan sebagainya. Dengan demikian mantra diatas mengamatkan tiga kebahagiaan yang dipeoleh melalui hubungan yang harmonis atau keserasian yakni hubungan antara manusia dengan Tuhan yang maha esa(Brahmahita atau Devahita), hubungan antara manusia dengan sesama manusia(Manuuhahita), hubungan antara manusia dengan alam semesta dan makhluk lainnya(Bhutahita).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-9189491677219801061?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/9189491677219801061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=9189491677219801061' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/9189491677219801061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/9189491677219801061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/ajaran-cinta-kasih-dalam-tri-hita.html' title='Ajaran Cinta Kasih Dalam Tri Hita Karana'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-6008577323236805930</id><published>2008-09-03T08:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T08:12:03.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Aliran Air Suci Jolotundo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6pIk5HnKI/AAAAAAAAAD8/TidhT0r2_Jw/s1600-h/CIMG2794_edit.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6pIk5HnKI/AAAAAAAAAD8/TidhT0r2_Jw/s320/CIMG2794_edit.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241812981113134242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah situs peninggalan peradaban Hindu pada masa lampau kembali Wiweka kunjungi. Kali ini adalah bangunan situs yang dikenal dengan Petirtaan Jolotundo. Petirtaan Jolotundo terletak di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Untuk mencapai daerah yang terletak di kaki Gunung Penanggungan ini membutuhkan waktu kurang lebih dua jam perjalanan dari Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi petirtaan ini merupakan sebuah pemandian yang dibuka untuk masyarakat umum. Secara ilmiah sumber mata air ini telah di uji di laboratorium, memiliki kualitas yang baik. Karena penasaran kami pun mencoba membuktikan kejernihan sumber mata air ini dengan cara memasukkannya ke dalam kemasan botol air mineral, ternyata hasilnya memang jernih, tidak berasa dan tidak berbau. Menurut Wibisana, salah seorang umat Hindu yang sering mengunjungi tempat ini, air Petirtaan Jolotundo ini sering digunakan sebagai air minum ataupun memasak oleh umat Hindu di daerah Sidoarjo.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon sumber mata air yang berasal dari Gunung Penanggungan ini memiliki nilai spiritual. Karena nilai spiritualnya, mata air petirtaan ini digunakan untuk tirtha amertha di Pura Margowening, Krembung. Umat Hindu di Krembung pada momen Nyepi juga melaksanakan upacara melasti di tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai spiritual Hindu cukup terasa di petirtaan ini, mulai bangunan petirtaan yang menghadap ke arah sang surya terbit hingga beberapa sisa dupa dan bunga yang menghiasi beberapa sudut lokasi petirtaan. Kolam pemandian di bagi menjadi dua, di utara khusus pria dan di selatan khusus wanita. Di beberapa sudut bangunan petirtaan terdapat beberapa pancuran air yang airnya terus mengalir. Suasana terasa lengkap karena di sekitar kolam pemandian terdapat kolam dangkal yang berisikan ikan yang ikut menghiasi tempat ini. Selain terdapat pancuran mata air dan kolam pemandian, di sisi utara dan barat kolam, nampak bongkahan batu situs berbagai ukuran telah dikumpulkan secara rapi dalam satu tempat khusus. Mestinya bongkahan batu tersebut merupakan bagian bangunan dari situs Petirtaan Jolotundo. Namun, karena belum diketahui bagaimana bentuk sebenarnya, maka proses rekonstruksi belum bisa dilakukan. Beberapa diantara bongkahan tersebut, nampak coba disusun membentuk suatu bagian bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiweka sempat berbincang dengan salah seorang warga Desa Seloliman yang kebetulan mengunjungi lokasi ini. Menurut beliau konon Petirtaan Jolotundo merupakan tempat pertapaan Prabu Airlangga. Di bagian atas sebelah timur petirtaan terdapat sebuah sanggar pamujan Makutoromo peninggalan Prabu Airlangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa sejuk sangat terasa ketika kita berada di Petirtaan Jolotundo. Hal yang wajar karena lokasinya cukup tinggi, sekitar 525 meter di atas permukaan air laut. Daerahnya pun cukup rimbun, maka sangat layak tempat ini untuk kita kunjungi.(wis)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-6008577323236805930?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/6008577323236805930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=6008577323236805930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6008577323236805930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6008577323236805930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/aliran-air-suci-jolotundo.html' title='Aliran Air Suci Jolotundo'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6pIk5HnKI/AAAAAAAAAD8/TidhT0r2_Jw/s72-c/CIMG2794_edit.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-8194512972192116760</id><published>2008-09-03T08:01:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T08:07:55.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Menang Bersama Orang Lain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6n9dMRYbI/AAAAAAAAAD0/Fy-TJ3R3HwQ/s1600-h/resensi+buku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6n9dMRYbI/AAAAAAAAAD0/Fy-TJ3R3HwQ/s200/resensi+buku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241811690555793842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul: 25 Ways to Win With People, Buatlah Orang Lain Merasa   Sangat Berharga&lt;br /&gt;Penulis: John C. Maxwell dan Les Parrot Ph.D.&lt;br /&gt;Penerjemah:  Catherine Konggiwinata&lt;br /&gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Cetakan: Kedua, Juni 2007&lt;br /&gt;Tebal:  210 halaman + xviii&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar tindakan dalam hidup Anda, Anda gunakan untuk menambah kualitas hidup Anda masing-masing tanpa menghiraukan orang lain. Namun tanpa disadari, orang lain di sekeliling Anda pun turut menyumbangkan bakat, kemampuan dan inspirasi mereka untuk menginspirasi apa yang akan Anda perbuat. Dalam rubrik resensi kali ini, Anda akan belajar bagaimana caranya menang bersama orang lain di sekitar Anda, yang dikupas habis oleh sebuah buku tulisan seorang pakar kepemimpinan dan motivator modern terbesar, John C.  Maxwell dan rekannya Les Parrott, Ph.D. Bukunya berjudul “25 Ways to Win With People, Buatlah Orang Lain Merasa Berharga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 1 buku ini menjelaskan bahwa kunci dari bagaimana cara Anda menang bersama orang lain adalah harus dimulai dari diri Anda sendiri. Disini dijelaskan bahwa Anda selaku individu tidak akan bisa memberikan apa yang tidak Anda miliki. Maksudnya adalah jika Anda ingin menolong orang lain, Anda harus memiliki sesuatu yang dapat menolong orang terlebih dahulu baru Anda dapat menolong orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada bab 2 dikisahkan bahwa jika Anda bertemu dengan seseorang, entah siapa orang tersebut, gunakanlah 30 detik pertama dalam percakapan untuk mengatakan sesuatu yang membesarkan hati lawan bicara. Dalam bab ini juga terdapat kata ”Penggosip adalah orang yang berbicara kepada Anda mengenai orang lain. Orang menjemukan adalah orang yang bercakap kepada Anda tentang dirinya sendiri. Dan ahli percakapan brilian adalah orang yang bercakap kepada Anda tentang diri Anda.” Kata–kata tersebut bukan sekedar bahasa gombal saja. Jika Anda praktekkan hal itu, hubungan Anda dengan orang-orang disekitar akan menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Anda juga harus berani terjun langsung ke lapangan agar mengetahui keadaan di sekitar Anda tanpa ada kata takut, ragu, dan segan. Disini Anda tidak lagi memikirkan apa yang dibutuhkan (diluar kemampuan Anda) untuk dapat membantu orang lain, melainkan apa yang dapat Anda berikan untuk membantu orang lain dengan kemampuan yang Anda miliki. ”Jika Anda ingin kesenangan satu jam – tidurlah, jika Anda ingin kesenangan satu hari – pergilah memancing, jika Anda ingin kesenangan satu bulan – menikahlah, jika Anda ingin kesenangan satu tahun – warisilah nasib baik, jika Anda ingin kesenangan seumur hidup – tolonglah orang lain.” (bab 13) Namun tidak kalah penting lagi, jika Anda ingin menang dengan orang lain, Anda harus bisa mendengarkan hati Anda. Maksudnya adalah Anda disarankan lebih memperhatikan makna yang tersirat dari yang dikatakan bukan makna yang tersurat. (bab 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, buku ini mengisahkan bahwa Anda tidak sendiri di dunia ini. Oleh karena itu, mari kita menang bersama dengan orang lain di sekitar kita. Buku ini menggunakan bahasa sederhana yang dikemas sedemikian rupa sehingga dapat dibaca oleh semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menang Anda tidak perlu mengalahkan siapapun, karena hanya dalam kamus kata lose muncul lebih dulu daripada kata win.(pdk)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-8194512972192116760?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/8194512972192116760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=8194512972192116760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8194512972192116760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8194512972192116760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/menang-bersama-orang-lain.html' title='Menang Bersama Orang Lain'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL6n9dMRYbI/AAAAAAAAAD0/Fy-TJ3R3HwQ/s72-c/resensi+buku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-2972379188376970329</id><published>2008-09-03T07:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T08:01:36.141-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rileks'/><title type='text'>Matematika Abad 22</title><content type='html'>Persamaan 1&lt;br /&gt;Manusia = makan + tidur + kerja + hura-hura&lt;br /&gt;Keledai = makan + tidur &lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;Manusia = Keledai + kerja + hura-hura &lt;br /&gt;Maka, &lt;br /&gt;Manusia - hura-hura = Keledai + kerja &lt;br /&gt;Maka, &lt;br /&gt;Manusia yang tidak tahu hura-hura = Keledai yang bekerja / Kerja seperti Keledai&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan 2 &lt;br /&gt;Pria = makan + tidur + cari duit &lt;br /&gt;Keledai = makan + tidur &lt;br /&gt;Maka, &lt;br /&gt;Pria = Keledai + cari duit &lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;Pria - cari duit = Keledai &lt;br /&gt;Maka, &lt;br /&gt;Pria yang tidak tahu cari duit = Keledai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan 3 &lt;br /&gt;Wanita = makan + tidur + belanja &amp; habisin duit &lt;br /&gt;Keledai = makan + tidur &lt;br /&gt;Maka, &lt;br /&gt;Wanita  = Keledai + belanja &amp; habisin duit &lt;br /&gt;Maka, &lt;br /&gt;Wanita  - belanja &amp; habisin duit = Keledai &lt;br /&gt;Maka, &lt;br /&gt;Wanita yang tidak tahu belanja &amp; habisin duit = Keledai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN: &lt;br /&gt;Dari Persamaan 2 dan Persamaan 3 : &lt;br /&gt;Pria yang tidak tahu cari duit = Wanita yang tidak tahu belanja &amp; habisin duit. Kata lain: &lt;br /&gt;Pria cari duit AGAR wanita tidak menjadi Keledai! (Postulat 1) &lt;br /&gt;Dan, Wanita belanja &amp; habisin duit AGAR pria tidak menjadi Keledai ! (Postulat 2) &lt;br /&gt;Jadi, kita sampai pada ..... &lt;br /&gt;Pria + Wanita = Keledai + cari duit + Keledai + belanja &amp; habisin duit &lt;br /&gt;Maka... dari Postulat 1 dan 2,   kita dapat simpulkan : &lt;br /&gt;Pria  +  Wanita  = 2 Keledai yang hidup berbahagia selama-lamanya...!!!!  BENAR???&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-2972379188376970329?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/2972379188376970329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=2972379188376970329' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2972379188376970329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2972379188376970329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/matematika-abad-22.html' title='Matematika Abad 22'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-2561602900963477117</id><published>2008-09-03T07:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T07:57:59.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Belajar Hemat, Siapa Takut?</title><content type='html'>Isu global warming , seperti namanya, makin memanas saja. Ada yang percaya, ada yang menganggap itu cuma isu. Tapi bagaimanapun, sikap kurang ramah lingkungan memang harus diubah. Ada beberapa kebiasaan yang disadari atau tidak, turut berdampak buruk pada lingkungan. Hello, mengubahnya tidak sesulit ujian akhir semester kok. Simak beberapa tips berikut:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hemat Kertas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1. Yang namanya mahasiswa pasti sering banget fotocopy, entah buku, tugas, dll. Kecuali ada ketentuan khusus, coba deh gunakan fasilitas fotocopy bolak-balik. Lumayan lho untuk menghemat kertas.&lt;br /&gt;2. Kertas bekas juga bisa dimanfaatkan, baik untuk sekedar corat-coret ataupun nge-print hal-hal yang ga esensial, note misalnya.&lt;br /&gt;3. Kumpulkan kertas-kertas yang dirasa tidak diperlukan lagi, lalu berikan ke pemulung. Bisa didaur ulang lagi lho.&lt;br /&gt;4. Gunakan sapu tangan sebagai pengganti tisu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hemat Bahan Bakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Gunakan sepeda atau berjalanlah untuk perjalanan dekat. Biar seger juga bro.&lt;br /&gt;2. Matikan saja kendaraan apabila menunggu lebih dari 30 detik. Kasian bensinnya juga kali.&lt;br /&gt;3. Hindari rem mendadak. Selain dituduh curi kesempatan, rem mendadak juga mengkonsumsi lebih banyak bahan bakar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lain-Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Matikan lampu, monitor, sampai stavolt kalau ga dipakai. Jangan biarkan mereka menyala dengan percuma.&lt;br /&gt;2. Minimalisasi pemakaian energi pada beban puncak (17.00 – 22.00). Mandinya kalau ga jam 16.00, sekalian aja jam 24.00.&lt;br /&gt;3. Kalau belanja sedikit, ngerental CD, atau minjem buku sementara kita bawa tas sendiri, ga usah minta tas plastik (kresek). Lumayan buat ngurangi permintaan kresek.&lt;br /&gt;4. Duplikasi sistem! Makin banyak kamu ngajak teman melakukan hal ini, makin banyak manfaat yang kamu peroleh. Jadilah agen perubahan!&lt;br /&gt;5. Yuk, mulai dari sekarang!(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-2561602900963477117?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/2561602900963477117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=2561602900963477117' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2561602900963477117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2561602900963477117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/belajar-hemat-siapa-takut.html' title='Belajar Hemat, Siapa Takut?'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-701998044113712785</id><published>2008-09-02T20:21:00.000-07:00</published><updated>2008-12-05T18:12:31.708-08:00</updated><title type='text'>Dibalik Wiweka</title><content type='html'>Oke, ini susunan "pejabat" di Buletin Wiweka..&lt;br /&gt;Yah, biar kecil, tapi yang ngurus lumayan lengkap lho..&lt;br /&gt;sampai ada debt collector pula.. jadi yang mau masang iklan, juga bisa.. hoho..&lt;br /&gt;sesuai kata pepatah, tak kenal maka tak kayang..&lt;br /&gt;so, here they are..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Pimpinan Umum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Made Mahardika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4FfhBogPI/AAAAAAAAACc/Riu7Og8Sqzw/s1600-h/DSCF9062.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4FfhBogPI/AAAAAAAAACc/Riu7Og8Sqzw/s200/DSCF9062.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241633055305138418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini nih yang punya gawean. Made Mahardika atau akrab dipanggil Saplar. Mantan Presidium Pimpinan Pusat KMHDI periode 2006-2008. Sekarang lagi bekerja di salah satu bank swasta Indonesia. Sebagai pimpinan umum, dia yang menjamin kelangsungan hidup Buletin Wiweka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Pimpinan Redaksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I Putu Meidy Hartawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4FnK20L3I/AAAAAAAAACk/LU6ue7HGnLk/s1600-h/1_560098852l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4FnK20L3I/AAAAAAAAACk/LU6ue7HGnLk/s200/1_560098852l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241633186793140082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang ini PimRed. Masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Di KMHDI, sampai saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Pimpina Daerah KMHDI Jawa Timur hingga akhir 2008 nanti. Gaweannya tu menyangkut segala isi materi yang muncul di Buletin Wiweka. Ia juga sesekali aktif menulis opini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Redaksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Putu Tantri Kumala Sari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4IS6ZkI2I/AAAAAAAAAC0/rzGr-xooF-c/s1600-h/PA060023.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4IS6ZkI2I/AAAAAAAAAC0/rzGr-xooF-c/s200/PA060023.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241636137312985954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu staf redaksi. Baru menyelesaikan pendidikannya di salah satau perguruan tinggi negeri di Surabaya. Sekarang sedang melanjutkan pendidikannya ke strata lanjutan. Dulu aktif di KMHDI sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang Surabaya periode 2005-2007. Cewek pinter ini selalu mengisi kolom spiritual di Buletin Wiweka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Putu Wisnu Merthayoga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/STnfMC_Z9jI/AAAAAAAAAF4/xoKAyvj2LWo/s1600-h/fotowiwis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 155px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/STnfMC_Z9jI/AAAAAAAAAF4/xoKAyvj2LWo/s200/fotowiwis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276493836495484466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menjabat sebagai redaksi juga. Kemarin baru saja terpilih sebagai Presidium Pimpinan Pusat KMHDI untuk periode 2008-2010. Saat ini masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri Surabaya. Ia merelakan kamar kosnya menjadi tempat penggodokan Buletin Wiweka. Selain menyortir materi, ia juga acap menulis opini di Wiweka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Editor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Made Windhu Mahendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SP3SMA9DweI/AAAAAAAAAFk/lZPhUUbCOgQ/s1600-h/DSCN3873.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SP3SMA9DweI/AAAAAAAAAFk/lZPhUUbCOgQ/s200/DSCN3873.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259591043694969314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pria jantan ini bertindak selaku editor. Sekarang sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Aktif di KMHDI, terakhir sebagai Biro Umum Pimpinan Daerah KMHDI Jawa Timur periode  2004-2006. Kru inilah yang paling getol berkampanye menentang makan daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reporter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I Putu Lisna Kurniawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4NktQkufI/AAAAAAAAADE/U50Ah4XYuvw/s1600-h/PA060019.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4NktQkufI/AAAAAAAAADE/U50Ah4XYuvw/s200/PA060019.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241641940581399026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Orang paling cempreng namun cerdas di Wiweka ini memiliki spesialisasi di polling. Baru menyelesaikan pendidikannya di salah satu perguruan tinggi negeri Surabaya. Saat ini dia juga menjabat sebagai Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat KMHDI periode 2008-2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ni Putu Ayu P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4OD-FaBXI/AAAAAAAAADM/9WVHwQFn6Rs/s1600-h/Ni+Putu+Ayu+P..jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4OD-FaBXI/AAAAAAAAADM/9WVHwQFn6Rs/s200/Ni+Putu+Ayu+P..jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241642477673907570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Staf termuda di Wiweka. Cewek innocent yang paling manis ini masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Memiliki semangat tinggi. Tugas utamanya adalah meliput berita-berita terutama yang terjadi di wilayah Surabaya. Di KMHDI saat ini dia menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang KMHDI Surabaya periode 2007-2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Layout&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nyoman Sunartha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4T45mnHbI/AAAAAAAAADs/BxEh58MuwuY/s1600-h/PA060006.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 228px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4T45mnHbI/AAAAAAAAADs/BxEh58MuwuY/s200/PA060006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241648884562206130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini yang menghadirkan tatanan layout di Wiweka. Salah satu karyanya yang langsung dapat terlihat adalah desain lambang Wiweka. Telah menyelesaikan pendidikannya di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Di KMHDI, ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Dana Usaha Pimpinan Cabang KMHDI Surabaya periode 2005-2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Marketing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ika Kusuma Dewi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4SFhTlpKI/AAAAAAAAADk/lpBXVVmi_qo/s1600-h/1_485845231l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4SFhTlpKI/AAAAAAAAADk/lpBXVVmi_qo/s200/1_485845231l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241646902355010722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cewek yang akan segera melepas masa lajangnya ini bertanggung jawab pada bidang pemasaran sekaligus dalam pengaturan keuangan Wiweka. Sangat ketat dalam urusan uang, sampai-sampai muncul istilah "kalau ketemu mbak Ika pasti ada aja tagihannya." Dulu sempat menjabat sebagai Bendahara Pimpinan Cabang KMHDI Surabaya periode 2005-2007. Telah menyelesaikan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gede Putra Sanjaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4Oh7c9eaI/AAAAAAAAADU/iyjmT7NgUiA/s1600-h/DSC00423.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4Oh7c9eaI/AAAAAAAAADU/iyjmT7NgUiA/s200/DSC00423.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241642992363469218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di marketing, cowok ini spesialisasinya di pendistribusian. Kerjaannya krusial karena menyangkut kelangsungan hidup Wiweka pula. Tapi paling tidak, hal itu cocok dengan disiplin ilmu yang ditekuninya. Telah menyelesaikan pendidikannya di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Saat ini ia juga menjabat di Departeman Organisasi Pimpinan Pusat KMHDI periode 2008-2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-701998044113712785?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/701998044113712785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=701998044113712785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/701998044113712785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/701998044113712785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/dibaik-wiweka.html' title='Dibalik Wiweka'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL4FfhBogPI/AAAAAAAAACc/Riu7Og8Sqzw/s72-c/DSCF9062.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7750204523916913859</id><published>2008-09-02T00:35:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T00:41:03.892-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Topik Utama'/><title type='text'>Kebangkitan yang Belum Bangkit</title><content type='html'>Sejak reformasi tahun 1998, kondisi bangsa dan negara Indonesia memberikan harapan baru. Masyarakat mulai membuka berbagai keran-keran demokrasi, ekonomi, politik, sosial, budaya dengan bebas tanpa adanya kekangan. Hal ini dapat dimaklumi lantaran rezim sebelumnya tidak memberikan kesempatan untuk melakukan ekspresi dan aktualisasi baik dalam politik, ekonomi maupun budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya reformasi disegala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut tentu saja ada sebuah landasan semangat. Rasa nasionalisme dan kecintaan kepada tanah air tumbuh dari berbagai tantangan baik dari penjajahan maupun dari segi politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya yang terus memberikan tekanan kepada masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibidang ekonomi, tekanan dan nasionalisme itu tumbuh dari berbagai kenyataan bahwa sebagian dan hampir aset ekonomi vital bangsa dikuasai oleh asing. Berbagai upaya penghentian eksploitasi ekonomi asing pun dilakukan. Harus diakui bahwa fenomena ini cenderung mempengaruhi aspek kehidupan lainnya. Misalnya saja kebijakan harga kebutuhan pangan yang berpengaruh pada budaya masyarakat dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apatisme masyarakat yang mengarah pada perubahan budaya juga menjadi semangat dalam penguatan nasionalisme. Reaksi ini bisa kita lihat dari adanya pengakuan-pengakuan oleh negara lainnya akan budaya dan nilai-nilai sejarah bangsa. Adanya kejadian ini juga menyulut berbagai elemen untuk membangkitkan semangat kecintaan kepada budaya Indonesia. Berbagai kalangan siap turun untuk membela Indonesia bahkan menuntut pemerintah untuk bersikap tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah semua pembelaan terhadap ke-Indonesia-an itu merupakan wujud nasionalisme? Tantangan ada pada diri bangsa dan negara Indonesia. Nilai-nilai nasionalisme harus juga disadari mulai luntur akibat masyarakat Indonesia itu sendiri. Misalnya saja semangat primordialisme, kesukuan, sektarian justru cenderung menguat dalam lapisan masyarakat. Misalnya saja dalam hiruk pikuk pemilihan kepala daerah. Arus balik nasionalisme mulai tampak dari pendekatan-pendekatan dalam penentuan calon kepala daerah. Tim sukses hingga elit politik sering mengeksploitasi sentimen primordialisme tersebut. Fanatisme kelompok semakin mengkristal dan sering kali mengalahkan sentimen kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksploitasi semangat kedaerahan maupun sektarian berlebihan dalam rangka power building tentu menjadi ancaman bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI. Karena hal itu akan memupuk disintegrasi bangsa dan perpecahan sesama anak bangsa. Semangat toleransi dalam kebhinnekaan menuju tunggal ika dalam berbangsa dan bernegara mulai melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang Membangkitkan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Apakah ini gejala menurunnya nasionalisme? Lantas apa makna kebangkitan nasional tersebut? Pertanyaan itu mulai muncul dengan fenomena-fenomena yang muncul hari ini. Kebangkitan nasional yang ditandai berdirinya organisasi Boedhi Oetomo pada 20 Mei 1908 menjadi momentum untuk memulai kehidupan berbangsa dan bernegara kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai kebangkitan nasional itu tentu terkait dengan perjuangan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan pembangunan bangsa Indonesia. Perjuangan secara holistik diharapkan dapat memberdayakan seluruh potensi untuk mencapai kemerdekaan. Berbicara kebangkitan, tentu kita ingin sebuah semangat untuk mencapai masyarakat yang diidam-idamkan (imagined society).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya rasa seperjuangan itu kemudian melandasi nilai nasionalisme tumbuh dalam setiap jiwa masyarakat. Apalagi momentum itu mampu membangkitkan semangat walau sebelumnya sudah ada beberapa organisasi seperti Syarikat Dagang Islam pada tahun 1905. Namun kekuatan semangat dan perjuangan yang membangkitkan segenap komponen belum dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi masa lalu tersebut tentu masih menjiwai semangat kebangkitan hari ini. Berbagai upaya coba dilakukan oleh elit politik dan pemimpin bangsa untuk kembali meneguhkan ruh dari semangat kebangkitan nasional tersebut. Entah hanya untuk sekedar untuk pencitraan dalam rangka pemilihan umum atau memang untuk menemukan kekuatan dari ruh kebangkitan nasional tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menemukan Kembali Kebangkitan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kekuatan untuk membangkitkan semangat itu tentu membutuhkan infrastruktur dan perjuangan yang sama. Kondisi hari ini menandakan perjuangan yang terbesar adalah perjuangan yang bisa dikatakan melawan diri sendiri, bangsa Indonesia. Melawan kekuatan yang meruntuhkan moral dan melemahkan sendi-sendi keanekaragaman. Sebut saja korupsi. Apakah tahun ini bisa dikatakan kebangkitan melawan korupsi? Ada harapan seperti itu pasca dan mulai terungkapnya berbagai tindak korupsi di tubuh eksekutif, legislatif hingga yudikatif di negara kita yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat berbagai runutan peristiwa kebangsaan, rasanya kita belum bangkit. Masih banyak hal-hal yang belum membuat kita bangkit. Kemiskinan, pendidikan, kelaparan dan sebagainya. Rasanya tidak pernah lepas dari sajian media. Kebangkitan ini belum benar-benar dirasakan oleh warga masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sekarang kita belum juga bisa menuntaskan berbagai fenomena yang sangat menyulitkan warga. Sebagai contoh, masih adanya ketidakpuasan warga yang ditunjukkan dengan aksi hingga demontrasi dijalanan. Bahkan kebhinnekaan pun mulai terusik dengan adanya kelompok-kelompok yang tidak menghendaki perbedaan di Indonesia.&lt;br /&gt;Dari sudut ekonomi, sosial politik menuju ranah agama sering menjadi benturan dalam masyarakat Indonesia. Dulu persatuan yang dikehendaki adalah unity atau kesatuan. Namun sekarang sudah ditafsirkan sempit menjadi uniformity (keseragaman). Ini menunjukan adanya perubahan sosial yang mulai melupakan jati diri masa lalu yang telah membentuk bangsa ini, Bhinneka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, dulu, kini dan yang akan datang perlu terus mawas diri menemukan arti kebangkitan itu. Semangat dan revitalisasi nasionalisme ini menjadi penting dalam mengawal proses demokrasi dalam negara hukum dan untuk mencapai keadilan masyarakat Indonesia.  Dalam Weda – Atharwa Weda XII.1.46 juga ditegaskan, Bekerjalah untuk tanah air dan bangsamu dengan berbagai cara. Hormatilah cita-cita bangsamu. Ibu Pertiwi sebagai sumber mengalirnya sungai kemakmuran dengan ratusan cabang. Hormatilah tanah airmu seperti kamu memuja Tuhan. Dari jaman abadi Ibu Pertiwi memberikan kehidupan kepadamu semua, karena itu engkau berhutang kepada-Nya. Untuk itu menjadi penting bagi umat Hindu sebagai bagian dari bangsa Indonesia untuk mencintai tanah airnya sehingga benar-benar menemukan arti kebangkitan itu. Bangkit dari kemiskinan, bangkit dari keterbelakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;I Wayan Sudane&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Presidium KMHDI&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7750204523916913859?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7750204523916913859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7750204523916913859' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7750204523916913859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7750204523916913859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/kebangkitan-yang-belum-bangkit.html' title='Kebangkitan yang Belum Bangkit'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-3746586738930740230</id><published>2008-09-02T00:28:00.003-07:00</published><updated>2008-09-02T00:34:46.032-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Bangkit Indonesiaku, Bangkit Indonesiamu</title><content type='html'>Ketika mendengar kata bangkit maka yang ada dalam pikiran kita adalah suatu hal yang muncul kearah yang positif dari keterpurukannya atau kondisi stagnan yang diam, seperti halnya kalimat ini “Mak Lampir bangkit dari tidurnya” yang artinya seseorang yang bernama Mak Lampir terbangun dari kondisi tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan bangsa ini yang pada tanggl 20 Mei 2008 akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Tahukah anda mengapa tanggal itu dipakai sebagai hari peringatannya? Lalu mengapa kita sebagai Bangsa Indonesia harus merayakannya? Mari kita simak jawabannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar seratus tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 20 Mei 1908 berdirilah sebuah organisasi bernama Boedhi Oetomo yang didirikan Dr.Soetomo beserta para pelajar STOVIA(sekolah dokter). Organisasi ini awalnya bergerak dalam dunia pendidikan lalu berkembang dan bergerak di bidang politik. Organisasi ini banyak melakukan perjuangan dalam usaha memerdekakan bangsa Indonesia. Selain itu, Dr. Soetomo sebagai pendirinya juga banyak mengeluarkan tulisan-tulisannya sebagai propaganda untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan keinginan untuk terus berjuang memerdekakan bangsa ini kepada masyarakat kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat latar belakang peringatan Kebangkitan Nasional yang akan menginjak  ke-100 tahun ini, dapat kita jadikan sebuah motivasi menumbuhkan rasa nasionalisme yang mungkin sudah mulai luntur terkikis oleh arus globalisasi pada sebagian anak bangsa. Apa parameternya? Tanya pada diri anda! Seberapa serius jiwa dan raga Anda dalam memperingati Hari Kemerdekaan? Seberapa hormat jiwa dan raga anda kepada Pancasila dan Sang Saka Merah Putih? Seberapa lantang suara dan hati anda menyanyikan lagu Indonesia Raya? Padahal coba kita lihat beberapa negara maju sebagai contoh Jepang dan Amerika Serikat. Mereka sangat menghormati simbol-simbol negara yang mereka miliki. Kita lihat Inggris sampai menetapkan lagu kebangsaan “God Save The Queen”. Sebegitu besar penghargaan mereka terhadap simbol di negaranya. Maka tidak ada alasan bagi kita Bangsa Indonesia untuk tidak melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi bangsa saat ini, rasa nasionalisme tidak hanya cukup seperti beberapa hal diatas. Seberapa peduli anda terhadap segala masalah yang membelit bangsa ini seperti KKN, kerusuhan, hutang moneter yang terus menumpuk dan harus dibayar oleh anak cucu kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan rasa nasionalisme anda dengan melakukan hal kecil sekalipun contohnya stop korupsi. Lihat saja kasus anggota DPR RI yang terpergok menerima dana gelap mengakibatkan hilangnya suatu habitat hutan mangroove di kawasan Riau. Mungkin ini hanya contoh kecil, namun berawal dari sikap seperti inilah bangsa yang kaya ini nyaris di cap sebagai negara yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh arus globalisasi sudah semakin nyata, semakin banyaknya barang dan jasa yang bersumber dari luar negeri yang semakin nyaman kita pakai. Sebagai contoh kecil, kita sebagai umat hindu dalam membuat pajegan, berlomba lomba mempercantiknya dengan buah-buah impor (pear newzeland, apel merah thailand, atau pisang cavendish). Pernahkah berpikir bahwa itulah yang akan mematikan para petani lokal, ketika danghyang nirartha membangun hindu di bali salah satu tujuan beliau menerapkan upakara mebanten dan mejejaitan di bali adalah untuk pemerataan  perputaran ekonomi masyarakat. Dengan memakai barang impor maka perputaran ekonomi pun tidak akan terjadi, dan makin terpuruklah bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERDEKA...!!!!(merdeka dari penjajahan ekonomi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Putu Wisnu Merthayoga&lt;br /&gt;Ketua PC KMHDI Surabaya&lt;br /&gt;Periode 2005/2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-3746586738930740230?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/3746586738930740230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=3746586738930740230' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3746586738930740230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3746586738930740230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/bangkit-indonesiaku-bangkit-indonesiamu.html' title='Bangkit Indonesiaku, Bangkit Indonesiamu'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-8709792090407108975</id><published>2008-09-02T00:04:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T00:28:44.874-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Kenyamanan yang Menyesatkan</title><content type='html'>Mungkin judul diatas terdengar sedikit aneh atau bahkan sangat aneh. Disaat setiap orang berlomba-lomba untuk mencari yang namanya kenyamanan, disini kenyamanan malah dibilang sesuatu yang menyesatkan. Tapi jangan berburuk sangka dulu. Kenyamanan yang dimaksudkan disini bukanlah kenyaman yang identik dengan rileks. Namun lebih ditekankan pada kenyamanan pada proses-proses, alur atau suatu norma-norma yang sudah terkesan lumrah dan berlaku di masyarakat. Kenyamanan disini lebih mengacu pada buku yang ditulis oleh Edward De Bono, Berpikir Lateral, yang mengidentikkannya dengan keterbukaan. Keterbukaan itu seperti jalur-jalur utama yang sudah dibukakan atau dibuat oleh orang lain dan kita merasa nyaman dengan jalur-jalur itu sehingga menghindarkan kita untuk berpikir atau membuat jalur-jalur baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, berikut ini adalah sebuah peta suatu tempat yang sering kita kunjungi setiap hari Minggu, Purnama atau Tilem bagi yang religius.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzma63nybI/AAAAAAAAAB8/fIz_X4JcuVw/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzma63nybI/AAAAAAAAAB8/fIz_X4JcuVw/s200/untitled.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241317416505952690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kawan-kawan yang sering sembahyang ke Pura Segara Surabaya, khususnya yang datang dari arah barat menuju pura yang terletak di ujung utara (lihat Gambar 1). Ada dua jalan alternatif dari Jalan Kenjeran. Pertama lewat jalur utama yang sering dilewati yaitu lewat pom bensin, belok kiri, lewat kantor pos, kemudian belok kanan dan terus saja lurus menuju pura. Alternatifnya adalah dengan melewati perumahan Gading Pantai yang langsung tembus di samping gereja. Dulu sebelum saya tahu jalur kedua, saya selalu melewati jalur pertama karena saya sendiri tidak pernah berusaha mencari jalan yang lebih pendek. Ditambah lagi, saya tidak tahu bahwa ada jalur lebih pendek plus saya sendiri sudah merasa nyaman dengan jalur ini. Mungkin seandainya tahu lebih awal, saya akan coba cari-cari. Padahal saya sering lewat di depan jalan Gading Pantai ini tetapi tidak pernah saya jelajahi karena memang tidak ada alasan untuk itu. Seandainya saya lebih awal menjelajahinya, itu akan menyingkat banyak waktu. Saya mengetahui jalan ini secara terpaksa ketika kebetulan suatu hari jalan di depan kantor pos ditutup dan semua kendaraan dari arah Kenjeran diarahkan menuju jalan Gading Pantai ini. Akhirnya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diatas bisa dijadikan pengantar tentang tulisan ini. Petunjuk-petunjuk semula yang kita peroleh (lewat jalur pertama) menjadi suatu pakem utama, merupakan jalur klise yang sangat kita kenal, dan merupakan petunjuk yang paling mudah dan nyaman. Sehingga kita tidak pernah merasa perlu menyimpang dari hal ini. Inilah yang saya maksudkan bagaimana kenyamanan menutupi otak kita untuk berpikir mencari alternatif lain dari berbagai persoalan karena merasa alternatif yang ada sudah cukup dan bisa untuk menyelesaikannnya (mencapai tujuan).&lt;br /&gt;Ada tiga jalur yang cukup menarik untuk diamati pada gambar di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzm8_iRPGI/AAAAAAAAACE/bTVwyMsbKto/s1600-h/55.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzm8_iRPGI/AAAAAAAAACE/bTVwyMsbKto/s200/55.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241318001874123874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang beranggapan bahwa Jalur 1 dan 2 merupakan jalur sulit, karena terdapat halangan untuk maju. Tapi sebenarnya, dalam penerapan kita untuk pola berpikir, Jalur 3 lah yang paling berbahaya. Rintangan yang ada pada Jalur 1 dan 2 sudah dapat kita ketahui dengan jelas sehingga kita harus berpikir mencari alternatif lain. Sedangkan Jalur 3 merupakan jalur yang paling berbahaya yang memicu ilusi kenyamanan. Kita akan menjadi malas berpikir karena jalur yang terbentang di depan kita sudah terasa nyaman dan kita menutup diri untuk mencari jalur lain yang mungkin lebih baik. Intinya, terhalang oleh kenyamanan adalah kita tidak dapat petunjuk mengenai letak rintangan ini. Rintangan ini bisa teletak di sepanjang jalur yang tampak mulus seperti Jalur 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut ke Gambar 3, agar tidak bosan dengan tulisan terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLznJJrWnZI/AAAAAAAAACM/jpGmVkY2NrE/s1600-h/6666.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLznJJrWnZI/AAAAAAAAACM/jpGmVkY2NrE/s200/6666.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241318210755009938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kita disuruh menyusun kepingan seperti gambar diatas menjadi bentuk yang sederhana. Mungkin untuk susunan pertama, kita akan dengan mudah menyelesaikannya. Permasalahan bertambah rumit pada soal kedua, dimana kita harus memasukkan bangunan kedua kedalam bentuk segiempat yang sudah kita bentuk dengan tiga bangunan, namun tetap mendapatkan bentuk yang sederhana. Bentuk awal, dimana sebuah segiempat kecil yang melekat di sudut bangunan besar, telah memberikan suatu bentuk dasar yang kuat di pikiran kita. Kita biasanya enggan merombak bentuk dasar yang sudah ada karena menganggap itu merupakan pola atau susunan yang sudah benar dan baku. Sehingga ketika kita harus memasukkan bentuk yang baru, kita akan kesulitan dan pusing sendiri. Ternyata, untuk tetap mendapatkan bentuk sederhana dengan menyertakan bangunan yang baru, kita harus merombak tatanan awal. Dengan itu, bangunan baru teerrsebut baru dapat masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini juga bisa menjadi ilustrasi bagi ketua dan jajaran pengurus suatu organisasi dalam menjalankan kepengurusannya dan membentuk suatu program kerja. Ketika kita menerima tongkat estafet dari suatu kepengurusan organisasi, jangan terpaku bahwa apa yang diwariskan kepada kita merupakan hal yang sudah baku. Kita bisa merombak tatanan organisasi agar hal-hal baru tetap bisa kita adopsi sesuai perkembangan dan kebutuhan tanpa merubah bentuk organisasi secara total. Seperti gambar diatas, bentuknya tetap kotak, kendati ada sedikit perubahan susunan di dalamnya. Mungkin di suatu organisasi semisal UKKH, kita sudah biasa menerima warisan kegiatan seperti bakti sosial dan tirta yatra, tetapi jangan terpaku menerima itu saja. Tanyakan apakah itu sudah cukup dan dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa sekarang! Jika tidak, masukkan suatu kegiatan baru sehingga kegiatan organisasi tidak monoton dari waktu ke waktu. Ini mungkin bisa diterapkan untuk menghindari halangan dari kenyamanan di suatu organisasi, dimana warisan-warisan dari kepengurusan lalu sepertinya sudah bagaikan jalur baypas sehingga kita hanya tinggal meneruskan.&lt;br /&gt;OK, sekian dulu. Mudah-mudahan bisa ada lagi untuk edisi-edisi berikutnya. Sebagai pesan penutup, proses terhalang oleh kenyamanan adalah sangat umum dalam pemikiran. Namun kedepannya, kita harus dapat sedikit demi sedikit mengikis bahwa pola berpikir seperti itu, yang mengganggap sesuatu atau cara–cara yang sudah berlaku secara umum, sudah memadai atau paling baik. Tetaplah mencari dan mencari, siapa tahu ada alternatif jalan lain menuju pura di Kenjeran selain dua jalan yang disebutkan pada awal tulisan ini. Ntar kasi tau ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Putu Lisna Kurniawan&lt;br /&gt;Ketua Harian TPKH ITS 2006/2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-8709792090407108975?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/8709792090407108975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=8709792090407108975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8709792090407108975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/8709792090407108975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/kenyamanan-yang-menyesatkan.html' title='Kenyamanan yang Menyesatkan'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzma63nybI/AAAAAAAAAB8/fIz_X4JcuVw/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-5595876133587613481</id><published>2008-09-02T00:03:00.001-07:00</published><updated>2008-12-12T11:57:28.887-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polling'/><title type='text'>Indonesia di Mata Mahasiswa Hindu Surabaya</title><content type='html'>Nasionalisme merupakan sesuatu yang luas. Didalamnya termasuk kebanggaan pada bangsa dan negara. Hasil polling berikut merupakan sedikit gambaran pandangan mahasiswa Hindu yang kuliah di Surabaya tentang nasionalisme.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, yang dibanggakan mahasiswa Hindu di Surabaya dari Indonesia adalah keanekaragaman budayanya. Sebanyak 76 % responden setuju dengan hal ini. Mudah-mudahan keanekaragaman budaya ini tidak menyebabkan fanatik sempit. Seperti yang dikemukakan oleh I Made Hesta Dipradara yang saat ini kuliah di Akuntansi Unair semester IV. Hesta mengatakan keragaman budaya justru menjadi penyebab ambruknya bangsa Indonesia karena hal itu tidak disertai dengan toleransi dan saling menghargai.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULB39LKQFI/AAAAAAAAAJM/ijb8d0uixIw/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 182px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULB39LKQFI/AAAAAAAAAJM/ijb8d0uixIw/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278994880289980498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Responden wanita sepertinya lebih bangga pada Indonesia dibandingkan dengan responden pria. Ini dapat dilihat dari grafik 1. Secara umum, persentase pada pilihan yang ada lebih tinggi.&lt;br /&gt;Grafik 2  menunjukkan hampir semua pilihan yang ada disetujui oleh mahasiswa Hindu di Surabaya. KKN merupakan hal yang paling tidak disukai, baik oleh pria maupun wanita. Yang menarik disini, selain empat pilihan yang diberikan, masih banyak hal-hal lain yang tidak disukai dari Indonesia. Antara lain seperti yang dikatakan I G.N. Putra Dharma Kusuma. Ia sangat tidak suka dengan gampangnya pembajakan segala jenis barang di Indonesia. Fotocopy buku juga termasuk lho.. Menyedihkan sekali sepertinya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULAg7IbxdI/AAAAAAAAAJE/SACOF9EvygI/s1600-h/1b.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULAg7IbxdI/AAAAAAAAAJE/SACOF9EvygI/s320/1b.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278993385093055954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan generasi muda sekarang dapat memperbaiki keadaan sehingga Indonesia tidak identik lagi dengan KKN, displin yang rendah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Hindu di Surabaya berharap pemerintah lebih memajukan sektor pendidikan. Ini terlihat dari 69 % responden yang menyatakan sektor pendidikan perlu mendapatkan prioritas. Berbagai alasan muncul. A.A Lanang Oka mengatakan pendidikan merupakan tulang punggung dari segala sektor. Jadi, jika sektor pendidikan sudah baik, sektor-sektor lain tentu juga akan mengikuti, imbuh mahasiswa semester II Teknik Perkapalan ITS ini. Beda lagi alasan yang dikemukakan oleh I Putu Wisnu Merthayoga, mahasiswa Teknik Elektro ITS. Dengan alasan yang lebih mirip slogan atau peribahasa, Wisnu mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang dibangun dengan orang yang berpendidikan. Benar gak ya?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULAgbPQVwI/AAAAAAAAAI0/rdwKYPNQp2o/s1600-h/3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULAgbPQVwI/AAAAAAAAAI0/rdwKYPNQp2o/s320/3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278993376531732226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendapat berbeda dikemukakan oleh Intan yang saat ini duduk di semester II Teknik Kimia ITS. Intan mengatakan, ”Sektor ekonomilah yang perlu mendapatkan prioritas karena jika masyarakat banyak berada dibawah garis kemiskinan, maka sektor yang lain akan sulit terpenuhi.” Ini sangat berbeda dengan yang dikemukan oleh Lanang sebelumnya. Mana yang benar, semua berada di tangan pemerintah yang memegang kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan bernegara, responden beranggapan bahwa kaum muda Hindu sudah mengambil peran walaupun ada 12 % responden yang mengatakan bahwa kaum muda Hindu tidak atau belum berperan. Ini bisa menjadi cermin untuk diri sendiri dan bertanya apakah saya sudah mengambil peran dalam kehidupan bernegara dan sejauh mana peran yang sudah saya ambil.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULAguHK9VI/AAAAAAAAAI8/fp7pAXdd3mg/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULAguHK9VI/AAAAAAAAAI8/fp7pAXdd3mg/s320/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278993381598098770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran lebih pemuda Hindu, menurut responden, seharusnya pada sektor pendidikan dan sosial. Salah satu alasannya ialah pengetahuan dan kemampuan bersosialisasi yang baik adalah modal utama untuk kondisi yang lebih baik. Alasan tersebut diungkapkan oleh Paramitaswari yang duduk di semester IV Sastra&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULAgSm2RmI/AAAAAAAAAIs/Ob0h3VQ9wcE/s1600-h/4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULAgSm2RmI/AAAAAAAAAIs/Ob0h3VQ9wcE/s320/4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278993374214768226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan bidang politik dan ekonomi kurang mendapat perhatian. Padahal peran pemuda Hindu dalam sektor ini masih sangat kurang. Seharusnya peran pemuda Hindu tidak hanya berkutat di sektor sosial dan pendidikan. Saatnya pemuda Hindu mengambil peran lebih pada sektor politik dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari keaktifan responden untuk bergabung di organisasi yang berbasis non keagamaan, tenyata terdapat proporsi yang sama antara yang aktif dan yang tidak yaitu masing-masing 45 %. Namun ada 10 % responden yang tidak bisa menilai dirinya sendiri, apakah masuk golongan yang aktif atau tidak. Gimana ne, masak gak bisa nilai diri sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya mahasiswa Hindu lebih aktif di organisasi non Hindu. Hal itu berguna untuk menambah wawasan dan lebih bisa mengenal karakter orang lain. Ini seperti dikatakan I Made Abdi Gunawan, yang saat ini kuliah di Farmasi Unair semester VII.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULAf4WSacI/AAAAAAAAAIk/s4LIx9HcvmM/s1600-h/5.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 158px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULAf4WSacI/AAAAAAAAAIk/s4LIx9HcvmM/s320/5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278993367165987266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keaktifan di organisasi non Hindu juga penting untuk menunjukkan eksistensi pemuda Hindu diantara umat lain selain untuk menghindari kesan pemuda Hindu mengeksklusifkan diri. Namun ada juga beberapa mahasiswa Hindu yang tidak ingin bergabung dengan alasan sibuk kuliah. seperti yang dialami I Gusti Agung Ariswanda yang saat ini duduk di semester VI Fakultas Kedokteran UWKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedepannya pemuda Hindu harus mengambil peran lebih di semua bidang, karena kita juga merupakan elemen dari bangsa Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, pemuda Hindu harus berperan aktif dalam pembangunan. Pemuda Hindu diharapkan tidak hanya bisa menuntut pemerintah namun juga dapat memberikan solusi dan kontribusi kongkrit.(lis)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-5595876133587613481?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/5595876133587613481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=5595876133587613481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5595876133587613481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5595876133587613481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/polling.html' title='Indonesia di Mata Mahasiswa Hindu Surabaya'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULB39LKQFI/AAAAAAAAAJM/ijb8d0uixIw/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-1994813389541082710</id><published>2008-09-01T23:52:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T00:02:49.976-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Pemuda Sebagai Penjaga Budaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzk50UIe-I/AAAAAAAAAB0/KKuNq6JB_K4/s1600-h/pake+wiweka2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzk50UIe-I/AAAAAAAAAB0/KKuNq6JB_K4/s200/pake+wiweka2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241315748299176930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kuliah boleh di teknik. Namun jiwa seni yang dimiliki I Made Indra Wijaya tetap mengalir. Lihat saja dari hobinya yang lekat dengan dunia desain dan fotografi, seni banget kan? Pantaslah kalau pria yang akrab disapa Indro oleh rekan-rekannya, juga mengetuai Divisi Artwork di Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro ITS, tempatnya berkuliah sejak tiga tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaannya pada tanah kelahirannya juga patut dicontoh. Salah satunya ditunjukkan melalui pengabdiannya di organisasi Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Bali Swastika Taruna yang sangat kental dengan budaya Bali. Tak tanggung-tanggung, pria brewok ini sekarang menjabat sebagai Ketua Swastika Taruna periode 2007-2008. Melalui organisasi ini, ia ingin membangkitkan geliat budaya Bali di luar Bali dengan merangkul komponen pelajar dan mahasiswa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen 100 tahun kebangkitan nasional juga tak luput dari perhatiannya lho. Malah ia punya kritik khusus bagi pemuda Bali yang dirasanya belum memaknai betul arti kebangkitan nasional tersebut. Apa itu? Simak petikan wawancara eksklusif Wiweka berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W(iweka) : Apa yang memotivasi Anda menjadi Ketua Swastika?&lt;br /&gt;I(ndra) : Untuk mengembangkan diri di kancah organisasi dan membesarkan Swatika Taruna. Saya rasa organisasi ini belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Masih banyak rekan-rekan saya yang bertanya apa itu Swastika Taruna. Saya ingin membuatnya lebih populer sebab saya lihat organisasi ini sebenarnya sangat bagus.&lt;br /&gt;W : Bagaimana rasanya setelah terjun langsung di organisasi ini sebagai ketua?&lt;br /&gt;I : Berat, itu pasti. Tapi saya menganggap ini adalah salah satu proses pembelajaran. Saya percaya bahwa dengan menjalani ini, saya akan menjadi lebih matang lagi.&lt;br /&gt;W : Seberapa berbedakah organisasi ini dengan organisasi lain yang pernah Anda ikuti?&lt;br /&gt;I : Berbeda tentu saja. Swastika Taruna ini menitikberatkan pada ikatan kekeluargaan, bukan pada ikatan kerja. Dalam artian, pengikat kami disini adalah hubungan secara emosional dengan Bali, jadi dalam organisasi lebih banyak dilakukan pendekatan-pendekatan yang bersifat kekeluargaan.&lt;br /&gt;W : Bagaimana Anda melihat kinerja kepengurusan Anda?&lt;br /&gt;I : Sampai saat ini masih cukup baik. Saya dapat simpulkan itu dari intensitas kedatangan mereka, baik saat rapat maupun kegiatan. Kerja sama sudah mulai terjalin cukup baik antar pengurus.&lt;br /&gt;W : Dukungan dari anggota dan organisasi lainnya bagaimana?&lt;br /&gt;I : Mereka sangat mendukung. Hal ini terlihat dari kedatangan dan partisipasi mereka dalam acara-acara yang digelar oleh Swastika Taruna. Saya harapkan ke depannya hal itu akan bertahan.&lt;br /&gt;W : Apa fokus Anda selama setahun kepengurusan Anda?&lt;br /&gt;I : Saya berencana untuk membangun Swastika Taruna ini dari dasar. Fondasi organisasi ini harus kuat. Maksudnya, struktur-struktur yang ada harus jelas. Kita tidak lagi bisa menjalankan suatu organisasi tanpa kejelasan struktur. Sebelumnya, saya melihat hal ini tidak mendapat perhatian khusus. Ke depannya saya akan coba garap hal tersebut.&lt;br /&gt;W : Latihan beleganjur merupakan langkah revolusioner. Bagaimana Anda melihat prospeknya?&lt;br /&gt;I : Bagus, sangat bagus. Kegiatan ini sebenarnya bermula dari diskusi dengan teman-teman di UKKH Surabaya. Kami merasa sayang melihat sarana gong yang ada di Pura Kenjeran tidak digunakan secara maksimal. Dari situ muncul wacana untuk mengadakan latihan beleganjur bagi mahasiswa dan pelajar. Saya sempat mengadakan survey secara informal dan ternyata respon mereka cukup positif. Apalagi kami juga mendapat dukungan dari sisi pelatih. Kegiatan pertama kemarin berlangsung sukses dan saya pikir kegiatan ini akan saya lanjutkan terus karena peminatnya sendiri cukup banyak.&lt;br /&gt;W : Anda punya terobosan-terobosan lain?&lt;br /&gt;I : Untuk waktu dekat ini, kami akan mencoba konsep bazar gabungan dengan organisasi lain, seperti PC KMHDI Surabaya. Sementara itu, program kerja yang dilaksanakan oleh kepengurusan sebelumnya masih akan kami jalankan, seperti Swastika Cup dan Gebyar Swastika.&lt;br /&gt;W : Swastika selalu mengklaim sebagai organisasi berbasis budaya, yang menembus batas agama. Menurut Anda, apakah organisasi ini sudah mampu menjalankan perannya tersebut?&lt;br /&gt;I : Sebenarnya hal tersebut sangat susah. Swastika Taruna adalah organisasi yang berbasis budaya Bali. Sementara kita semua tahu kalau budaya Bali sendiri sangat terikat dengan agama Hindu. Jadi hal ini cukup menjadi semacam halangan bagi kami untuk menarik beberapa teman dari Bali yang non-Hindu.&lt;br /&gt;W : Adakah upaya untuk lebih merangkul pelajar ataupun mahasiswa Bali yang beragama non-Hindu?&lt;br /&gt;I : Upaya tersebut sudah dan akan terus kami usahakan. Secara informal, kami akan dekati mereka. Misalnya dalam beberapa acara Swastika Taruna, kami sering mengundang beberapa teman walaupun tidak secara resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebangkitan Nasional&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;W : Indonesia merayakan 100 tahun kebangkitan nasional pada tahun ini. Seperti apa Anda lihat dampak dari peristiwa tersebut bagi Indonesia sejauh ini?&lt;br /&gt;I : Terdapat sedikit perbedaan kalau saya bagi menjadi jaman dulu dan jaman sekarang. Dulu, dengan lahirnya Budi Utomo, benar-benar muncul dampak bagi perjuangan bangsa Indonesia. Timbul semangat baru, utamanya di kalangan pemuda, dalam merebut kemerdekaan dengan jalan selain adu fisik. Seiring berjalannya waktu, muncul juga banyak organisasi yang kemudian memunculkan banyak tokoh-tokoh yang berperan penting bagi perjalanan Indonesia ini, hingga sekarang. Namun, jujur saja, semangat itu saya lihat mulai pudar. Ironisnya lagi, itu terjadi di kalangan pemuda sendiri. Mungkin ini merupakan pengaruh globalisasi yang salah satunya lebih menonjolkan sifat individualisme namun tidak diimbangi oleh rasa nasionalisme.&lt;br /&gt;W : Menurut Anda, apa makna kebangkitan nasional yang seharusnya diresapi oleh bangsa ini?&lt;br /&gt;I : Kita harus dapat mencontoh semangat yang mendasari tercetusnya kebangkitan nasional itu yaitu bangkit dari keterpurukan dan penjajahan dan menang di negeri sendiri. Tidak seperti sekarang dimana kita sepertinya terkepung oleh pihak asing. Bagus untuk bekerja sama dan membuka diri dengan bangsa-bangsa luar namun bukan berarti tunduk dan terjajah di negeri tercinta ini.&lt;br /&gt;W : Sudah signifikankah peran pemuda dalam kehidupan bernegara ini?&lt;br /&gt;I : Belum bisa dikatakan signifikan, walaupun peran pemuda cukup terlihat. Pemuda atau mahasiswa harus menjalankan perannya sebagai kontrol sosial ataupun melancarkan kritik dan saran bagi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap kurang berkenan.&lt;br /&gt;W : Bagaimana dengan peran pemuda Bali atau Hindu sendiri?&lt;br /&gt;I : Wah kalau itu sangat sedikit, bahkan terlalu sedikit. Saya sebenarnya cukup miris melihat kenyataannya. Kebanyakan teman-teman Bali yang saya kenal, sangat individualis. Jarang memikirkan kepentingan masyarakat apalagi bangsa dan negara. Mungkin juga ini disebabkan oleh kondisi Bali sendiri yang sudah dirongrong oleh globalisasi tanpa mampu disaring. Namun, saya harapkan kondisi ini dapat berubah nanti. Negara ini sesungguhnya merupakan milik kita bersama, jadi sudah sepatutnya pula kalau kita pikirkan bersama.&lt;br /&gt;W : Baik terima kasih atas waktunya. Apa pesan untuk pembaca Wiweka?&lt;br /&gt;I : Teruslah semangat! Bagi pemuda Bali dan Hindu, jangan pupuk budaya ngekoh karena itu hanya akan membatasi perkembangan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Biodata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Nama Lengkap : I Made Indra Wijaya&lt;br /&gt;TTL : Denpasar, 20 Juli 1987&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan :&lt;br /&gt;SD 2 Ubung&lt;br /&gt;SMP 5 Denpasar&lt;br /&gt;SMUN 1 Mengwi&lt;br /&gt;Teknik Elektro ITS&lt;br /&gt;Pengalaman Organisasi :&lt;br /&gt;Ketua Swastika Taruna 2007-2008&lt;br /&gt;Ketua Divisi Artwork Himatektro ITS&lt;br /&gt;Kepala Departemen Media dan Informasi TPKH – ITS&lt;br /&gt;Anggota PC KMHDi Surabaya&lt;br /&gt;Hobi : Baca komik, desain, fotografi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-1994813389541082710?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/1994813389541082710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=1994813389541082710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1994813389541082710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1994813389541082710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/pemuda-sebagai-penjaga-budaya.html' title='Pemuda Sebagai Penjaga Budaya'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzk50UIe-I/AAAAAAAAAB0/KKuNq6JB_K4/s72-c/pake+wiweka2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7229456242321313985</id><published>2008-09-01T23:46:00.001-07:00</published><updated>2008-09-01T23:48:36.980-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>Dharma dan Kebenaran Adalah Nafas Kehidupan</title><content type='html'>Krishna berkata, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Di mana ada Dharma, dimana ada kebajikan dan kesucian, dimana kewajiban dan kebenaran dipatuhi, disana akan ada kemenangan. Orang yang melindungi Dharma akan dilindungi oleh Dharma. Arjuna, amalkanlah Dharma selalu. Tempuhlah kehidupan yang suci dan terhormat.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dharma memiliki tujuh segi seperti halnya matahari mengandung tujuh warna. Segi Dharma yang pertama adalah kebenaran. Yang kedua adalah watak yang baik. Yang ketiga adalah kebajikan, yang keempat pengendalian indera, kelima adalah tapa, keenam menjauhi (nafsu dan keinginan) duniawi, dan yang ketujuh adalah tanpa kekerasan. Ketujuh segi Dharma ini dicanangkan untuk melindungi manusia dan untuk kesejahteraan masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti panas adalah sifat api, dingin adalah sifat es, harum sifat bunga yang sedang mekar dan manis sifat gula, begitu pula kebenaran adalah sifat manusia. Kebenaran adalah dasar Dharma. Bila manusia menyadari kebenaran sejati yang merupakan sifat dasarnya, maka ia mengetahui kesejatian dirinya. Watak yang baik meupakan watak hidup bagi kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga sifat watak sangat penting bagi setiap orang yang ingin mencapai sukses dalam bidang kerohanian. Aspek yang pertama sangat tepat dinyatakan dengan kata-kata : kesucian, kesalehan dan kebaikan. Aspek yang kedua dapat dinyatakan dengan kata-kata : toleransi, kesabaran dan ketabahan. Aspek yang ketiga adalah : ketetapan hati, kebulatan tekad dan keuletan. Pendidikan apapun yang kau miliki dan betapapun kayanya engkau, apapun jabatanmu dan apapun gelar yang kau miliki, tetapi jika engkau tidak memiliki ketiga aspek watak ini, maka engkau tidak lebih dari orang mati. Orang hanya memperhatikan keindahan luar, tetapi Tuhan hanya mengenal keindahan batin. Sebenarnya bagi manusia, watak yang luhurlah yang merupakan keindahannya. Orang yang tidak memiliki watak yang baik, tidak jauh berbeda dari sebuah batu. Engkau harus mengikuti ketiga segi Dharma ini dan membiarkan setiap aspek bersinar dalam dirimu karena setiap aspek itu merupakan sifatmu yang sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dikatakan pelaksanaan yang berbeda memberi bentuk yang berbeda pula kepada Dharma, tetapi inti Dharma tetap sama. Kebenaran tidak akan pernah berubah. Kebenaran selalu satu tidak pernah dua. Dalam ketiga waktu dahulu, sekarang dan yang akan datang. Dalam ketiga alam : bumi, langit, dan alam bawah. Dalam ketiga keadaan : jaga, mimpi dan tidur nyenyak dan dalam ketiga guna : satwam, rajas dan tamas, kebenaran tetap satu. Karena kebenaran itu satu dan dasar Dharma, Dharma tidak bisa berubah; ia tidak pernah goyah atau mengalami perubahan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7229456242321313985?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7229456242321313985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7229456242321313985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7229456242321313985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7229456242321313985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/dharma-dan-kebenaran-adalah-nafas.html' title='Dharma dan Kebenaran Adalah Nafas Kehidupan'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-5144056219397997721</id><published>2008-09-01T23:42:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T23:45:19.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Konsolidasi Untuk Meningkatkan Eksistensi</title><content type='html'>KMHDI memiliki dua visi yaitu sebagai wadah pemersatu dan alat pendidikan kader. Visi itu diturunkan ke dalam misinya yang berbunyi ”memperbesar jumlah kader yang berkualitas”. Dua hal tersebut pun diadaptasi oleh pengurus baru Pimpinan Cabang (PC) KMHDI Surabaya sebagai pedoman dalam memutar roda organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut terlihat pada Rapat Kerja Cabang (Rakercab) IV PC KMHDI Surabaya. Acara yang dihelat di Ruang Kelas Saraswati Pura Segara Surabaya itu berhasil menelurkan sejumlah program kerja bagi pengurus untuk dua tahun kepengurusannya. Dari sekian program kerja yang terbentuk, nampak bahwa fokus pengurus masih berada pada konsolidasi internal mahasiswa Hindu dan kaderisasi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan acaranya sebenarnya minimal. Apalagi waktu yang diambil (25/4) sangat rentan karena banyak mahasiswa yang tengah menjalani ujian. Jumlah undangan yang datang pun sepertinya terpengaruh oleh kondisi ini. Peninjau dari pihak UKKH kampus hanya berasal dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Undangan lain datang dari Swastika Taruna, Pimpinan Cabang KMHDI Malang, Pimpinan Daerah KMHDI Jatim, dan Pimpinan Pusat KMHDI. Selebihnya adalah pengurus PC KMHDI Surabaya dan anggota-anggota yang lain. Tercatat sekitar 31 orang mengikuti permusywaratan ini. Namun, seperti disampaikan dalam laporannya, ketua panitia rakercab, IGN Dharma Kusuma, melihat hal tersebut tidak sampai menyurutkan semangat panitia dan  pengurus.&lt;br /&gt;Rakercab dimulai pada pukul 18.00 sesuai rencana awal. Presidium sidang sementara, yang dijabat oleh ketua umum PC KMHDI Surabaya bersama dua pengurus intinya, memimpin persidangan pertama guna membahas jadwal acara, tata tertib persidangan, dan pemilihan presidium sidang tetap. Sebelum masuk ke  persidangan kedua, yang membahas program kerja, presidium sidang sementara digantikan oleh presidium sidang tetap. Mereka adalah Nyoman Arya Tri Ekayana, Adi Wibawa, dan Wira Redi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan program kerja, yang menghabiskan waktu lebih dari lima jam itu, berlangsung cukup alot. Beberapa bidang bahkan harus menunda pembahasan untuk melakukan perundingan lebih mendetail di belakang meja. Peserta sidang banyak mempersoalkan masalah perencanaan waktu dan anggaran dana dimana beberapa diantaranya hanya ditulis menyesuaikan. Beberapa program kerja yang ditawarkan pengurus memang belum secara rinci menjelaskan dua aspek tersebut. Selain itu, ada beberapa program kerja yang coba diusulkan oleh peserta kendati tidak semuanya diterima dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah pelaksanaan kaderisasi tahap I yang akhirnya mentah. Tingkat kaderisasi ini dinilai belum cukup siap diadakan di Surabaya dilihat dari sumber daya yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, program kerja yang akhirnya disepakati dan disahkan cukup baik dan sesuai dengan fungsi KMHDI. MPAB yang diikuti dengan kaderisasi khusus, DMO, rutin dijadwalkan oleh bidang kaderisasi. Program keakraban bagi anggota dan konsolidasi dengan organisasi lain juga digalakkan kembali oleh bidang organisasi dan litbang. Dharma Tula oleh bidang bina dharma yang digelar berkala masih akan menjadi trade mark PC KMHDI Surabaya. Sementara itu, bidang dana usaha telah mencanangkan empat program kerja yang semuanya bertujuan untuk menggerakkan aliran kas PC KMHDI Surabaya. Beberapa terobosan juga dicanangkan oleh pengurus seperti Latihan Dasar Kepemimpinan Hindu yang sasarannya adalah mahasiswa Hindu se-Surabaya dan acara keakraban dengan alumni KMHDI yang selama ini kelihatannya belum tergarap dengan baik.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-5144056219397997721?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/5144056219397997721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=5144056219397997721' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5144056219397997721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5144056219397997721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/konsolidasi-untuk-meningkatkan.html' title='Konsolidasi Untuk Meningkatkan Eksistensi'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-5791837132449173332</id><published>2008-09-01T23:36:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T23:41:01.469-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Keberagaman Dalam Dharma Shanti</title><content type='html'>Walau pada awalnya kegiatan Dharma Shanti yang diselenggarakan di Wantilan Agung, Pura Segara Kenjeran sempat tertunda beberapa kali, hal itu tidak menyurutkan semangat umat Hindu untuk hadir di acara tersebut. Pada hari Sabtu, tepatnya tanggal 19 April 2008, pukul 10.00 WIB, Dharma Shanti baru dapat dilaksanakan. Tema yang diangkat adalah ”Melalui Perayaan Nyepi Kita Perkokoh Kebersamaan Menuju Kerahayuan Jagat Dengan Memelihara Keseimbangan Lingkungan”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dimulai dengan persembahan tari-tarian, kidung, dan gong. Tampak dalam acara tersebut pandita dan pinandita, pejabat TNI, Kapolda Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur (diwakilkan oleh Korwil Wilayah IV: Haji M. Basuki), Dirjen Binmas Hindu Departemen Agama : I B Gede Triguna, Ketua PHDI Jawa Timur,  I Ketut Sudiarta, dan masyarakat Hindu se-Jawa Timur antara lain Surabaya dan sekitarnya, Madura, dan Jember. Tetapi amat disayangkan, dari sekian banyak peserta yang hadir pada acara tersebut, hanya sedikit yang berasal dari kaum mahasiswa. Agenda di kampus-kampus dan masa-masa UTS bersamaan dengan acara Dharma Shanti sebagai pemicu berkurangnya kehadiran mahasiswa dalam acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian acara setelah tari-tari, kidung, dan gong dilangsungkan, adalah sambutan dari ketua panitia yaitu I P Gede Mahendra. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan dan dapat mempertebal sradha umat Hindu. Dengan terciptanya rasa kebersamaan dan kekokohan iman umat, maka umat Hindu dapat mewujudkan ajaran Tri Hita Karana dengan membangun hubungan baik secara horisontal maupun vertikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sambutan dari ketua panitia, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PHDI Jawa Timur. ”Umat Hindu sebenarnya memiliki kualitas tinggi, namun itu semua harus melalui proses pembinaan dimana memerlukan faktor pendukung yang salah satunya adalah dana”, terang Sudiarta dalam mengisi sambutannya. Kemudian tidak ketinggalan, sambutan dari perwakilan Gubernur Jawa Timur. Beliau mengaku bangga dan kagum akan kehadiran umat di acara ini. Beliau menyatakan bahwa kerukunan umat akan terjalin dengan baik, dimulai dari acara seperti ini. Walaupun berasal dari berbagai macam daerah tetapi umat Hindu tetap bersatu dalam mewujudkan satu tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dilanjutkan dengan dharma wacana yang diisi oleh Dirjen Binmas  Hindu. Topik Dharma Tula yang disampaikan berkisar pada evolusi jiwa yang dapat terjadi pada seorang Hindu. Setelah dharma wacana tersebut, peserta dihibur oleh tari-tarian sumbangan umat Hindu dari berbagai daerah. Ada tari topeng yang dipersembahkan dengan apik dan tari kolaborasi Jabar (Jawa Bali Rekat) yang mencerminkan persatuan antar Jawa dan Bali. Terakhir peserta dibuat tergelak dengan aksi Topeng Bondres.(ayu)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-5791837132449173332?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/5791837132449173332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=5791837132449173332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5791837132449173332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5791837132449173332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/keberagaman-dalam-dharma-shanti.html' title='Keberagaman Dalam Dharma Shanti'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-3015322592336582599</id><published>2008-09-01T23:25:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T23:34:01.417-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>TPKH ITS Turun ke Desa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzeIrKlGgI/AAAAAAAAABs/UjxGYlJmWr0/s1600-h/FOTO+Baksos+TPKH.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzeIrKlGgI/AAAAAAAAABs/UjxGYlJmWr0/s200/FOTO+Baksos+TPKH.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241308306959833602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masa setelah ujian tengah semester gasal baru-baru ini kerap menimbulkan kepenatan. Namun masa inilah yang dimanfaatkan oleh para mahasiswa yang tergabung di TPKH ITS untuk melakukan program kerja mereka, yakni bakti sosial. Bakti sosial kali ini mengambil tempat di sebuah daerah di dataran tinggi sebelah timur Gunung Kelud, tepatnya di Dusun Jatisari Desa Tegalasri Wlingi, Blitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan TPKH ITS, yang berjumlah 33 orang, berangkat dari kampus pada Jumat (18/4) tepatnya pukul 18.00 wib. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam, rombongan sampai di lokasi. Dengan sambutan hangat masyarakat setempat yang mayoritas Hindu, rombongan pun menginap di rumah salah seorang warga.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, sekitar pukul 06.00 WIB, dilakukan persembahyangan di Pura Eka Dharma dipimpin oleh mangku Hari. Di pura inilah kegiatan baksos yang diketuai oleh A.A.N Satria Damar N di laksanakan. Pura ini telah memiliki padmasana dan tembok penyengker. Sesuai rencana, mahasiswa akan membangun pelinggih panglurah di pura ini. Dengan antusias, para mahasiswa ITS melakukan pekerjaan pembangunan, bersama warga sekitar. Bukan hanya membangun pelinggih, pengecoran pondasi atap bale bengong yang menghadap ke selatan di jaba tengah pura juga dilakukan. Tidak mau kalah dengan para pria, para mahasiswi pun ikut turun membantu proses pembangunan, seperti menyaring pasir halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini, Wiweka sempat berbicara dengan mangku Sukadi, salah seorang tokoh agama daerah setempat. Beliau mengatakan bahwa, keberadaan umat Hindu di daerah Wligi ini berawal pada tahun 1965, dimana pada masa itu setiap warga negara Indonesia diwajibkan menganut agama. Pada saat itulah agama Hindu dipilih oleh sebagian besar warga desa. Jumlah umat Hindu di desa ini adalah 123 KK, mengalami banyak penurunan dari jumlah awalnya yang sekitar 230 KK. Hal ini diakibatkan oleh banyaknya umat Hindu yang kawin dengan umat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat turun hujan pada siang hari, namun hal ini tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk membangun pelinggih panglurah. Setelah hujan reda, pekerjaan pun dilanjutkan, namun hingga sore hari pembangunan pelinggih baru mencapai setengahnya. ”Walaupun tidak selesai, hal ini tidak mengurangi makna dari baksos ini”, tutur ketua panitia. Kegiatan kerja bakti pun dihentikan pada sore harinya. Namun pembangunan pura ini pasti akan dilanjutkan oleh warga yang sudah menyusun jadwal kerja bakti setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam harinya kegiatan persembahyangan bersama warga desa digelar. Para mahasiswa sempat terkejut dengan kehadiran Bapak Adi Suripto yang pernah menjabat sebagai Sekjen PHDI Pusat. Suripto, yang juga adalah warga Wlingi, sempat memberikan dharma tula. Ia memberi motivasi kepada mahasiswa dan umat setempat untuk terus membangun Hindu. Ia juga berpesan agar Pura Eka Dharma ini dapat menjadi basis pengembangan budaya Jawa karena Hindu selalu berakulturasi dengan budaya dimana dia berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya tibalah saat perpisahan. Setelah melakukan persembahyangan pagi dan sarapan, rombongan TPKH berkumpul di ruang tengah. Disaksikan beberapa warga desa, saudara Ida Bagus Krisna Prabawa selaku Ketua Harian TPKH ITS memberikan sejumlah dana dan beberapa buku yang kiranya dapat dimanfaatkan oleh warga desa guna pengembangan umat. ”Senang banget bisa berbagi dengan umat yang ada di daerah dan semoga kegiatan bakti sosial seperti ini dapat berjalan tiap tahunnya”, tutur Gus Krisna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pulang, rombongan TPKH menyempatkan diri mengunjungi TK Hindu dan Pura Eka Bhakti Widya Dharma yang letaknya tidak jauh dari lokasi pura Eka Dharma.(wis)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-3015322592336582599?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/3015322592336582599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=3015322592336582599' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3015322592336582599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3015322592336582599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/tpkh-its-turun-ke-desa.html' title='TPKH ITS Turun ke Desa'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzeIrKlGgI/AAAAAAAAABs/UjxGYlJmWr0/s72-c/FOTO+Baksos+TPKH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-1474969905840478179</id><published>2008-09-01T23:13:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T23:25:17.440-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Meningkatkan Spiritual dan Kebersamaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzcIKFoeXI/AAAAAAAAABk/8gb9yQwwgHQ/s1600-h/Tirta+Yatra+UWKS.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzcIKFoeXI/AAAAAAAAABk/8gb9yQwwgHQ/s200/Tirta+Yatra+UWKS.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241306099057457522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Spiritual dan kebersamaan mungkin adalah dua hal yang berbeda. Namun keduanya bisa ditingkatkan bersama melalui suatu kegiatan massa yang menyentuh sisi religi. Contohnya seperti yang dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Kerohanian Hindu Uiversitas Wijaya Kusuma (UKM BKH UWKS) pada 19 dan 20 April 2008 kemarin. Berbekal semangat kebersamaan, mahasiswa Hindu yang tergabung di UKM BKH UWKS tersebut melaksanakan Tirta Gemana ke beberapa pura yang ada di Malang. Tirta Gemana yang bertemakan “Dengan Kegiatan Tirta Gemana Kita Tingkatkan Mental Spiritual Dan Kebersamaan Semeton UKM BKH UWKS” memang memiliki tujuan untuk mempererat keakraban antar anggotanya. Hal ini tercermin dari jumlah peserta yang mencapai 110 orang yang berasal dari empat angkatan berbeda, mulai dari angkatan 2004 hingga 2007.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat ada tiga pura di Malang yang dikunjungi oleh semeton UKM BKH UWKS. Pura-pura tersebut adalah Pura Buana Kerta di Singosari, Pura Luhur Dwijawarsa di Buring, dan Pura Dali Agrahita di Pujon. Perjalanannya dibagi menjadi dua hari dimana pada hari pertama, peserta mengunjungi Singosari dan Buring. Kemudian pada hari kedua, rombongan baru bertolak ke Pujon. Satu kali istirahat menginap di Songoriti, Batu pada malam hari pertama menyelingi Tirta Gemana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persembahyangan menjadi agenda wajib di setiap pura. Selain itu, untuk menunjukkan rasa kepedulian pada sesama sekaligus menjalin simakrama dengan umat Hindu di Malang, UKM BKH UWKS juga memberikan dana punia. Dana punia itu diberikan langsung kepada pemangku yang ada disana. Kendati tidak banyak, namun harapannya itu dapat berguna bagi pembangunan pura maupun umat Hindu disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kegiatan yang tidak bisa lepas dari Tirta Gemana ini adalah dharma wacana. Untuk meningkatkan wawasan tentang agama Hindu, pemangku-pemangku yang bertugas disitu secara sukarela memberikan sedikit wejangan bagi para peserta Tirta Gemana. Topiknya tidak melulu menyangkut filsafat. Di Pura Luhur Dwijawarsa misalnya, anggota UKM BKH UWKS juga diceritakan mengenai sekilas sejarah perkembangan pura-pura besar yang ada di Malang. Menurut Mangku Puspa, pemangku yang bertugas disana, Pura Luhur Dwijawarsa ini merupakan pura tertua di Malang. Baru kemudian disusul oleh Pura Dali Agrahita dan Pura Buana Kerta. Satu pura lagi yang “paling muda” adalah Pura Giri Arjuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini secara umum berjalan dengan lancar. Hal ini diakui oleh ketua panitia kegiatan, Gede Agung Krisna Yudha. Mahasiswa angkatan 2006 ini menjelaskan bahwa tujuan dari Tirta Gemana ini, yaitu meningkatkan spiritual dan kebersamaan anggota UKM BKH, dapat tercapai. Ia juga menyinggung antusiasme peserta yang sangat tinggi. “Responnya sangat baik. Peserta sangat antusias mengikuti Tirta Gemana ini.”, tuturnya. Bahkan katanya, semangat dari angkatan 2007 sama sekali tidak surut kendati mereka akan menjalani ujian dua hari setelahnya. Oleh karena itu, amat wajar kalau Krisna berharap kegiatan ini dapat dipertahankan dan kalau bisa dilaksanakan lebih baik lagi pada tahun-tahun berikutnya.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-1474969905840478179?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/1474969905840478179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=1474969905840478179' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1474969905840478179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1474969905840478179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/meningkatkan-spiritual-dan-kebersamaan.html' title='Meningkatkan Spiritual dan Kebersamaan'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLzcIKFoeXI/AAAAAAAAABk/8gb9yQwwgHQ/s72-c/Tirta+Yatra+UWKS.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7960196729584634737</id><published>2008-09-01T23:05:00.001-07:00</published><updated>2008-09-01T23:11:09.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Rumah Terakhir Indonesia Raya</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Nasibkoe soedah begini&lt;br /&gt;Inilah jang disoekai oleh pemerintah Hindia Belanda&lt;br /&gt;Biarlah saja meninggal, saja ichlas&lt;br /&gt;Saja toch sudah beramal&lt;br /&gt;Berdjoeang dengan tjarakoe dengan biolakoe&lt;br /&gt;Saja jakin Indonesia pasti merdeka”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;W. R. Soepratman&lt;br /&gt;17 Agustus 1938&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kata-kata terakhir yang sempat diucapkan oleh W. R. Soepratman sebelum meninggal dunia. Tepat tujuh tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya itu meninggal. Pemain biola ini pernah mengatakan, “Saja jakin, Indonesia pasti merdeka,” jauh hari sebelum kemerdekaan Indonesia. Entah apa yang mendasari ucapan tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum meninggal dunia, W. R. Soepratman ditangkap oleh pemerintah Hindia Belanda. Pemerintah Hindia Belanda menganggap W. R. Soepratman membahayakan pemerintahannya. W. R. Soepratman dianggap berpihak kepada Jepang, hal ini karena W. R. Soepratman menciptakan lagu yang berjudul Matahari Terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditangkap oleh penjajah, W. R. Soepratman sakit. Kemungkinan pada saat ditangkap beliau mengalami penyiksaan fisik atau diperlakukan tidak layak sehingga sakit paru-paru yang dideritanya kambuh. Tiga hari setelah dibebaskan oleh pihak Hindia Belanda W. R. Soepratman wafat, setelah tiga hari terbaring lemah karena sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W. R. Soepratman meninggal di rumah Sastromihardjo, nama Belandanya W. M. Van Eldik, kakak ipar yang juga pengasuhnya dibidang pendidikan dan musik. Rumah yang sederhana di perkampungan yang juga sederhana, di daerah Tambaksari. Tepatnya di Jalan Mangga No. 21. Kira-kira 500 meter ke arah barat dari Stadion Gelora 10 November. &lt;br /&gt;Untuk ke tempat ini kita harus masuk ke perkampungan di barat stadion. Jalan di kampung ini tidak dapat dilalui mobil. Lebar jalan hanya sekitar dua meter.&lt;br /&gt;Sejak akhir Februari 2002, rumah ini menjadi Museum Rumah Wafat W. R. Soepratman. Museum ini dikelola oleh LPKP (Lembaga Pengkajian Kota Pahlawan), sebuah LSM yang peduli pada peninggalan-peninggalan para pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum 2002, rumah ini tidak terawat. Halaman depan dipenuhi dengan tanaman liar. Bangunannya pun kotor hampir rusak. Bahkan penduduk sekitar banyak yang tidak mengetahui kalau rumah tersebut adalah tempat meninggalnya seorang pahlawan besar. Sejak 14 Maret 1975, rumah itu tidak ditempati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zainal Karim, Ketua Pengurus Museum, sejak tahun 2002 bantuan pemerintah untuk pengelolaan museum ini sangat minim. ”Hanya tiga juta rupiah dari pemerintah provinsi sejak museum ini ditemukan”, demikian menurut Karim. ”Baru pada tahun 2007 pemerintah kota memberikan bantuan sebesar Rp. 250.000,- tiap bulan. Sama sekali tidak ada bantuan dari pemerintah pusat”, tambahnya. Padahal pemerintah pusat, pada tahun 2003, pernah meresmikan dan berjanji untuk memugar dan mengembangkan museum ini, melalui Menteri Pariwisata.(win)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7960196729584634737?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7960196729584634737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7960196729584634737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7960196729584634737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7960196729584634737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/rumah-terakhir-indonesia-raya.html' title='Rumah Terakhir Indonesia Raya'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-2310674273836995317</id><published>2008-09-01T22:44:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T09:22:50.270-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Re-Code Your Change DNA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL65dCUpQtI/AAAAAAAAAEk/JZ5dmMK-ujE/s1600-h/img510.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL65dCUpQtI/AAAAAAAAAEk/JZ5dmMK-ujE/s200/img510.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241830924796642002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Re-Code Your Change DNA; Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian dan Keberhasilan dalam Pembaharuan.&lt;br /&gt;Penulis : Rhenald Kasali, Ph.D.&lt;br /&gt;Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Cetakan : Pertama, Januari 2007&lt;br /&gt;Tebal : xviii + 270 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…sekelompok orang berpakaian agak lusuh bergerak tiada henti dengan mata setengah liar seperti seekor heyna yang sedang mengamati calon mangsanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok orang itu adalah anak-anak Gypsy yang tinggal di emperan toko dan dikenal sebagai pengutil dompet para turis. Tak ada yang bisa menjelaskan me-ngapa kaum Gypsy tidak bisa berubah atau diubah menjadi manusia modern yang hidup dengan bekal pendidikan yang memadai dan tidak lagi hidup nomaden, apalagi mengutil dan menjarah milik orang lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang berlatar pendidikan biologi memberitahu saya bahwa ada unsur pembentuk perilaku yang terbawa dalam gen mereka. Dalam ilmu genetika biologi, katanya, unsur itu disebut DNA, sebuah singkatan dari deoxiribo nuclead acid. Itulah molekul pembawa sifat. Menurutnya, untuk dapat mengubah mereka dibutuhkan treatment khusus pada kode-kode pembentuk DNA itu.(hal. 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli perilaku yang lain berpendapat sedikit berbeda. Baginya, sejak lahir manusia sesungguhnya tidak punya masalah. Mereka bisa saja punya molekul-molekul DNA yang bagus. Tetapi unsur-unsur pembawa sifat itu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam proses interaksi itu, unsur-unsur yang bagus bisa terbelenggu oleh berbagai unsur lain sehingga tidak muncul ke atas permukaan.(hal. 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhluk hidup terdiri atas jutaan sel dan pada setiap sel itu terkandung molekul-molekul pembawa sifat yang kita sebut DNA. Karena dibentuk dan dikerjakan oleh manusia, maka organisasi pun sebenarnya dapat dipandang sebagai makhluk hidup. Pada awal-awal berdirinya, organisasi mulai mencari bentuk. Seperti seseorang yang baru datang untuk menetap di suatu kota, ia akan mengeksplorasi jalan-jalan yang ada, sampai ia mengetahui jalan tercepat dan termudah untuk mencapai tempat yang dituju. Setelah sekali-duakali merasa nyaman, maka jalan itu akan ditetapkan sebagai rute utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia dan organisasi mulai menemukan jalannya, sebuah peringatan harus segera dilayangkan: “Hati-hati, Anda akan terbelenggu oleh tradisi.”&lt;br /&gt;Jalan yang Anda lewati ternyata juga diminati orang-orang lain atau organisasi lain. Ia dapat menjadi padat dan Anda mulai harus merayap mengendap-endap di tengah-tengah kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih celaka lagi, ternyata mereka sudah merasa nyaman berada di jalan itu dan tak punya nyali melewati jalan-jalan baru. Mereka semua takut keluar dari tradisi mencari jalan-jalan baru.(hal. 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar buku ini menandaskan bahwa penting sekali bagi kita semua berfokus pada manusia yang menjalankan perubahan itu sendiri, bukan pada alat-alat atau masalah yang kita hadapi (first who then what). Kita tidak perlu cepat-cepat masuk kepada konsep-konsep bisnis sebelum memberi perhatian pada cara orang-orang kita berpikir, sebab pada akhirnya konsep-konsep yang hebat itu akan terpulang pada bagaimana para eksekutif menjalankannya. Seringkali kita berpikir apa yang cocok buat kita, tapi mereka yang kita ajak bekerja harus menjalankan apa yang ada di kepala kita. Padahal apa yang kita pikirkan adalah apa yang bisa kita jalankan, dan belum tentu dapat dijalankan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini mengandung empat hal, yaitu cerita (kasus), konsep (teori), strategi, dan filosofi. Ilustrasi-ilustrasi yang diberikan dapat membuat pembaca lebih mudah memahami sebuah teori atau konsep.(win)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-2310674273836995317?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/2310674273836995317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=2310674273836995317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2310674273836995317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2310674273836995317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/re-code-your-change-dna.html' title='Re-Code Your Change DNA'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SL65dCUpQtI/AAAAAAAAAEk/JZ5dmMK-ujE/s72-c/img510.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-5775551035196800731</id><published>2008-09-01T22:34:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T01:17:57.629-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Bebaskan Mata Lelah</title><content type='html'>Jika mata Anda mulai lelah diikuti dengan kepala pening namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di depan layar monitor, Anda dapat mencoba beberapa tips sederhana di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Istirahatkan mata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Biarkan mata beristirahat sejenak dengan berfokus pada sesuatu selain layar monitor. Cobalah latihan berikut, angkat jari telunjuk dan tempatkan beberapa sentimeter dari wajah. Fokuskan pandangan pada jari dan perlahan pindahkan jari itu lebih jauh beberapa sentimeter. Lalu, fokuskan pada sesuatu yang lebih jauh dan kembali ke fokus ke jari. Perlahan kembalikan jari ke posisi beberapa sentimeter di depan wajah. Kemudian pindahkan fokus ke objek jauh dan tetap berfokus ke sana selama beberapa detik. Ulangi latihan ini tiga kali sepanjang waktu kerja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ubah kebiasaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Cobalah berdiri dan bergerak menjauh dari meja kerja paling tidak beberapa jam sekali. Jika mungkin, rebahkan bahu di sandaran kursi dan tutup mata selama beberapa saat. Paling tidak berikan istirahat selama 5 menit setiap jam. Lakukan hal lain seperti menelpon dan membereskan berkas surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sering berkedip&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ini untuk menyegarkan mata kembali. Tahukah Anda, orang berkedip lebih jarang ketika bekerja di depan layar monitor. Karena itu, sering terjadi kasus mata kering karena bekerja terlalu lama di depan komputer. Dengan berkedip akan memproduksi airmata, sehingga membantu melembabkan mata. Buatlah kesadaran untuk lebih sering berkedip saat bekerja dengan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lakukan rileksasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ringankan tegangan otot dengan latihan rileksasi ini. Letakkan siku di meja kerja, telapak tangan menghadap ke atas. Biarkan beban jatuh ke depan dan kepala jatuh ke tangan. Posisikan kepala sehingga alis berada di dasar telapak tangan dengan jari menjulur ke dahi. Tutup mata dan tarik napas melalui hidung. Tahan napas selama beberapa detik. Buang napas. Lanjutkan pernapasan dalam ini selama 15 sampai 30 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangi latihan sederhana ini beberapa kali sehari.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-5775551035196800731?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/5775551035196800731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=5775551035196800731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5775551035196800731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5775551035196800731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/bebaskan-mata-lelah.html' title='Bebaskan Mata Lelah'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-5488764084554414804</id><published>2008-09-01T06:25:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T06:28:42.220-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Topik Utama'/><title type='text'>Mengapa Gender?</title><content type='html'>Agenda mama hari ini:&lt;br /&gt;05.00 Bangun pagi (tukang sayur biasa lewat jam segini, inget beli ayam buat bikin kare)&lt;br /&gt;05.30 Setrika baju buat hari ini (seragam pramuka kakak, rok ijo mama, kemeja biru garis-garis papa)&lt;br /&gt;06.00 Mandi (jangan lupa sebelum mandi bangunin kakak dan bikin air panas buat mandi si kecil)&lt;br /&gt;06.30 Bikin sarapan&lt;br /&gt;06.45 Bangunin si kecil plus mandiin&lt;br /&gt;07.00 Berangkat ngantar kakak sekolah, dan si kecil ke rumah mertua&lt;br /&gt;08.00 Kantor (ingat selesaikan laporan sebelum jam makan siang)&lt;br /&gt;12.00 Jemput kakak sekolah, antar ke rumah mertua&lt;br /&gt;12.30 Ambil STNK di kantor Samsat&lt;br /&gt;13.00 Balik ke kantor&lt;br /&gt;17.00 Jemput anak-anak (mampir supermarket, susu si kecil habis)&lt;br /&gt;18.00 Mandiin si kecil (inget masukin cucian ke mesin cuci, td pagi nggak sempat)&lt;br /&gt;18.30 Masak makan malam&lt;br /&gt;19.00 Kakak punya PR matematika dan bahasa inggris, minta dibantuin&lt;br /&gt;20.00 Nongol sebentar di banjar buat ngayah bikin jajan soalnya odalan yang kemaren nggak bisa ngayah karena kakak sakit&lt;br /&gt;21.00 Akhirnya semua bobo, harus ikut bobo soalnya si kecil masih suka bangun malam – malam, nangis minta susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari kita setidaknya bisa menarik hubungan antara kehidupan kita sehari-hari dengan jadwal di atas. Sebagian dari kita dibesarkan dalam model keluarga seperti ini. Sebagian lagi berpikir “Apa begini ya masa depan saya?” atau bahkan sebagian lagi berpikir andai saya bisa punya istri seperti itu, tetap memperhatikan kewajibannnya sebagai ibu sementara dia juga bekerja. Ada yang mungkin sama sekali tidak merasakannya secara pribadi, “Ibu saya ibu rumah tangga kok, tapi saya tahu tetangga sebelah sepertinya begitu”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diminta memberikan tanggapan soal jadwal ini, beberapa tanggapan berikut mungkin muncul : “Apa yang salah? Bukannya memang seharusnya begitu?”. Atau ada yang menawarkan solusi “Kok repot amat, cari aja pembantu”. Ada yang lebih simpatik, “Wah ternyata kalau diterjemahkan dalam bentuk time schedule kayak begini ibuku/aku/istriku ternyata lebih sibuk dari kelihatannya ya.” Jadi ibu dan wanita bekerja sekaligus ternyata tidak gampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aplikasi Analisis Gender&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mari kita bedah satu persatu tanggapan ini dengan menggunakan pisau analisis sosial yang disebut sebagai ”analisis gender”. Dasar pijakan tanggapan pertama adalah konsep fungsionalisme pro status quo, selama masyarakat masih dapat berfungsi dengan baik dalam aturan main yang ada maka tidak ada pentingnya mengubah aturan tersebut. Bukannya memang seharusnya begitu? Dari dulu juga begitu. Masalahnya, apa iya tuntutan masyarakat kita saat ini sama seperti dulu, sehingga kita masih bertahan bergantung pada aturan main yang lama? Apa masyarakat kita bisa berfungsi sama baiknya seperti dulu ketika aturan dasar soal peran gender dibuat? Menggunakan dasar berpikir yang sama, tujuan kaum fungsionalis yaitu pembentukan masyarakat yang fungsional pada dasarnya tidak akan tercapai dengan mempertahankan tatanan yang sama. Sebuah tatanan akan lestari jika semua pihak merasa telah diperlakukan secara adil. Tatanan gender yang patriarkhis, yang berpusat semata pada keunggulan maskulin, yang kemudian karenanya terpaksa merendahkan posisi yang lain, jelas menjauhkan kita dari titik equilibrium sehingga kelestarian tatanan ini patut dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan kedua : anggap saja ada si Sum. Si Sum biasanya, anak perempuan umur 15 tahun paling banter tamat SMP atau ibu rumah tangga yang penghasilan suaminya tidak cukup atau mungkin janda. Ketika keluarga ini menikmati bantuan dari si Sum. Siapa yang membantu keluarga si Sum? Kenapa si Sum cuma sekolah sampai SMP dan jadi pembantu rumah tangga? Bandingkan nasib si Sum dengan saudara laki-lakinya. Kalau si Sum adalah seorang ibu, bayangkan siapa yang pagi-pagi menyiapkan sarapan buat anak si Sum sebelum berangkat sekolah? Siapa yang bantu anak si Sum bikin PR? Fenomena ini yang menjadi dasar hukum kekekalan kemiskinan. Sekali anda miskin, dalam sistem yang tidak berpihak pada pemberdayaan kaum miskin, anda akan selamanya miskin. Dalam sistem ini kemiskinan secara otomatis menggandakan dirinya sendiri. Riset membuktikan semakin banyak waktu berkualitas yang di curahkan orang tua untuk anaknya maka semakin besar kesempatan seorang anak untuk menjadi orang yang berhasil di masa depan. Ini bukan rocket science, semua orang tahu itu tapi hukum ini justru kabar buruk buat anak si Sum karena dia tidak punya previlige untuk menikmatinya. Ini adalah contoh dari ungkapan perempuan makan perempuan. Untuk memenuhi tuntutan peran kultural yang dibebankan kepadanya, perempuan kelas menengah mengeksploitasi perempuan dari kelas sosial ekonomi dibawahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan ketiga : Terima kasih karena Anda telah membuka diri Anda untuk masuk ke diskusi yang lebih jauh. Benar bahwa menjadi ibu sekaligus wanita bekerja bukan hal yang mudah dalam debat gender ini yang disebut sebagai beban ganda. Ini yang dinilai sebagai hasil palsu model kesetaraan gender yang setengah-setengah. Perempuan bisa memasuki dunia kerja tetapi tidak diijinkan secara kultural untuk membagi tanggung jawab rumah tangganya dengan pasangannya, karena sang pasangan juga punya peran kultural yang tidak bisa dipertukarkan, misalnya tugas memperbaiki genteng bocor. Ini akar ketimpangan gender yang diadvokasi oleh status quoist. Ini juga dasar eksploitasi berlapis model masyarakat kapitalis dengan perempuan miskin sebagai dasar piramida eksploitasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa Gender ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berbagai ketimpangan dan ketidakadilan yang bisa digarisbawahi dari sebuah contoh sederhana ”agenda mama hari ini” tidak akan muncul kepermukaan kalau kita tidak membedahnya dengan pisau ”analisis gender”. Akar analisis ini adalah pembedaan antara konsep sex atau jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) yang secara biologis terberi (nature) dan konsep gender yang merupakan hasil konstruksi sosial (nurture) yang membedakan gender feminim dan maskulin. Mengutip pandangan feminist eksistensialis ”you are born as a female but you are learned to be a women”. Tiga jawaban mendasar yang ditawarkan analisis gender menyoal mengapa ketimpangan ini masih terjadi adalah :&lt;br /&gt;1) Ngototnya pelekatan peran feminim kepada jenis kelamin perempuan dan peran maskulin pada jenis kelamin laki-laki  membuat timbulnya reaksi bahwa diskusi gender adalah diskusi menentang kehendak alam.&lt;br /&gt;2) Model penghargaan terhadap masing-masing peran yang bersifat tidak proposional. Perubahan sistem nilai yang bersifat jauh lebih ekonomi sentris, membuat peran feminim (domestic/ rumah tangga) kehilangan ranah berpijak.&lt;br /&gt;3) Rendahnya penghargaan terhadap potensi perempuan akibat pelekatan peran domestik yang notebene dinilai lebih rendah membuat rendahnya representasi perempuan di ruang publik yang kemudian membuat suara dan potensi perempuan semakin tidak terdengar. Ini yang disebut peminggiran sistematis terhadap posisi perempuan. &lt;br /&gt;Kembali lagi kepada perdebatan dasar kita soal ketimpangan gender, intinya gender adalah bentukan budaya bukan masalah hukum alam. Dengan demikian, diskusi gender pada dasarnya adalah diskusi budaya. Ini bukan soal laki-laki versus perempuan, tapi soal mencari equilibrium baru, aturan main baru yang lebih adil bagi kedua belah pihak yang memungkinkan masyarakat kita berfungsi dengan lebih baik. Ketidakadilan bisa ada tapi tak terdeteksi. Analisis gender adalah alat untuk memotret ketimpangan ini dan merubahnya. Perubahan ini telah terjadi, karena saya yakin sebagian dari kita juga telah jadi saksi mata terhadap kenyataan lain “jadwal ibu/istri/saya bukan seperti itu, karena saat ibu/ istri/saya memasak untuk sarapan, ayah/suami/saya yang memandikan anak-anak”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini jelas bukan sebuah tulisan komprehensif tentang diskursus teori gender dan evolusinya. Bukan juga kajian detail tentang bagaimana aplikasi analisis gender menawarkan pembongkaran ideologi kapitalis atau analisis kritis terhadap sejarah manusia termasuk agama. Tulisan ini hanyalah pengantar untuk memulai memandang kenyataan terdekat kita dengan cara yang sedikit berbeda dengan memperhitungkan faktor “pentingnya kesetaraan gender”. Karena masyarakat kita butuh pendekatan baru untuk memastikannya dapat berfungsi dengan lebih baik dan menghasilkan generasi penerus yang lebih baik, generasi yang paham bahwa pada dasarnya perempuan adalah juga manusia yang punya hak sekaligus kewajiban yang setara dalam memastikan keberfungsian sebuah keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr. Yessi Crosita O.&lt;br /&gt;Alumni KMHDI&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-5488764084554414804?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/5488764084554414804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=5488764084554414804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5488764084554414804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5488764084554414804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/mengapa-gender.html' title='Mengapa Gender?'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7061118101385063426</id><published>2008-09-01T06:22:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T00:44:18.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Wanita, Dibalik Keindahan Fisik dan Intelektualitas</title><content type='html'>Seiring berputarnya roda waktu dan seiring bergulirnya peristiwa demi peristiwa, banyak sekali terjadi perubahan-perubahan pemikiran. Salah satunya adalah konsep pemahaman tentang peran wanita dalam kehidupan. Wanita merupakan sosok yang tak akan lepas dari sandiwara kehidupan ini. Jika tak ada wanita mungkin tidak ada benih kehidupan. Jika tidak ada wanita mungkin tidak akan pernah ada bunga yang berkembang memperindah kehidupan dan jika tidak ada wanita mungkin juga tidak akan ada pria yang memenuhi penjara atas kasus pelecehan terhadap wanita atau kekerasan dalam rumah tangga. Wah, ternyata begitu besar peran wanita untuk dunia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat sosok R.A. Kartini? Pastilah kaum wanita Indonesia ingat. Atas jasa besarnya, wanita Indonesia bisa berlenggang kangkung mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Sejak itu terngianglah kata-kata emansipasi wanita. Emansipasi berarti persamaan derajat dengan pria dalam hal kebebasan menjalani kehidupan, bebas mengenyam pendidikan sampai bebas memilih pasangan hidupnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata kebebasan itu pulalah yang akhirnya menjadi alasan wanita muda Indonesia untuk melakukan hal-hal bebas tanpa batas. Bisa diambil contoh, kebebasan wanita mengekspresikan keindahan fisiknya di Gang Dolly yang konon katanya merupakan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara dan sekitarnya. Ataupun kebebasan wanita untuk bergaul bebas tanpa aturan. Sajian tari-tarian striptis wanita di tempat hiburan malam dan juga foto-foto artis wanita bugil bertebaran dimana-mana, ataupun kreativitas goyangan-goyangan ngebor, ngecor, ataupun ngelas atau apalah namanya. Belum lagi berdasarkan penelitian bagi pelajar di salah satu kota di Jawa Tengah, disimpulkan bahwa 90% dari pelajar kota itu sudah kehilangan keperawanannya. Yaaa ampuuuun!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu pantas? Yah... Banyak alasan yang sanggup membuat hal yang semestinya tidak pantas menjadi pantas. Tapi apakah perjuangan Kartini hanya untuk kebebasan semacam itu? Apakah seperti itu ungkapan terima kasih terhadap pejuang kebebasan wanita? Atau, apakah seperti itu akibat dari kerasnya kehidupan ini serta tuntutan ekonomi? Tunggu dulu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah menyangkut wanita bukan hanya itu saja. Kekerasan rumah tangga, pelecehan terhadap wanita ataupun jual beli wanita masih marak terjadi. Hal tersebut sangat menyudutkan peran wanita. Eitsss... Tapi para wanita jangan berkecil hati dulu. Ternyata dibalik hal-hal negatif diatas banyak sekali sloka-sloka dalam Hindu yang memandang wanita sebagai sosok yang harus dihormati. Salah satunya adalah sloka dalam kitab Manawa Dharmasastra.III.56 : ”Di mana wanita dihormati, di sanalah para Dewa-Dewa merasa senang, tetapi dimana mereka tidak dihormati, tidak ada upacara suci apapun yang akan berpahala.” dan kitab Manawa Dharmasastra.III. 57 :” Di mana wanita hidup dalam kesedihan, keluarga itu akan cepat hancur, tetapi di &lt;br /&gt;mana wanita tidak menderita, keluarga itu akan selalu bahagia.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sloka-sloka diatas telah menggambarkan betapa terhormatnya posisi wanita dalam kehidupan ini. Namun sayangnya, pada prakteknya pelanggaran-pelanggaran sering terjadi dan sangat mengkhawatirkan serta menjauhkan posisi wanita seperti dalam sloka-sloka tersebut. Lalu, sebagai wanita apa yang sebaiknya dilakukan demi memperbaiki citra emansipasi ataupun kebebasan agar tidak terlewat batas? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Meitri Dewa Bawa (peran seorang ibu) disebutkan bahwa dalam keluarga sejahtera fungsi seorang ibu/wanita adalah sangat dominan, wanitalah yang sangat menentukan sukses tidaknya sebuah rumah tangga. Wanita sebagai pemegang ekonomi keluarga dan wanita juga merupakan guru pertama dari seorang anak yang baru lahir di bumi. Untuk itu pendidikan sangatlah penting bagi wanita. Intelektualitas seorang wanita dapat mempengaruhi seorang anak dikala wanita tersebut berperan sebagai ibu. Anak yang suputra, cerdas dan pandai, sebagian besar dimiliki oleh seorang ibu yang berintelektual serta berwawasan lebih. Intelektual wanita juga mempengaruhi kesuksesan seorang pria dikala wanita berperan sebagai istri. Tidak dapat dipungkiri bahwa kesuksesan suami didapat karena dorongan semangat seorang istri, begitu juga sebaliknya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, lain dulu lain sekarang. Perbedaan kepribadian wanita zaman dulu dan sekarang bergantung pada tuntutan zamannya. Pada zaman dahulu saat wanita tidak tercerahkan pada pendidikannya, wanita cukup konsen pada problem domestik. Wanita pada zaman sekarang, dengan pendidikan tinggi menuntut agar aktualisasi diri yang lebih besar mengambil peran. Maka  mereka menuntut untuk bekerja di rumah dan di luar rumah. Wanita bisa memilih mana yang membawa keberhasilan dan kebahagian hidup bagi dirinya, keluarganya dan masyarakatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana jika wanita menjadi pemimpin? Memang beberapa agama menolak keras wanita untuk menjadi pemimpin dengan alasan wanita memiliki derajat dibawah pria. Namun dalam kenyataannya wanita lebih luwes dan sukses menjadi pemimpin serta panutan. Semakin banyak wanita yang menduduki kursi pimpinan. Di bidang pendidikan pun semakin banyak wanita-wanita yang memiliki gelar tertinggi yaitu guru besar, tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang istri serta ibu bagi anak-anaknya.  Terbukti mereka semua meraih kesuksesan. Hal tersebut membuktikan perkembangan wanita Indonesia sangat pesat dalam kurun waktu 120 tahun, semenjak dikumandangkan emansipasi wanita oleh R.A.Kartini di tahun 1890-an, baik dalam hal positif maupun negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperbaiki kehidupan, sebaiknya wanita harus bisa memilah dan memilih mana yang terbaik bagi hidupnya dan masa depannya. Keindahan fisik saja tanpa intelektual dan wawasan luas belum cukup bagi wanita untuk memperoleh masa depan yang indah. Jadikanlah pendidikan sebagai kosmetik terbaik bagi wanita dan jadikan agama sebagai landasan dan pijakan untuk menuntun ke arah yang lebih baik. Bangunlah sekolah-sekolah kecil di hati putra-putrimu jangan bangun lokalisasi dan kemaksiatan di hati mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri (S47-04-36)&lt;br /&gt;Civil Engineering Geotechnical Concentration(Under Graduate Strata 1) Institute Technology Sepuluh Nopember-Surabaya City&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7061118101385063426?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7061118101385063426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7061118101385063426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7061118101385063426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7061118101385063426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/wanita-dibalik-keindahan-fisik-dan.html' title='Wanita, Dibalik Keindahan Fisik dan Intelektualitas'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-1252734486006484428</id><published>2008-09-01T06:20:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T06:22:48.165-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Waktu yang Berkualitas</title><content type='html'>Emansipasi wanita semakin didengungkan oleh masyarakat seiring dengan kian majunya tingkat pendidikan kaum hawa tersebut. Salah satu bagian yang mendapat porsi cukup besar memang ada pada masalah pendidikan dan karir, dimana kedua hal tersebut terkait satu sama lain. Hal ini banyak tercetus dari mahasiswi-mahasiswi muda dengan pemikiran “maju” ke depan. Konon kata mereka, buat apa menuntut pendidikan tinggi-tinggi, pusing memikirkan asistensi, dan stres melihat TA yang tidak selesai-selesai kalau akhirnya hanya dipakai buat beres-beres rumah saja sambil menunggu kepulangan suami? Iya kalau suaminya setia. Kalau suatu hari dia pulang dengan ceramah bahwa poligami itu diperbolehkan, waduh siap-siap saja deh berbagi suami.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke topik, seorang wanita yang bekerja, atau kerennya berperan ganda, sebenarnya pantas saja. Apalagi di jaman sekarang, dimana tuntutan hidup makin menggila. Kalau memang berkualifikasi tinggi, kenapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya ada saat seorang wanita memang serius ingin meniti karir. Bukan hal yang mudah membagi perhatian antara rumah tangga dan pekerjaan. Makin tinggi posisi seseorang, tanggung jawab pekerjaan dan tekanan yang muncul akan makin besar. Kalau salah dalam manajemennya, bukan tak mungkin salah satu akan terbengkalai.&lt;br /&gt;Parahnya, banyak kasus yang menunjukkan bahwa keluargalah yang cenderung ditinggalkan. Hal ini bisa jadi karena tuntutan pekerjaan yang keras di tengah kompetisi dengan perusahaan lain atau konflik-konflik yang timbul dengan rekan kerja. Tekanan memang lebih terasa disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan urusan keluarga? Saya tidak mengatakan selalu, namun banyak kasus terlantarnya anak saat ibu mereka juga berjuang mencari nafkah. Bukan dalam hal fasilitas, namun lebih ke perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi wanita tidak seharusnya bekerja? Well, banyaknya waktu yang dialokasikan untuk buah hati dan suami belum menjamin bahwa keluarga tersebut akan harmonis. Apa yang menentukan? Kualitas yang ada pada setiap waktu tersebut. Bukan seberapa banyak, tapi seberapa berpengaruh waktu itu bagi hubungan dalam keluarga. Percuma juga kalau waktu yang ada sebenarnya banyak tapi tidak ada komunikasi yang terjalin disana. Sebaliknya, jika dengan waktu yang sedikit, komunikasi dapat terjalin, keluarga tersebut akan baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, komunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang erat. Ingat pula bahwa di jaman sekarang, perhatian dan pendidikan, bukan hanya pengajaran, sangat diperlukan oleh satu keluarga agar bisa bertahan. Generasi berikutnya, dalam hal ini anak-anak dalam keluarga, perlu mendapat pendidikan dan perhatian yang memadai dari orang tua. Jangan sampai mereka merasa asing di rumah sendiri yang ujung-ujungnya membuat mereka merasa lebih betah berada di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun dengan suami. Mungkin banyak yang senang ketika terdapat dua anggota keluarga yang menjadi sumber penghasilan. Keuangan keluarga menjadi lebih sehat. Namun tetap saja, perhatian, dalam hal ini dari seorang istri, mutlak dibutuhkan pria. Ketika seorang wanita karir terlalu banyak memikirkan pekerjaan, bahkan sampai dibawa ke rumah, saat itu pula benih ketidakharmonisan ikut terbawa. Suami amat membutuhkan waktu yang berkualitas dengan pasangannya, katakanlah seperti makan malam, jalan-jalan, hingga hubungan sex yang nyaman agar keharmonisan perkawinan terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya, bagaimana cara mewujudkan hal tersebut? Perlu ada manajemen pada beberapa hal disini, mencakup waktu, keluarga dan pekerjaan, hingga sosial. Semua hal tersebut harus diperhitungkan dengan cermat karena satu dengan yang lainnya berkaitan. Contohnya dalam manajemen waktu, penyusunan agenda sangat penting karena akan menentukan seberapa banyak alokasi waktu untuk tiap bidang, yaitu pekerjaan, keluarga, maupun sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun kondisinya, stigma bahwa wanita memiliki tanggung jawab pada urusan rumah tangga belum dapat diubah sepenuhnya. Karena itu, urusan ini pantang terbengkalai atau cap lalai sebagai seorang istri dengan kambing hitamnya karir akan bermunculan. Disini dibutuhkan manajemen kerja. Salah satunya adalah dengan pendelegasian pekerjaan, baik di rumah tangga maupun di perusahaan. Lagi-lagi, masalah ini terkait dengan penjadwalan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, perlu komitmen dan manajemen yang baik dari seorang wanita yang ingin menjalankan peran ganda. Ini memang bukan hal yang mustahil untuk dilakukan, namun perlu usaha keras dan dukungan dari pihak keluarga sendiri. Penting untuk direnungkan pula, apa sebenarnya yang menjadi tujuan bagi seorang wanita untuk menjalani karir ini? Harus diakui bahwa kebutuhan keluarga pada yang namanya ibu rumah tangga sangat tinggi. Wanita berhak berkarir, tapi bukan wajib. Kewajiban bersama tetap ada pada keluarga. Jadi cukup satu pesan disini bagi wanita yang berencana membangun karir, prioritaskan dengan benar, karena baik buruknya suatu rumah tangga sangat tergantung dari kearifan sang ibu dalam memberi perhatian pada keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Putu Meidy Hartawan&lt;br /&gt;Sekretaris PD KMHDI Jatim&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-1252734486006484428?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/1252734486006484428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=1252734486006484428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1252734486006484428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1252734486006484428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/waktu-yang-berkualitas.html' title='Waktu yang Berkualitas'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-3646739489659075508</id><published>2008-09-01T06:19:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T12:39:23.717-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polling'/><title type='text'>Stigma Mahasiswa Hindu Tentang Gender</title><content type='html'>Kesetaraan gender sudah mulai didengung-dengungkan dari dulu. Sejak jamannya R.A. Kartini dan Dewi Sartika yang memperjuangkan bidang pendidikan, sampai pejuang wanita kita di Aceh, Cut Nyak Dien, yang berperang melawan penjajah. Namun dalam implementasinya, sampai sekarang masih terasa banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Contohnya adalah kekerasan dalam rumah tangga yang sebagian besar dialami oleh kaum wanita. Alasannya, wanita hanya diam di rumah dan tidak tahu bagaimana sulitnya mencari nafkah sehingga layak dijadikan ”sansak” pelampiasan emosi. Banyak juga hal-hal lain yang mendiskriminasikan wanita dalam berbagai bidang dan segi kehidupan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian yang kita alami dalam keseharian sering luput dari perhatian. Seperti tentang wanita yang lagi datang bulan atau 'M' (bukan malas lho ya..), yang dilarang untuk memasuki dan sembahyang di pura. Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan, hal ini sepertinya lumrah saja dengan alasan wanita yang lagi 'M' itu kotor. Apakah kita merasa terdiskriminasi dengan adanya aturan ini?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULK1vFHVrI/AAAAAAAAAKU/tOs9aMhIdIQ/s1600-h/graf1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULK1vFHVrI/AAAAAAAAAKU/tOs9aMhIdIQ/s320/graf1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279004737751439026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hasil polling yang diperoleh ternyata menunjukkan bahwa 86.7% responden menganggap hal ini bukan merupakan salah satu bentuk dari diskriminasi dan hanya 8.9% yang menyatakan itu merupakan sebuah diskrimi nasi. Yang menarik disini adalah dari 8.9% yang menyatakan diskriminasi, 75% berasal dari responden pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu masalah yang menjadi perbincangan lagi adalah soal wanita karir. Ternyata terdapat kecocokan antara responden pria dan wanita. Sebanyak 83.3% dari responden pria nantinya ingin mempunyai istri yang berkarir diluar tugas utama sebagai istri dan ibu rumah tangga. Sedangkan responden wanita lebih ekstrim lagi, yaitu 95,3% nantinya ingin tetap berkarir setelah berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULK1fK1baI/AAAAAAAAAKM/HT4ag1FgNUk/s1600-h/graf2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 262px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULK1fK1baI/AAAAAAAAAKM/HT4ag1FgNUk/s320/graf2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279004733480463778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan fenomena yang menarik dimana saat kedua orang tua  sibuk berkarir, anak di rumah akan lebih banyak bergaul dengan pembantu dan pengasuh. Apa kata dunia? Mungkin ini juga yang mengilhami sebuah lagu Kungpow Chicken dengan judul Alit Da Baong. Lagu tersebut secara garis besar menceritakan tentang seorang anak yang tumbuh dan dididik oleh pembantu karena orang tuanya terlalu sibuk mencari uang. Akhirnya anak tersebut kurang mendapat kasih sayang seorang ibu. Inikah bentuk emansipasi yang kebablasan? Gung Angga, mahasiswa semester 4 FK, UWKS, berharap mudah-mudahan wanita yang natinya memutuskan berkarir setelah menikah tidak melupakan tugas sebagai seorang ibu dan ”pelayan suami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar alasan wanita berkarir karena ingin mempunyai penghasilan sendiri dan tidak terlalu tergantung suami serta ingin mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Prima Diahtika, cewek kelahiran Ubud yang saat ini kuliah di Akuntansi Unair semester 2. Beda halnya dengan Ni Nyoman Hevy S, yang memutuskan hanya menjadi ibu rumah tangga setelah menikah dengan alasan untuk menghindari kecemburuan antara suami istri. Sepertinya cewek yang kuliah di Farmasi Ubaya semester 4 ini cowoknya cemburuan ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan responden pria yang ingin istrinya tetap berkarir setelah menikah ternyata bukan semata karena masalah ekonomi. Pengem-bangan pola pikir agar sang istri tidak kolot (memiliki wawasan yang luas) dan tidak menyia-nyiakan ilmu yang diperoleh lebih penting. Hal ini tentunya dengan syarat tidak melupakan peran utamanya sebagai istri dan ibu. Itu dikatakan Ida Bagus Krisna Prabawa (Ce-bonk), mahasiswa  Teknik Elektro ITS semester 6, menimpali apa yang dikatakan Gung Angga. Hal ini berbeda sekali dengan I Made N yang saat ini kuliah di Psikologi Unair semester 4. Ia mengharapkan peran maksimal istrinya dalam perkembangan sang anak. Tapi Made sepertinya harus berjuang keras untuk itu, karena sebagian besar wanita ingin tetap berkarir setelah menikah. Kerja keras kayaknya ne De!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek berikutnya yang menjadi perhatian adalah tentang seorang perempuan yang menjadi pemimpin di organisasi berbasis Hindu.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULK1drP9_I/AAAAAAAAAKE/vscz1fqrFLE/s1600-h/graf3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 206px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULK1drP9_I/AAAAAAAAAKE/vscz1fqrFLE/s320/graf3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279004733079549938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (93.3%) responden setuju jika seorang wanita menjadi pemimpin di suatu organisasi yang berbasis Hindu. Ini juga didukung kondisi di lapangan dimana dua organi sasi mahasiswa Hindu intra kampus di Surabaya diketuai oleh seorang wanita. Ida Ayu Agung Paramitaswari, yang akrab dipanggil Misae, di Unair dan IGA Komang Kurniati W di Stiesia. Semoga kedepannya kedua srikandi ini dapat memberi suasana serta nuansa yang berbeda di organisasi yang dipimpinnya dan dapat memberikan bukti kepada 4.4% responden yang tidak setuju terhadap seorang pemimpin wanita di dalam organisasi Hindu.&lt;br /&gt;Persoalan yang paling menarik berikutnya adalah pendapat responden tentang cewek menyatakan cinta atau ”nembak” duluan. Gimana ya?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULK1NQYP-I/AAAAAAAAAJ8/5JxjEJSL0OM/s1600-h/graf4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULK1NQYP-I/AAAAAAAAAJ8/5JxjEJSL0OM/s320/graf4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279004728671879138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Angka-angka dan plot di atas menunjukkan bahwa 23.8% responden wanita tidak masalah jika wanita nembak lebih dulu. Hal ini didukung oleh 16.7% responden pria. Besarnya responden wanita yang setuju untuk menyatakan cinta atau nembak duluan mungkin karena responden pria banyak yang terlalu malu untuk menyatakan cinta lebih dulu. Seperti yang dikatakan Ngurah Ari yang saat ini kuliah di FK UWKS, “love will find you if you try”. Termasuk bila perlu, cewek “nembak” duluan karena setiap orang mempunyai hak yang sama dalam mengungkapkan perasan terkecuali onta, imbuhnya. Tetapi sebagian besar responden tetap tidak setuju cewek nembak duluan. Ini terlihat dari 83.3% responden pria dan 76.2% responden wanita yang mendukung hal ini.(lis)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-3646739489659075508?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/3646739489659075508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=3646739489659075508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3646739489659075508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3646739489659075508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/polling-april.html' title='Stigma Mahasiswa Hindu Tentang Gender'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULK1vFHVrI/AAAAAAAAAKU/tOs9aMhIdIQ/s72-c/graf1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7482010331450876403</id><published>2008-09-01T06:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T06:18:30.958-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Wanita Indonesia Harus Lebih Mandiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLvrbkHAOwI/AAAAAAAAABc/PjTL8vKIBq4/s1600-h/Nia+bw.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLvrbkHAOwI/AAAAAAAAABc/PjTL8vKIBq4/s200/Nia+bw.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241041450157751042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ramah, itu kesan pertama yang akan tertanam di benak orang yang baru mengenal sosok ini. Nia, begitu dia biasa dipanggil, selalu menunjukkan hal itu pada semua koleganya. Dapat dilihat juga dari sikapnya kalau Ning kelahiran Surabaya ini, memiliki sifat sabar. Bahkan konon dua sifat itulah yang membuat ia didaulat menjadi ketua UKKH Stiesia periode 2008-2009.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik nama lengkap I Gusti Ayu Komang Kurniati Wiraba ini memulai perjalanannya mengomandani UKKH Stiesia pada Januari silam. Kendati mengaku belum siap dari segi pengalaman, namun ternyata ia juga menyimpan sebuah cita-cita yang cukup besar bagi UKKH-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait Hari Kartini yang akan datang, mahasiswi semester IV Manajemen Stiesia ini juga ingin menyampaikan perspektifnya tentang bagaimana seharusnya wanita bersikap di jaman ini. Berdiri sejajar tanpa melupakan kodrat alias berperan ganda adalah tidak mustahil.&lt;br /&gt;W(iweka) : Bagaimana rasanya menjabat sebagai ketua UKKH selama ini?&lt;br /&gt;N(ia) : Ada tantangan tersendiri. Itu membuat saya merasa lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Ini juga dapat membuat saya menjadi seorang leader/pemimpin yang kebetulan sesuai dengan bidang saya yaitu manajemen.&lt;br /&gt;W : Ada kendala berarti tidak selama menjalankan organisasi ini?&lt;br /&gt;N : Banyak kendala dalam memimpin organisasi berbasis kerohanian yang minoritas di tanah Jawa. Salah satu yang paling besar adalah sedikitnya jumlah SDM yang ada dan kurangnya dukungan dari pihak birokrasi kampus.&lt;br /&gt;W : Punya rencana program tertentu selama setahun kepengurusan?&lt;br /&gt;N : Saya bercita-cita mengadakan Dharma Tula atau Dharma Canti pada saat Hari Raya Saraswati. Saya ingin menunjukkan pada pihak kampus bahwa kami (UKKH Stiesia, red) memang ada. Kendala terbesarnya sampai saat ini adalah pada sokongan dana. Namun kami akan terus berusaha mewujudkan hal tersebut.&lt;br /&gt;W : Terkait Hari Kartini yang jatuh sebentar lagi, menurutmu wanita Indonesia sekarang seharusnya seperti apa?&lt;br /&gt;N : Wanita Indonesia harus dapat menjadi lebih mandiri agar bisa sejajar dengan pria.&lt;br /&gt;W : Bicara sedikit tentang masa depan, setelah lulus nanti, ingin membangun karir tidak? Kenapa?&lt;br /&gt;N : Ya tentu saja. Saya ingin menjadi mandiri. Selain itu, saya pikir pembelajaran-pembelajaran yang akan dapat membuat wawasan saya menjadi semakin luas akan lebih bisa saya dapatkan dengan berkarir.&lt;br /&gt;W : Jadi, Anda termasuk orang yang tidak setuju dengan pendapat bahwa wanita itu harus mengurus rumah tangga saja?&lt;br /&gt;N : Saya tidak setuju. Wanita sesungguhnya memiliki kemampuan yang menurut saya sama dengan pria. Oleh karena itu, hak berkarir seharusnya tidak hanya dimonopoli oleh satu gender saja. Selain itu, saya juga tidak setuju apabila dikatakan karir dan rumah tangga tidak bisa berjalan bersama. Wanita punya potensi untuk dapat berperan ganda guna menjamin keduanya akan berjalan baik.&lt;br /&gt;W : Misalnya Nia mendapatkan jodoh pria yang menganut sudut pandang seperti itu, bagaimana cara menghadapinya ?&lt;br /&gt;N : Saya akan memberi pengertian dan keyakinan pada dia bahwa saya dapat membagi waktu antara keluarga dan karir.&lt;br /&gt;W : Terakhir, ada pesan untuk pembaca Wiweka?&lt;br /&gt;N : Kejarlah cita-citamu setinggi langit,&lt;br /&gt;karena kamu berhak untuk itu. Jangan lupakan pula sosialisasi ke masyarakat dan amalkan ilmu yang telah kita dapatkan demi kebaikan masyarakat pula.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7482010331450876403?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7482010331450876403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7482010331450876403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7482010331450876403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7482010331450876403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/wanita-indonesia-harus-lebih-mandiri.html' title='Wanita Indonesia Harus Lebih Mandiri'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLvrbkHAOwI/AAAAAAAAABc/PjTL8vKIBq4/s72-c/Nia+bw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-6309567666449154585</id><published>2008-09-01T06:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T06:29:40.103-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>Pandangan Hindu Terhadap Wanita</title><content type='html'>Dalam ajaran Agama Hindu, wanita pada satu sisi dipandang sebagai objek pemujaan dari Maharesi, namun disisi lain dipandang rendah dan digambarkan sebagai penyebab semua masalah dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di India kuno, di tepi sungai Indus, orang-orang Arya membangun suatu sistem sosial, dimana ayah, bukan ibu, yang menjadi seorang kepala keluarga. Sepanjang sejarah kuno, para wanita harus tunduk kepada hukum-hukum yang dibuat oleh kaum laki-laki.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana halnya empat lapis sistem kasta, kode manu adalah titik awal yang mebuat wanita inferior terhadap laki-laki. Manu dengan cara yang empatik mengatakan bahwa “wanita tidak berhak atas kebebasan”. Weda-weda penuh dengan doa-doa bagi kelahiran seorang putra. Bahkan ada juga upacara dan doa dalam agama Hindu yang menghalangi kelahiran seorang bayi perempuan. Misalnya dapat dibaca dalam kitab Brihadaranyaka Upanishad tentang upacara rumit untuk kelahiran seorang putra bukan putri. Beberapa ucapan pemberkatan dalam perkawinan dimulai dengan “jadilah ibu bagi laki-laki”. &lt;br /&gt;Bila diteliti lebih jauh maka akan ditemukan banyak contoh dari dominasi laki-laki terhadap perempuan. Dalam Brahma Purana ditulis bahwa seorang gadis dalam usia 4 tahun siap untuk kawin. Percaya atau tidak, ada sloka-sloka dalam Mahabharata yang merujuk pada perkawinan di waktu lahir. Kebiasaan mengawinkan anak-anak yang belum lahir adalah hal biasa pada suatu ketika. Seorang laki-laki akan mengawini seorang janin yang belum lahir dan bila janin yang belum lahir itu adalah seorang wanita, dia akan mengawininya. Namun, hal tersebut terjadi sebelum tahun 1929 dan kemudian dibuat Undang-Undang Sarda yang melarang laki-laki menikahi gadis dibawah 14 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi positif, wanita juga dipandang mulia. Manu meminta masyarakat untuk memuja wanita, karena mereka adalah “cahaya rumah” (the light of the house). Agama Hindu percaya bahwa seorang wanita yang membaktikan seluruh hidupnya bagi kesejahteraan suaminya akan menjadi seorang Pativrata dan akan dianugrahi dengan berbagai kekuatan yang biasanya akan diperoleh oleh Maharesi.  Seperti pada sloka dibawah ini dalam kitab Manawa Dharmasastra juga terdapat kaliat-kalimat pujaan pada wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MD III.55&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pitrbhir bhatrbhis, caitah patibhir devaraistatha, pujya bhusayita &lt;br /&gt;vyasca, bahu kalyanmipsubhih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Istri harus dihormati dan disayangi oleh &lt;br /&gt;mertua, ipar, saudara, suami dan &lt;br /&gt;anak-anak bila mereka menghendaki kesejahteraan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan sorga ada di &lt;br /&gt;tangan wanita bukanlah suatu slogan kosong, karena ditulis dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MD.III.56: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yatra naryastu pujyante, ramante tatra devatah, yatraitastu na &lt;br /&gt;pujyante, sarvastatraphalah kriyah.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di mana wanita dihormati, di sanalah para Dewa-Dewa merasa senang, tetapi di &lt;br /&gt;mana mereka tidak dihormati, tidak ada upacara suci apapun yang akan berpahala. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MD.III. 57 : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Socanti jamayo yatra, vinasyatyacu tatkulam, na socanti tu &lt;br /&gt;yatraita, vardhate taddhi sarvada&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di mana wanita hidup dalam kesedihan, keluarga itu akan cepat hancur, tetapi di &lt;br /&gt;mana wanita tidak menderita, keluarga itu akan selalu bahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dan sloka &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MD.III. 58&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jamayo yani gehani, capantya patri pujitah, tani &lt;br /&gt;krtyahataneva, vinasyanti samantarah&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rumah di mana wanitanya tidak dihormati sewajarnya, mengucapkan kata-kata &lt;br /&gt;kutukan, keluarga itu akan hancur seluruhnya seolah-olah dihancurkan oleh kekuatan gaib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Agama Hindu wanita juga dipuja sebagai perwujudan seorang dewi yang dimuliakan. Saraswati adalah Dewi Ilmu Pengetahuan, Lakshmi adalah Dewi Kemakmuran dan Parwati adalah Dewi Kekuasaan. Dewi Ibu ada sebelum Tri Murti. Jadi dalam Mitologi dan literatur Sruti, kaum wanita diberi penghormatan yang sangat tinggi. Saka Agama atau kitab suci Tantra mengagungkan yang tertinggi (Tuhan) sebagai ibu dari alam semesta dibawah nama dan bentuk dewi. Dalam Tantra, para Bhakta wanita dilihat dari perwujudan dari Sakti dan ia di puja melalui ritual Kumari Puja (Penyembahan Perawan) dan Sakti Upasan (Pemujaan Dewi).(tan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-6309567666449154585?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/6309567666449154585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=6309567666449154585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6309567666449154585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6309567666449154585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/pandangan-hindu-terhadap-wanita.html' title='Pandangan Hindu Terhadap Wanita'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-5680976169006763272</id><published>2008-09-01T06:04:00.001-07:00</published><updated>2008-09-01T06:29:56.457-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Rakorda PD  KMHDI Jatim</title><content type='html'>Setahun lebih telah berlalu sejak Dian Yuni Istanti, Ketua PD KMHDI Jatim, beserta jajaran pengurusnya dilantik secara resmi pada momen Lokasabha di Jember. Saat itu, 3 Desember 2006, tiga PC di Jawa Timur urun rembug untuk menentukan langkah PD KMHDI Jatim dua tahun ke depan. Proses ini dilanjutkan dengan pembuatan program kerja melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tiga bulan setelahnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 20 Maret 2008, satu proses lagi dilakukan oleh PD KMHDI Jawa Timur, yakni Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda). Jika saat Rakerda pengurus membuat program-program yang kiranya dapat memajukan PD KMHDI Jatim, maka pada Rakorda, hal tersebut dievaluasi. Ini sangat penting untuk dilakukan sebab kondisi yang ada, baik internal maupun eksternal organisasi, tentu akan selalu berubah. Untuk itulah, diperlukan adanya penyesuaian. Bukan hanya kinerja pengurus yang disorot disini, tetapi juga kondisi obyektif organisasi terkait fungsinya sebagai koordinator tiga PC di Jawa Timur. Sehingga diharapkan, selepas Rakorda, pengurus PD KMHDI Jatim tahu langkah apa yang harus diambil berdasarkan kondisi aktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan program kerja yang dicanangkan pada Rakerda, kali ini PC KMHDI Surabaya mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Acaranya sendiri digelar di Ruang Kelas Saraswati, Pura Segara Surabaya. Peserta yang hadir tidak kurang dari 30 orang. Mereka merupakan perwakilan dari PC KMHDI Surabaya, Malang, dan Jember serta PP KMHDI. Sementara dari total lima orang pengurus PD KMHDI Jatim, satu orang, ketua Biro Kaderisasi, berhalangan untuk hadir pada saat acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang berdurasi sekitar sembilan jam tersebut terkonsentrasi pada dua agenda utama. Pertama adalah pengevaluasian kinerja PD KMHDI Jatim secara menyeluruh pada tahun pertama. Semua elemen, baik pengurus inti maupun biro-biro, diberi penilaian berdasarkan kinerja mereka melalui laporan pertanggungjawaban yang diberikan. Beberapa program kerja yang mendapat perhatian khusus adalah penarikan iuran, pengadaan atribut KMHDI, outbond, dan kaderisasi tahap I. PD KMHDI Jatim juga mendapat kritik karena tersendatnya pemasukan ke kas organisasi, sementara anggaran pengeluaran untuk kegiatan-kegiatan yang belum terlaksana cukup besar. Selain itu, masalah pendekatan pengurus PD ke masing-masing PC juga mendapat porsi khusus pada evaluasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda yang kedua adalah pembahasan agenda kegiatan PD KMHDI Jatim untuk tahun kedua kepengurusan. Beberapa program kerja tetap dilanjutkan, namun ada juga yang mengalami penyesuaian, seperti pembekuan program analisa kondisi mahasiswa Banyuwangi dan pilot project kaderisasi tahap I. Penggalian dana akan lebih diintensifkan melalui penarikan iuran, pengajuan proposal ke alumni, dan pelaksanaan tender atribut nasional KMHDI. Outbond tetap dipertahankan kendati kegiatan ini akan membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Ini karena outbond masih dianggap penting untuk menanamkan nilai-nilai KMHDI sekaligus mempererat hubungan antar anggota, khususnya di Jawa Timur. Satu program baru yang masuk dalam agenda pengurus adalah pembentukan gugus pelatih. Gugus pelatih ini merupakan sebuah tim dimana anggotanya nanti akan mendapat pelatihan khusus. Tiap PC di Jawa Timur akan mengirimkan delegasinya untuk bergabung disini. Rencananya tim ini akan dibentuk bekerja sama dengan alumni KMHDI dan nantinya akan berada di bawah pengawasan biro kaderisasi.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-5680976169006763272?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/5680976169006763272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=5680976169006763272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5680976169006763272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5680976169006763272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/rakorda-pd-kmhdi-jatim.html' title='Rakorda PD  KMHDI Jatim'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-5964564128160057037</id><published>2008-09-01T05:59:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T06:30:12.255-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Dharma Tula Ajeg Bali</title><content type='html'>Persatuan dan kesatuan bangsa sangat penting dalam pembangunan suatu negara. Ibarat pepatah, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Dengan kondisi masyarakat yang berbeda-beda, dimana salah satunya adalah jamaknya agama yang ada di Indonesia, membuat kerukunan wajib dimantapkan. Umat Hindu harus paham betul apa artinya itu.&lt;br /&gt;Itulah yang menjadi tema Dharma Tula yang dilaksanakan di Ruang Seminar lantai IV Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (23/3). Tema yang diangkat adalah “Memantapkan Kerukunan Umat Beragama Guna Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa”. Dharma Tula ini diadakan oleh Universitas Udayana bekerja sama dengan Tim Kajian Strategis Ajeg Bali dalam rangka merayakan Tahun Baru Caka 1930.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesertanya yang datang berjumlah sekitar 200 orang. Mereka datang dari berbagai golongan masyarakat di Bali. Selain itu, terdapat juga rombongan mahasiswa yang secara khusus datang dari Surabaya dan sekitarnya untuk berpartisipasi di acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dharma Tula ini berlangsung dari pukul 9.30 hingga 3 siang dengan diawali laporan dari ketua panitia, Dr. Gde Wardhana MSi. Kemudian disusul oleh sambutan dari Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Made Bakta Sp.PD. Ia menyebutkan bahwa tema kerukunan ini sangat tepat dalam konteks kebangsaan. Konsep yang universal ini seharusnya dapat terwujud jika terjadi pemahaman yang benar tentang agama masing-masing. Maka itu, revitalisasi Yadnya dan Dharma sangat penting dilakukan bagi kita selaku umat Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk acara ini adalah diskusi panelis dimana terdapat lima orang pembicara yang mengangkat perspektif yang berbeda. I Wayan Wita, Ketua IV PHDI Pusat, memandang dari perspektif agama. Dewa Komang Tantra, Guru Besar di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, menyikapi dari perspektif budaya. I Nyoman Sutantra, Guru Besar ITS sekaligus Ketua Kajian Strategis Ajeg Bali, lebih banyak menyorot dari sisi ke-Ajeg-an Bali, termasuk disana masalah pemimpin. Kemudian I Gede Indra Suwija Putra, koordinator FPMHD – Unud, hadir mewakili suara generasi muda. Satu pembicara lagi datang sebagai representasi dari mahasiswa Surabaya, I Putu Wisnu Merthayoga, ketua PC KMHDI Surabaya periode 2005-2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi yang berlangsung cukup semarak dengan antusiasme para peserta yang tinggi. Hampir semua peserta menyoal masalah penguatan Hindu secara internal. Hal itu dianggap penting sebab dengan kuatnya internal umat Hindu, kontribusi bagi bangsa, dalam hal ini kerukunan, baru dapat dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dan panelis sepakat bahwa pendidikan, khususnya di bidang agama (tattwa/filsafat), perlu dibangun di setiap umat Hindu. Hal itu memang menjadi titik lemah selama ini, yang dapat berakibat pada rentetan dampak negatif, seperti kebudayaan yang berubah. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena umat Hindu, utamanya yang ada di Bali, sedang dirongrong baik secara pawongan maupun palemahan.&lt;br /&gt;Generasi muda disini juga sangat diharapkan peran aktifnya karena posisi mereka cukup strategis. Generasi ini memiliki potensi untuk mengubah paradigma-paradigma dari generasi sebelumnya yang kiranya dianggap tidak sesuai dengan kondisi aktual saat ini menyangkut masalah keumatan dan kebangsaan.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-5964564128160057037?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/5964564128160057037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=5964564128160057037' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5964564128160057037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5964564128160057037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/dharma-tula-ajeg-bali.html' title='Dharma Tula Ajeg Bali'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-4420182629640161757</id><published>2008-09-01T05:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T05:59:32.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Baksos dan Suksesi UKMKHD UNAIR</title><content type='html'>Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Hindu Dharma (UKMKHD) Universitas Airlangga mengadakan kegiatan bakti sosial dan suksesi yang dilaksanakan di Tulungagung, Jawa Timur, tanggal 19-21 Maret 2008. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja UKMKHD UNAIR pada periode 2007-2008. Bakti sosial diketuai oleh Putu Lestari Wedayanti dan suksesi diketuai oleh Prima Diahtika.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan baksos yang dilakukan meliputi pembangunan pura dan pengobatan gratis. Untuk suksesi dilakukan pada malam hari setelah megadakan bakti sosial. Rangkaian kegiatan ditutup dengan hiking bersam pada hari terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa UNAIR melakukan kegiatan baksos pada hari kedua (20/3). Mereka terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok pembangunan pura dan kelompok pengobatan gratis. Kelompok pengobatan gratis berasal dari fakultas yang berkecimpung dalam masalah kesehatan, yaitu Kedokteran dan Farmasi, sedangkan kelompok pembangunan pura berasal dari fakultas MIPA, Sastra, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan pura dilaksanakan di Dusun Tenggong Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolanggu. Jarak dari TELKOM, basecamp mahasiswa UKMHKHD Unair selama acara, ke dusun tersebut ± 3 km. Perjalanan ke pura harus melewati gang-gang kecil dan bukit yang ditumbuhi rumput dan pepohonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura yang akan dibangun adalah Pura Jagad Tulung Urip. Disana hanya terdapat sebuah padmasana tanpa pagar di sekelilingnya. Belum begitu tampak bahwa bangunan itu adalah pura karena keadaannya masih sangat sederhana. Perlu diketahui, masyarakat di desa ini masih menganut aliran kepercayaan kejawen. Umat Hindu yang ada di desa ini masih menggunakan identitas keyakinan lain. Walaupun begitu, mereka menginginkan adanya pura sebagai wadah mereka melaksanakan ibadahnya. Semangat tersebut memicu umat sekitar untuk dapat membangun pura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan pengobatan gratis? ”Walaupun mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, karena pada umumnya masyarakat setempat menggunakan bahasa Jawa, tetapi kegiatan ini pun dapat berjalan dengan lancar”, ujar Ayu yang sedang menjalani kuliah keperawatan di UNAIR. Pengobatan gratis yang dilaksanakan di Desa Sawo Kecamatan Campur Darat berlokasi agak jauh dari TELKOM, yaitu sekitar 22 km. Dengan ditemani oleh 2 dokter, proses pemeriksaan berjalan dengan baik. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa berdatangan ke tempat pengobatan gratis itu. Tentunya agar tidak terjadi penumpukkan pasien, digunakan sistem kupon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suksesinya sendiri dilaksanakan sekitar pukul 19.00 WIB pada hari yang sama. Calon-calon ketuanya yaitu Ida Ayu Agung Paramitaswari (dari Fakultas Sastra), I Putu Dananjaya (FISIP), Made Dwinita Sarawati (Sastra), Anak Agung Made Surya Aditya (Hukum), Ni Wayan Vira F.S. (Hukum), dan I Ketut Bayu Kumara (FKH). Pemilihan pun berjalan dengan lancar. Hingga akhirnya pada pukul 23.30 WIB, terpilihlah Ida Ayu Agung Paramitaswari sebagai ketua UKMKHD Universitas Airlangga periode 2008-2009.&lt;br /&gt;Kegiatan penutup, hiking, dilakukan pada hari terakhir. Rombongan mahasiswa mendaki bukit yang terletak di daerah tersebut. Di puncak bukit terdapat suatu candi bernama Candi Dadi. Keadaannya sangat sederhana, tersusun dari bebatuan dan memiliki sebuah lubang seperti sumur tepat di tengah-tengah candi tersebut. Di tempat itu juga, pelantikan Ketua UKMKHD dilangsungkan.(ayu)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-4420182629640161757?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/4420182629640161757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=4420182629640161757' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4420182629640161757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4420182629640161757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/baksos-dan-suksesi-ukmkhd-unair.html' title='Baksos dan Suksesi UKMKHD UNAIR'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-7973059345406319714</id><published>2008-09-01T05:41:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T05:57:38.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Mahasiswa Ubaya Menumbuhkan Kepekaan Sosial</title><content type='html'>Long weekend yang jatuh pada 20-23 Maret kemarin banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa Hindu, terutama yang rantauan dari Bali, untuk pulang kampung. Fenomena tersebut bahkan sempat menimbulkan kemacetan di pelabuhan Ketapang – Gilimanuk akibat dari padatnya arus mudik pada selang waktu tersebut. Namun, ketimbang ikut arus, ada pula mahasiswa yang menikmati liburannya dengan cara lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa mahasiswa yang tergabung di unit kegiatan mahasiswa berbasis Hindu memiliki cara unik untuk memanfaatkan liburannya. Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Hindu Universitas Surabaya (UKM-KH Ubaya) misalnya. Pada selang waktu antara 19-21 Maret kemarin, sekitar 20 anggota UKMH-KH Ubaya itu melaksanakan kegiatan bakti sosial di wilayah Malang. Lokasi yang dipilih yaitu Dusun Dadapan, Desa Telogorejo, Kecamatan Pagak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan utama disini adalah kerja bakti bersama warga setempat guna membangun Balai Gong. Selain itu, mahasiswa juga melakukan Tirta Yatra ke Dusun Druju yang letaknya berdekatan dengan lokasi baksos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baksos ini sendiri rupanya cukup memberi semangat bagi umat Hindu disana. Hal ini diakui oleh Bendot, seorang tokoh masyarakat disana. Ia juga menuturkan kondisi umat secara umum yang hidup dengan sederhana dan masih sangat kental menganut adat istiadat Jawa. Maklum saja, sebab mayoritas umat disana adalah orang Kejawen yang tentunya masih menjunjung tinggi warisan budaya leluhurnya.(pdk/mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-7973059345406319714?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/7973059345406319714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=7973059345406319714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7973059345406319714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/7973059345406319714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/09/mahasiswa-ubaya-menumbuhkan-kepekaan.html' title='Mahasiswa Ubaya Menumbuhkan Kepekaan Sosial'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-2915695750583542280</id><published>2008-08-31T22:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T22:08:18.035-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Jejak Peninggalan Majapahit di Kota Pahlawan</title><content type='html'>Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan. Banyak peninggalan bersejarah pada masa perjuangan berdirinya Republik Indonesia dapat ditemui di kota ini. Sekarang kota ini sudah menjelma sebagai kota metropolitan dengan sejuta kesibukannya. Banyak gedung-gedung tinggi telah berdiri di kota tua ini. Namun, hanya sedikit orang yang tahu bahwa ada peninggalan yang sangat bersejarah terletak di tengah-tengah kota.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninggalan dari jaman kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya V ini, sudah ada sejak tahun 1522 M. Peninggalan ini berupa pesarean (pemakaman) Eyang Pangeran Kudo Kardjono (nama julukan beliau). Beliau adalah salah seorang panglima perang kerajaan Majapahit yang ditugaskan untuk menjaga wilayah pesisir utara, wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit saat itu, yakni daerah Surabaya, Gresik, dan sekitarnya. Konon beliau merupakan saudara sepupu dari Patih Agung Gajah Mada. &lt;br /&gt;Menurut Mbah Pon, juru kunci tempat ini, di pesarean ini Panglima Kudo Kardjono dan prajuritnya, yang tewas akibat perang rempah-rempah di pesisir utara Jawa, dimakamkan. Pada jaman itu, daerah ini merupakan tegalan (perkebunan) dengan salah satu tanamannya yang terkenal pada saat itu adalah gading putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesarean Eyang Kudo Kardjono terletak di tengah areal lokasi tersebut menghadap ke utara. Di sebelah pesarean beliau, masih dalam satu ruangan, terdapat pesarean istri dan ketiga anak beliau. Di tempat yang beralamat di Jl. Cempaka No 25 ini juga terdapat Pesarean Eyang Wahyu yang tidak lain adalah ayahanda Kudo Kardjono. Pesarean Eyang Wahyu terletak terpisah di sebelah barat pesarean Eyang Kudo Kardjono dengan pintu masuk dari timur. Di depan pesarean ini terdapat sumur. Konon menurut Mbah Pon, seseorang yang melihat belut putih atau udang di dasar sumur ini akan dilimpahi rejeki dalam hidupnya. Di belakang areal pesarean terdapat dua bangunan mirip candi yang disebut Sanggar Tri Murti dan Sanggar Pamujan. Pada masing-masing sanggar terdapat arca yang asal-usulnya belum diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menarik bagi Wiweka saat berkunjung ke tempat ini adalah keberadaan arca Brahma, Wisnu, Siwa yang diberi pajeng Bali pada sisi kanan dan kirinya di Sanggar Tri Murti. Menurut Mbah Pon, sanggar ini sering dipakai tempat bersembahyang untuk umat Hindu Bali. Maka kami berinisiatif menghaturkan dupa dan melakukan Tri Sandya di sanggar yang menghadap ke timur ini. Di sebelah timur sanggar ini terdapat arca yang disebut Antobugo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Areal pesarean ini diwadahi oleh Forum Komunikasi Cagar Budaya Pesarean Eyang Kudokardjono. Tujuan dibentuknya forum ini adalah untuk melindungi tempat ini dari penyalahgunaan dan penipuan oleh oknum-oknum tertentu demi kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;Ada beberapa pengalaman spiritual yang sempat dialami oleh Wiweka saat mengunjungi tempat ini. Namun, tidak salah bila kami menyarankan pembaca untuk mengunjungi tempat ini dan melihat salah satu peninggalan peradaban Hindu pada masa lampau.(wnu)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-2915695750583542280?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/2915695750583542280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=2915695750583542280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2915695750583542280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2915695750583542280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/surabaya-dikenal-sebagai-kota-pahlawan.html' title='Jejak Peninggalan Majapahit di Kota Pahlawan'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-165717298031569989</id><published>2008-08-31T22:01:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T13:09:00.903-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Bank Kaum Miskin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULSSVOaJVI/AAAAAAAAAKk/ax5g6pZHypU/s1600-h/img223.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 144px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULSSVOaJVI/AAAAAAAAAKk/ax5g6pZHypU/s200/img223.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279012925608699218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Judul    : Bank Kaum Miskin&lt;br /&gt;Penulis    : M. Yunus dan Alan Jolis&lt;br /&gt;Penerjemah : Irfan Nasution&lt;br /&gt;Penerbit   : Marjin Kiri&lt;br /&gt;Cetakan    : Ketiga, September 2007&lt;br /&gt;Tebal    : 269 halaman + xxvi&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tahun 1974 Bangladesh jatuh ke dalam cengkeraman bencana kelaparan. Orang lapar ada di mana-mana. Banyak orang sekurus tengkorak mulai bermunculan di stasiun kereta api &amp;amp; terminal bis ibukota Dhaka. Dengan cepat kedatangan mereka meluap bak air bah. Orang lapar ada di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang guru besar ilmu ekonomi dari Universitas Chittagong, Muhammad Yunus merasa gundah dengan kondisi tersebut. Dia merasa tidak dapat berbuat sesuatu untuk bangsanya. Sebagai seorang yang baru saja lulus dari Vanderbilt University, Amerika Serikat, dia merasa ilmu-ilmu ekonomi yang dipelajari dan diajarkannya tidak dapat mengatasi kemiskinan yang terjadi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Yunus merasa muak dengan apa yang diajarkan. ”Tak sedikit pun teori-teori ekonomi yang saya ajarkan mencerminkan kehidupan yang tengah berlangsung di sekitar saya. Saya perlu melarikan diri dari teori-teori ini dan buku-buku ajar saya dan menemukan kehidupan ekonomi riil dari diri seorang miskin,” kata profesor itu. Muhammad Yunus memutuskan menjadi mahasiswa lagi dan warga desa Jobra, sebuah desa di dekat Chittagong University, yang menjadi dosen-dosennya. Menurutnya universitas-universitas yang ada sekarang menciptakan kesenjangan hebat antara mahasiswa dengan kenyataan hidup sehari-hari di Bangladesh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih belajar dari buku seperti yang biasa dilakukan, Muhammad Yunus ingin mengajari mahasiswanya cara memahami kehidupan orang miskin. ”Saat Anda meng-genggam dunia di tangan Anda dan mengamatinya dari atas laksana burung, Anda cenderung menjadi arogan. Anda tidak menyadari bahwa segala sesuatunya menjadi buram jika dipandang dari jarak yang sangat jauh. Sebaliknya, saya memilih ”pandangan mata cacing”. Saya harap bila saya mempelajari kemiskinan dari jarak dekat, saya akan memahaminya dengan lebih tajam,” demikian menurut Muhammad Yunus.(Hal. 3)&lt;br /&gt;Pertemuannya dengan seorang wanita berusia 21 tahun di Desa Jobra, pada tahun 1976 merupakan titik awal dari pengembangan Grameen Bank (Bank Pedesaan). Wanita itu bekerja membuat bangku bambu. Penghasilannya dalam sehari hanya US$ 2 sen. Penghasilan yang hanya cukup untuk makannya sendiri. Tidak akan cukup untuk menyediakan 3 anaknya pakaian yang layak, apalagi untuk membiayai anak-anaknya bersekolah. (Hal 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sungguh enak dibaca dan gaya penulisannnya membuat pembaca tidak sabar untuk menyelesaikannya. Kisah sedih dan gembira dari sebuah perjuangan keras selama tiga puluh tahun lebih bersilih ganti dengan analisis reflektif filosofis tentang pengetahuan dan ilmu, tentang masyarakat dan pemerintah, tentang hubungan antar kelas sosial yang tidak kenal ampun, tentang agama dan dehumanisasi, tentang kemiskinan dan HAM, dan akhirnya, tentang dunia kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga keputusan Komite Nobel Norwegia untuk menganugerahkan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Profesor Muhammad Yunus dan Grameen Bank pada 13 Oktober 2006 dapat meyakinkan pembaca akan arti penting membaca buku ini untuk mendorong suatu gerakan bersama memerangi kemiskinan kelas sosial paling bawah.(win)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-165717298031569989?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/165717298031569989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=165717298031569989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/165717298031569989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/165717298031569989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/bank-kaum-miskin.html' title='Bank Kaum Miskin'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SULSSVOaJVI/AAAAAAAAAKk/ax5g6pZHypU/s72-c/img223.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-2242732246933971428</id><published>2008-08-31T21:52:00.001-07:00</published><updated>2008-09-01T06:30:56.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Tips Merawat Flash Disk</title><content type='html'>Dapat kita lihat dengan jelas bahwa teknologi flash disk (FD) kini merupakan yang paling unggul untuk media penyimpanan eksternal, baik dari segi kapasitas yang beragam, kemudahan dalam penggunaan, portability, dll. Dengan jamaknya penggunaan FD, ada baiknya kita tahu lebih jauh, terutama mengenai bagaimana seharusnya merawat FD tersebut agar dapat bertahan lama.&lt;span class="fullpost"&gt; Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Hindarkan dari panas&lt;br /&gt;Komponen FD terdiri dari logam yang akan memuai apabila terkena panas. Maka itu, hindari meletakkan FD dalam ruangan yang panas, seperti bagasi mobil, atau bahkan tempat yang terkena sinar matahari langsung.&lt;br /&gt;2. Hindarkan dari medan magnet&lt;br /&gt;Medan magnet akan dengan mudah memengaruhi chips atau logam-logam kecil di dalam FD. Jadi, hindari meletakkan FD dekat dengan TV, radio tape, speaker active, ataupun HP yang menghasilkan gelombang radio dan magnet.&lt;br /&gt;3. Tutup selalu&lt;br /&gt;Debu atau kotoran dapat menyebabkan proses baca tulis sering gagal atau bahkan tidak terbaca sama sekali. Usahakan selalu menutupnya ketika tidak digunakan. Untuk alasan yang sama, model FD yang memiliki tutup rapat lebih dianjurkan ketimbang FD yang tidak tertutup dengan sempurna.&lt;br /&gt;4. Lakukan prosedur eject atau stop&lt;br /&gt;Selalu lakukan proses eject/stop/safely remove/unmount ketika akan mencabut FD dari komputer. Kalau tidak, selain rawan pada data, umur FD dapat menjadi lebih pendek atau bahkan menjadi rusak.&lt;br /&gt;5. Minimalisasi proses hapus tulis&lt;br /&gt;Untuk diperhatikan, usia FD kira-kira 10.000 s/d 100.000 proses hapus tulis. Minimalisasi proses-proses tersebut. Satu tips, lebih baik jika data yang memang akan diedit, disalin/copy dulu ke komputer. Jangan melakukan pengeditan langsung dari FD. Sering karena malas atau terburu-buru, kita melakukan buka dan edit file langsung dari FD. Padahal itu berpotensi membuat FD kita menjadi tidak awet.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-2242732246933971428?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/2242732246933971428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=2242732246933971428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2242732246933971428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2242732246933971428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/tips-merawat-flash-disk.html' title='Tips Merawat Flash Disk'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-2968638424733381875</id><published>2008-08-31T21:32:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T22:01:09.205-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rileks'/><title type='text'>Menyaksikan Ikan Paus</title><content type='html'>Anda sedang berdiri di pinggir perahu kecil pengamat ikan paus. Laut biru mengelilingi Anda sejauh mata memandang. Kabut yang mengandung garam memercik di wajah saat Anda bersandar di pinggir kapal untuk melihat makhluk misterius ini di dalam air. Kemudian Anda melihatnya - satu keluarga ikan paus telah naik ke permu­kaan tak jauh dari perahu! Yang mana penjelasan terbaik terhadap keluarga ikan paus ini?&lt;br /&gt;1.Seekor bayi ikan paus kecil berenang di belakang ibunya yang sangat besar.&lt;br /&gt;2.Seekor bayi ikan paus meringkuk rapat ke perut ibunya.&lt;br /&gt;3.Ayah dan ibu ikan paus berenang dengan anak mereka.&lt;br /&gt;4.Seekor bayi ikan paus menyemburkan air selagi berenang sendirian.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJELASAN&lt;br /&gt;Ikan paus adalah contoh umum pola dasar "Ibu Agung" karya Jung. Hubungan yang dibayangkan antara ikan paus dalam adegan ini berkaitan dengan hubungan Anda dengan ibu.&lt;br /&gt;1.Seekor bayi ikan paus kecil berenang di belakang ibunya yang sangat besar.&lt;br /&gt;Peran ibu hampir sangat penting bagi Anda. Itu mungkin karena ibu sedang mempengaruhi cara Anda bertindak dan berpikir meski­pun sekarang Anda telah dewasa. Mungkin adalah ide yang bagus untuk melepaskan diri dari ikatan tersebut dan berusaha naik ke tingkat kemandirian. Lagipula, ibu tidak membesarkan Anda menjadi anak-­anak selamanya.&lt;br /&gt;2.Seekor bayi ikan paus meringkuk rapat ke perut ibunya.&lt;br /&gt;Anda kecanduan kasih sayang secara fisik. Adalah biasa dan normal jika butuh kehangatan. Tapi Anda merasakan kebutuhan itu lebih besar dari orang lain. Pria yang memberikan jawaban ini harus berhati-hati agar tidak membuat istri memainkan peranan sebagai pengganti ibu. Memainkan peran menjadi anak kecil bukan cara yang dipakai dalam asmara orang dewasa.&lt;br /&gt;3.Ayah dan ibu ikan paus berenang dengan anak mereka.&lt;br /&gt;Anda memiliki penghargaan yang sama terhadap peranan ibu dan ayah (Ayah sering dilupakan dalam tipe adegan yang dibayangkan ini). Sebagai seorang anak, kehidupan Anda kebanyakan bahagia dan aman. Hasilnya adalah keseimbangan pandangan Anda terhadap kehidupan.&lt;br /&gt;4.Seekor bayi ikan paus menyemburkan air saat berenang sendirian.&lt;br /&gt;Anda telah mandiri secara pribadi dan sedang berjalan menuju pertumbuhan sebagai seorang individu, tapi desakan Anda yang ingin menjadi mandiri kadang-kadang dapat membuat Anda nampak keras kepala atau egois. Berhati-hatilah untuk tidak terlalu individualistis sehingga Anda mengasingkan orang-orang di sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadahiko Nagao &amp; Isamu Saito&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-2968638424733381875?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/2968638424733381875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=2968638424733381875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2968638424733381875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/2968638424733381875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/menyaksikan-ikan-paus.html' title='Menyaksikan Ikan Paus'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-6359816250892114178</id><published>2008-08-29T07:09:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T07:55:17.856-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Topik Utama'/><title type='text'>Makna Yadnya dan Brata Penyepian Bagi Manusia Modern</title><content type='html'>Om Swastiyastu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan manusia di jaman modern lebih kental mengacu pada tuntunan manajemen yang dianggap modern yaitu manajemen kualitas, yaitu manajemen yang terus menerus ingin menghasilkan kualitas yang lebih baik dan lebih baik. Siklus dari manajemen modern dikenal dengan siklus Deming yaitu perencanaan atau Plan, pelaksanaan atau Do, penilaian atau Check, dan perbaikan atau Action yang sering disingkat dengan (PDCA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi&lt;span class="fullpost"&gt; yang begitu pesat disertai dengan pemberdayaan teknologi dengan manajemen yang modern tersebut sering kali menjebak umat manusia pada kehidupan yang lebih mengedepankan kepentingan sesaat, dangkal, terkotak-kotak menjadi kepentingan individu dan kelompok. Timbulnya kepentingan tersebut membuat pikiran, perasaan, perkataan, perbuatan, dan kreativitas termasuk kecerdikan manusia terbakar oleh api kekuasaan dan kemenangan dalam pencapaian kepentingan individu atau kelompok yang sangat sering melupakan tata krama dan etika kehidupan. Egoisme, keserakahan, tipu muslihat, kelicikan, kebohongan, dan bahkan sering menjadi sangat tega untuk menyakiti dan membunuh orang lain bahkan keluarga sendiri serta merusak rumah atau alam lingkungan sendiri hanya untuk memenuhi tuntutan kepentingan tersebut. Kondisi seperti ini kalau tidak dikendalikan secara terus menerus akan dapat merusak tatanan kehidupan manusia di jaman modern, serta akan terjadi proses dehumanisasi dimana manusia akan semakin kehilangan harkat kemanusiaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya dijaman modern, dijaman dahulu di Asia Timur terjadi kondisi yang saling menonjolkan kepentingan individu dan kelompok sehingga peperangan antar suku terus terjadi, saling menguasai dan saling menindas. Itu semua disadari karena manusia tidak mampu mengendalikan pikiran, perkataan, perbuatan, perasaan, kreativitasnya sehingga dibakar oleh api kepentingan yang dangkal. Dan keadaan itu berakhir setelah kemudian pada tahun 78 masehi seorang raja yaitu Raja Kaniska I dinobatkan menjadi raja di Asia Timur. Beliau sangat adil dan bijaksana dan memahami sangkan paraning dumadi, memahami jalan Dharma yaitu jalan kebenaran yang pernah diterapkan oleh suku bangsa Saka dalam rangka mencapai kehidupan yang tentram, damai dan harmonis. Beliau sangat memahami bagaimana suku bangsa Saka pada jaman dahulu menerapkan jalan kehidupan Dharma sehingga suku bangsa Saka sangat terkenal dengan kehidupan yang tentram, damai, dan harmonis serta dengan peradaban yang tinggi. Maka mulai saat itulah Raja Kaniska I berperan sebagai Guru Wisesa (pemerintah) yang dengan penuh pengabdian menuntun dan memberi contoh kepada seluruh rakyatnya untuk hidup dengan jalan yang benar hingga mampu mengendalikan api yang membakar keserakahan, kerakusan, kelicikan, keloba-tamakan, kepentingan yang dangkal, dan menghentikan segala perselisihan atau peperangan yang kerap terjadi antar suku bangsa. Mulai saat itulah kehidupan mereka antar negara, antar suku di Asia Timur menjadi tentram, damai dan harmonis. Karena keberhasilan dalam memenangkan kehidupan pada jalan kebenaran tersebut maka mulai tahun 78 masehi diperingati menjadi awal dari tahun Saka. Mulai saat itulah setiap menyambut tahun Saka dilaksanakan yadnya dan tapa brata penyepian yaitu yang makna utamanya adalah pengendalian diri dengan melakukan catur brata penyepian. Sejarah telah menunjukkan betapa besar makna dan arti pengendalian diri yang merupakan inti dari tata krama kehidupan dijalan Dharma yang mampu merubah kehidupan manusia dari kehidupan yang penuh perselisihan, peperangan, dan dendam menjadi kehidupan yang tentram, damai dan harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik semua keberhasilan tersebut ada suatu filsafat kehidupan yang sangat mendasar yang terkandung dalam yadnya dan brata penyepian yang masih sangat relevan dalam kehidupan dijaman modern. Kehidupan Dharma menuntun kita umat manusia selalu harus menjalani siklus kehidupan Dharma agar selalu dapat terhindar dari jebakan hidup yang merusak kedamaian dan keharmonisan. Siklus kehidupan Dharma yaitu Satyam-Cit-Ananda-Moksartham. Satyam artinya setiap manusia haruslah secara rutin dapat melakukan perenungan, instrospeksi, ngulat sarira untuk memahami secara dalam makna kebenaran yang dituntun oleh Dharma yang tidak lain pada tahap ini manusia harus membangun kebajikan dihati masing-masing. Cit adalah proses dimana manusia terbangun pemahaman, terbangun kebajikan dihati, maka ia harus membangun kesadaran dan keyakinan atau sraddha dan bhakti yang tinggi dalam dirinya masing-masing. Kesadaran, keyakinan, atau sraddha inilah sebagai pondasi yang kuat untuk kehidupan yang bertata krama. Kemudian tahap ketiga adalah ananda yaitu manusia harus menjalankan kehidupan yang bertata krama, santun, beretika dituntun oleh konsep Tri Kaya Parisudha. Pikiran, perkataan dan perbuatan harus dituntun oleh kebenaran yang telah diyakini sesuai jalan Dharma untuk mencapai kehidupan yang ananda atau bahagia. Kemudian langkah yang keempat adalah moksartham yaitu kehidupan yang tidak terikat oleh kepentingan duniawi yang penuh ketulusan untuk dapat menuju sangkan paraning dumadi. Yadnya dan tapa brata penyepian yang dilakukan umat Hindu setiap tahun adalah merupakan langkah pertama dalam siklus kehidupan Dharma yaitu langkah Satyam. Nyepi artinya sepi, kosong, tidak terikat, bersih, dan suci. Disaat itulah manusia melepaskan diri dari segala ikatan duniawi, mengosongkan diri dari beban duniawi, menyepikan diri dari segala hingar bingar duniawi, membersihkan diri dari godaan duniawi, dan menyucikan diri segala dosa duniawi. Umat Hindu melalui yadnya dan brata penyepian berusaha tidak diikat dan tidak dikendalikan oleh kepentingan duniawi, namun harus hidup harmonis dengan penuh cinta kasih dengan alam, dengan Tuhan sang pencipta, dan dengan mahluk ciptaan Tuhan. Konsep kehidupan yang harmonis dengan Tuhan, mahluk lain, dan alam semesta ini oleh umat Hindu disebut Tri Hita Karana. Dalam usaha melepaskan diri dari ikatan duniawi, ikatan alam semesta umat Hindu bukanlah harus memusuhi alam, namun justru dengan cinta kasih, yaitu dengan membersihkan dan menyucikan alam dan segala perlengkapannya, karena alam adalah ciptaan Tuhan yang diyakini sebagai ibu dan bapak dari manusia yang memberikan kehidupan pada umat manusia. Sehingga alam sebagai ibu dan bapak dari umat manusia juga wajib mengingatkan kepada umat manusia jika ia membuat kesalahan yaitu menyalahi tata krama kehidupan Dharma. Karena keyakinan dan sraddha seperti itulah umat Hindu dalam menjalankan yadnya penyepian diawali dengan melasti yaitu pergi kelaut atau kesumber air untuk ngambil tirta amerta suci untuk sumber kehidupan umat manusia. Air yang bersih dan suci yang berada ditengah samudra atau pada sumber air adalah merupakan sumber utama dari kehidupan. Dalam kehidupan modern, yadnya melasti ini mengandung pesan bahwa umat manusia dimanapun dia berada dia harus selalu menjaga kebersihan dan kesucian air karena air yang bersih dan suci adalah sumber kehidupan umat manusia. Semua ini tidak lain maknanya menjaga laut, sungai dan semua sumber air tetap bersih. Manusia modern, industri di jaman modern ini harus mengolah limbahnya sedemikian rupa agar tidak mengotori sungai, laut dan sumber-sumber air karena semua itu sebagai sumber kehidupan. Jika itu tidak dijaga bersih maka tentu akan sulit dapat air minum, aliran sungai terganggu dan akan terjadi banjir, sungai dan laut yang kotor mengakibatkan ikan-ikan tercemar dan lain sebagainya. Yadnya melasti yang dilaksanakan begitu sakral dan indah yang didalamnya mengandung makna ganda yaitu: disamping dapat mencerminkan keluhuran dan keindahan budaya juga menuntun terwujudnya sebuah tata krama kehidupan yang harmonis dengan lingkungan yang diyakini oleh umat Hindu sebagai ibu dan bapak manusia karena ia sebagai sumber kehidupan umat manusia, yang semua itu dilandasi oleh filsafat kebenaran Dharma. Setelah itu persis sehari sebelum hari Nyepi dilaksanakan ”tawur kesanga” yaitu penyucian atau pembersihan alam dengan segala kelengkapannya sehingga alam dengan segala isinya selalu dapat menjaga dan memberi kehidupan pada manusia. Pada yadnya tawur tersebut manusia memberikan rasa bhakti dan cinta kasihnya pada alam yang juga dilaksanakan begitu sakral dan indah. Arti operasionalnya di jaman modern adalah bahwa manusia tidak boleh merusak alam sembarangan, manusia harus menjaga kelestarian alam, menjaga keberadaan dan keseimbangan tumbuh-tumbuhan karena tumbuh-tumbuhan dapat menyeimbangkan atau mengendalikan air tanah, dapat mengendalikan CO2 sehingga tidak merusak lapisan ozon. Jika tumbuh-tumbuhan sudah tidak seimbang maka CO2 tidak terkendali dan akan mengakibatkan pemanasan global, dimana es di kutub akan mencair dan air laut akan naik. Disamping itu jika tumbuh-tumbuhan tidak seimbang maka aliran air tanah akan tidak terkendali, ketahanan tanah jadi lemah sehingga terjadi banjir dan longsor. Manusia modern juga harus memahami pesan lain yang tersirat dalam Tawur Kesanga tersebut yaitu setiap rumah harus punya halaman dan halaman harus ditanami pohon yang berbunga, yang berbuah, yang berumbi agar halaman menjadi indah dan tumbuh-tumbuhan menjadi seimbang secara ekologi. Maka itu, dalam yadnya baik waktu melasti, tawur kesanga, dan yadnya yang lain menggunakan kembang, buah-buahan, daun-daunan, umbi-umbian, dan air yang bersih. Semua persembahan yang dilakukan secara tulus dalam yadnya penyepian tersebut dan juga yadnya yang lain dimaksudkan untuk membangun kebajikan di hati manusia, membangun tatakrama dalam kehidupan manusia, dan membangun budaya yang indah dan luhur. Persis pada hari Nyepi, umat Hindu selama 24 jam melakukan pengendalian diri secara total melalui Catur Brata Penyepian yaitu : amati geni, amati karya, amati lelungaan, dan amati lelanguan. Amati geni artinya mematikan api yang ada di dalam diri manusia yang dapat membakar atau merusak kehidupan yaitu egoisme, keserakahan, kemarahan, iri hati, kebencian, pikiran, keinginan yang berlebihan, dan juga berpuasa. Untuk itu, disamping mematikan api yang ada dalam diri untuk menjaga kehidupan yang harmonis dengan alam agar mendukung manusia mematikan api pada dirinya, maka api yang ada di alam pun ikut dimatikan selama 24 jam. Brata yang kedua adalah amati karya yang artinya tidak melakukan kegiatan berkarya dalam bentuk apapun agar betul-betul dapat melepaskan diri dari segala ikatan dan kepentingan duniawi. Itu juga melatih manusia untuk betul-betul bisa melaksanakan segala kehidupan dengan tulus iklas tanpa pamrih. Brata ini juga sering disebutkan sebagai pengendalian raga. Brata yang ketiga adalah amati lelungaan artinya kita tidak bepergian baik jiwa, pikiran, maupun raganya. Brata ini melatih manusia untuk memahami sang diri, menyatukan bayu-sabda-idep, menyatu dalam kekuatan samadhi sehingga pikiran, jiwa, dan raga menjadi bersih tanpa beban suatu apapun. Dengan pikiran, jiwa, dan raga yang bersih dan bersatu maka manusia akan mempunyai kekuatan besar dan terkonsentrasi untuk dapat menjalani kehidupan dengan segala tantangannya dan akan selalu dituntun pada jalan yang benar. Brata ini akan membentuk moral dan karakter yang baik dan positif sehingga dapat mengendalikan stress yang kerap muncul di jaman modern ini. Moral dan karakter yang baik sangat penting sebagai kekuatan hidup pada jaman modern. Seperti dikatakan John C. Maxwell ”no one can stop people with good attitude to success; and no one can help people with bad attitude to success”. Brata yang keempat adalah amati lelanguan yaitu mengendalikan rasa atau emosi untuk tidak bergejolak, untuk selalu dapat tenang dan sabar dalam menghadapi segala persoalan. Dengan ketenangan dan kesabaran seseorang akan mendapat kecerdasan dan kebijakan. Brata ini juga melatih dan menuntun agar kita dalam kehidupan dapat selalu eling, waspada, hidup wajar, sederhana, bisa prihatin, dimana semua ini tidak lain adalah olah rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat brata penyepian tersebut akan menuntun manusia untuk membangun kesadaran Dharma, membangun kebajikan, membangun kesadaran, membangun keyakinan, menguatkan sraddha umat Hindu, menanamkan tata krama yang benar dalam kehidupan. Setelah hari Nyepi umat Hindu melaksanakan Dharma Shanti yaitu mulai menjalani kehidupan dengan tata krama yang benar yang dilandasi kesadaran, kebajikan, dan sraddha yang dibangun melalui catur brata penyepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan negara yang ajeg di jaman modern ini sangat sulit karena penuh tantangan dan penuh dengan persaingan. Dengan kebajikan yang ada di hati setiap manusia modern yang dihasilkan dari pelaksanaan, yadnya dan tapa brata penyepian maka diyakini pembangunan suatu bangsa akan bisa lancar dan ajeg, seperti dikatakan dalam sastra sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yadnya dan tapa brata, maka akan ada kebajikan di hati;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada kebajikan di hati, maka akan ada ketentraman dalam rumah tangga;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada ketentraman dalam rumah tangga, maka akan ada keajegan negara dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tapa brata penyepian, umat Hindu akan diharapkan dapat meningkatkan sraddha dan dapat santun dan teguh menegakan kebenaran untuk mencapai kehidupan yang mulia dan terhormat di jaman modern ini seperti dikatakan dalam sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tapa brata seseorang akan mencapai diksa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diksa seseorang akan mencapai daksina;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan daksina seseorang akan mencapai sraddha;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sraddha seseorang akan mencapai satyam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan satyam seseoarng akan mencapai kemuliaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan yadnya dan tapa brata penyepian diharapkan umat Hindu akan selalu mempunyai kekuatan dan bekal yang paling berharga dalam menjalani kehidupan di jaman modern yaitu kebajikan di hati, tata krama yang baik, dan budaya yang indah dan luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om Shanti Shanti Shanti Om&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc.PhD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Walaka PHDI Surabaya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-6359816250892114178?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/6359816250892114178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=6359816250892114178' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6359816250892114178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6359816250892114178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/topik-utama.html' title='Makna Yadnya dan Brata Penyepian Bagi Manusia Modern'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-4530671236267940631</id><published>2008-08-27T01:45:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T08:32:00.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Kebebasan Pendirian Tempat Ibadah</title><content type='html'>Pembangunan rumah ibadah di Indonesia tidak terlepas dari Peraturan Bersama Menteri (PBM) No.09 tahun 2006 dan No.08 tahun 2006 yang berisi tentang pedoman pelaksanan tugas kepala daerah / wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayan forum kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadah. Dengan adanya peraturan ini, secara logika akan terjadi ketertiban dalam pendirian rumah ibadah. Namun yang terjadi malah sebaliknya, sering kita jumpai beberapa kasus pengrusakan rumah ibadah dengan alasan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.  Penutupan beberapa gereja di beberapa tempat mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan.&lt;br /&gt;       Kasus yang sangat mencengangkan baru saja terjadi tepatnya&lt;span class="fullpost"&gt; tanggal 16 Januari 2008. Pura Sangkareang di wilayah Lombok Barat dirusak secara sengaja dengan alasan renovasi pura yang telah ada sejak abad 17 M tersebut tidak sesuai dengan PBM. Padahal kenyataannya, PBM adalah ketentuan yang mengatur pendirian rumah ibadah. Kasus ini merupakan bagian kecil dari kurangnya toleransi umat beragama yang terjadi di negeri ini. Masalah yang sangat sentral adalah ”mengapa republik tercinta ini, yang dikenal memiliki masyarakat yang ramah dengan keguyuban serta kebersamaan ini, telah kehilangan keramahan dan keguyubannya, dan empati dalam proses interaksi dengan masyarakat lainnya yang berbeda agama? Mengapa masyarakat Indonesia telah menjadi homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi manusia yang lain)?”. Beberapa kasus yang sering terjadi berkenaan dengan perijinan rumah ibadah ini dapat dijadikan pelajaran bahwa pendirian tempat ibadah sebaiknya lebih memperhatikan pendekatan dan sosialisasi kelingkungan masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;        Menurut Peraturan Bersama Menteri (PBM) Pasal 14 ayat 2 (a) disebutkan, pengguna rumah ibadah paling sedikit 90 orang. Data 90 orang tersebut harus didukung oleh kartu tanda penduduk. Selain itu, pembangunan tempat ibadah di suatu daerah harus mendapat dukungan warga setempat minimal 60 orang dan harus disahkan oleh lurah/kades. Jika melihat dari isi peraturan tersebut akan terjadi banyak benturan dengan kenyataan yang terjadi, terutama pada pendirian rumah ibadah agama Hindu (Pura). Hal ini karena pendirian pura lebih banyak memperhatikan aspek spiritual tempat pendiriannya ketimbang aspek sosial, sebagai contoh Pura Giri Arjuno dan Pura Mandala Giri Semeru yang berlokasi di wilayah Jawa Timur.&lt;br /&gt;       Pendekatan sosial yang tepat sebelum pendirian rumah ibadah khususnya pura sangat perlu dilakukan, agar kejadian perusakan pura seperti yang terjadi di Desa Sangkareang, NTB tidak terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;I Putu Wisnu Mertha Yoga&lt;br /&gt;Mahasiswa Elektro ITS 2004 &lt;a href="http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/kebebasan-pendirian-tempat-ibadah.html"&gt;selengkapnya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-4530671236267940631?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/4530671236267940631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=4530671236267940631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4530671236267940631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4530671236267940631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/kebebasan-pendirian-tempat-ibadah.html' title='Kebebasan Pendirian Tempat Ibadah'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-6896679663266062981</id><published>2008-08-27T01:37:00.001-07:00</published><updated>2008-09-02T01:10:24.909-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polling'/><title type='text'>Makna Nyepi Bagi Mahasiswa Hindu</title><content type='html'>-- under construction --&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-6896679663266062981?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/6896679663266062981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=6896679663266062981' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6896679663266062981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6896679663266062981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/tidak-terasa-setahun-sudah-berlalu-dari.html' title='Makna Nyepi Bagi Mahasiswa Hindu'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-1294953219128821019</id><published>2008-08-27T01:25:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T01:09:26.639-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Mencari Jati Diri Dalam Berorganisasi</title><content type='html'>Tidak sulit mengenali sosok yang satu ini. Perawakannya yang tinggi kurus cukup membuat kita ngeh. Gaya bicaranya yang terkesan sering bercanda pun dapat membuat kita cepat akrab dengannya. Tapi jangan salah, di balik itu semua terdapat semangat belajar yang tinggi, semangat yang mungkin tidak semua orang miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Komang Yudy Dharmawan, ketua PC KMHDI Surabaya periode 2007-2009. Lajang kelahiran 9 Agustus 1987 ini baru terpilih pada akhir tahun lalu. Saat ini ia masih mengenyam pendidikan di Universitas Hang Tuah Fakultas Teknologi Kelautan Perikanan Jurusan Perikanan. Ternyata, selain di KMHDI, ia juga aktif di beberapa organisasi lain seperti Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (Himapikani) dan Gerakan Anti Narkoba (Granat). Bagaimana ia menjalani itu semua? Kepada tim Wiweka, ia berbagi kisah untuk pembaca sekalian.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W(iweka) : Yudy, apa kesibukan Anda sekarang ini?&lt;br /&gt;Y(udy) : Pastinya kuliah. Kemudian saya juga terjun di beberapa organisasi seperti KMHDI, Himapikani, dan Granat. Kadang-kadang saya juga menyempatkan diri ikut di klub olahraga.&lt;br /&gt;W : Anda cukup aktif. Bagaimana Anda mengatur waktunya?&lt;br /&gt;Y : Saya melihat skala prioritas. Mana yang lebih penting, itu yang saya dahulukan. Untuk saat ini, semua jadwal saya menyesuaikan dengan jadwal kuliah.&lt;br /&gt;W : Apa yang menarik bagi Anda dari masing-masing organisasi tersebut?&lt;br /&gt;Y : Di KMHDI, saya dapat dibimbing oleh orang-orang yang berkompeten, baik di bidang organisasi maupun agama. Juga karena sifatnya yang nasional, maka saya dapat menambah jaringan. Sementara di Granat, saya mendapat kesempatan berinteraksi dan bekerja sama dengan wakil-wakil kampus dari berbagai etnis. Saya belajar menghargai keanekaragaman disini. Untuk di Himapikani, saya merasa nyaman karena berinteraksi dengan orang-orang yang memang telah saya kenal dekat.&lt;br /&gt;W : Apa manfaat yang sudah Anda rasakan dengan mengikuti semua itu?&lt;br /&gt;Y : Di KMHDI, saya dapat bicara lebih banyak tentang organisasi dan agama. Menurut saya, kesadaran diri sangat perlu dibentengi apalagi saat ini saya berada di lingkungan yang mayoritas penduduknya berbeda agama dengan saya. Saya juga dapat belajar menentukan sikap dan mengkondisikan diri pada saat tertentu. Sehingga nantinya, saya dapat memiliki tanggung jawab, kemampuan manajemen dan organisasi, selain agama. Di Granat, saya dapat memacu diri untuk lebih komunikatif di hadapan banyak orang dari golongan yang berbeda. Sementara di Himapikani, saya dapat lebih berkreasi untuk memacu prestasi di berbagai kegiatan kampus. &lt;br /&gt;W : Sebagai seorang ketua yang baru terpilih, bagaimana Anda melihat organisasi KMHDI yang Anda pimpin?&lt;br /&gt;Y : KMHDI sesungguhnya adalah organisasi besar yang tercetus dari kerjasama antara Swastika Taruna dan UKKH di kampus. Jadi sejarah ini seharusnya tidak akan pernah lepas dari benak kaum intelektual kita khususnya mahasiswa-mahasiswi. Organisasi ini memiliki cita-cita yang ideal dan besar untuk bisa bicara di tingkat nasional. Jujur, pada saat ini eksistensi KMHDI di intern dan ekstern bisa dibilang makin redup. Maka dari itu, beban untuk membangkitkan dan memulai lagi ikatan sejarah itu ada di pundak saya. Mari bersama-sama menyadari pentingnya Yadnya ini untuk bangkit bersama-sama ke depan agar Hindu tetap ada untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;W : Kalau Anda lihat, kondisi mahasiswa Hindu sekarang seperti apa?&lt;br /&gt;Y : Kondisi mahasiswa Hindu di Surabaya saat ini sesungguhnya grafik eksistensinya cenderung meningkat walaupun orientasi mereka sedikit mengalami perubahan. Perbedaan tersebut dilihat dari keaktifan mereka cenderung di kegiatan-kegiatan intern kampus akan tetapi mengalami kepasifan di organisasi ekstern salah satunya di KMHDI sendiri. Saya menyadari mungkin ini karena tuntutan kuliah sekarang sedikit berbeda dengan sebelumnya sehingga harus beradaptasi lebih baik lagi. Namun saya yakin pada kemampuan teman-teman Hindu disini bahwa mereka akan mampu untuk lebih memanage itu semua.&lt;br /&gt;W : Ada pesan yang ingin disampaikan pada pembaca Wiweka?&lt;br /&gt;Y : Mari kita bersama-sama membentengi diri dari kondisi yang semakin global. Tetap berusaha untuk eksis dalam beryadnya demi agama dan keyakinan kita kepada Ida Shang Hyang Widhi. Mari bekerjasama dan berkontribusi untuk membangun dan merealisasikan ide-ide yang konstruktif untuk kita bersama agar tercipta situasi yang kondusif demi Hindu di masa mendatang.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-1294953219128821019?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/1294953219128821019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=1294953219128821019' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1294953219128821019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/1294953219128821019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/mencari-jati-diri-dalam-berorganisasi.html' title='Mencari Jati Diri Dalam Berorganisasi'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-6262561923245427036</id><published>2008-08-27T01:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T01:07:12.221-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>Mencari Tuhan yang Bersemayam di Dalam Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di dalam Gita, Tuhan menyatakan “orang yang kucintai adalah orang yang tidak mementingkan diri sendiri,melepaskan segala keterikatan,dan bersikap sama dalam suka dan duka”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sangat sulit bagi orang awam yang mencari kebenaran untuk mencapai keseimbangan seperti itu dan untuk melepaskan diri dari keterikatan serta rasa keakuan. Memang sulit membedakan keinginanmu dengan perintah dan keinginan Tuhan. Jika engkau menyadari bahwa Tuhan bersemayam dalam bentuk jyothi (cahaya yang selalu bersinar) dalam semua manusia, dimana-mana, maka akan mungkin bagimu menguasai keakuan dan keterikatan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan intan, Anda harus menggali jauh ke dalam tanah. Engkau tidak menemukannya bergantung di pohon. Begitu pula engkau tidak akan menemukan permata yang sangat berharga ini yaitu Tuhan, tergeletak diluar dan mudah di dapat oleh semua orang. Dengan bantuan ajaran para mahatma, engkau harus berusaha mencarinya didalam dirimu. Badan kita bukan barang biasa, ia adalah Pura Tuhan atau kereta yang akan membawa Tuhan. Dalam dunia yang boleh dianggap sebagai desa yang besar, Tuhan diarak dalam kereta yang dianggap badan (raga) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan suatu kemujuran yang luar biasa bahwa engkau lahir sebagai manusia. Karena itu, perahu suci yang akan membawamu ke tempat tujuan ini harus digunakan dengan seksama sehingga dapat menyeberangi laut samsara dengan selamat. Dalam samudra ini hidup buaya yang sangat mengerikan, serta berbagai makhluk yang sangat mengerikan dan berbahaya bagi dirimu. Buaya-buaya ini melambangkan enam musuh yang manusia yaitu, kemarahan, ketamakan, nafsu birahi, kebencian, kecongkaan dan iri hati. Bila engkau dikelilingi oleh demikian banyak buaya, cara yang terbaik untuk menyelesaikan perjalanan dengan selamat ialah dengan melihat kesatuan dalam segala sesuatu. Engkau harus yakin sepenuhnya bahwa prinsip ketuhanan, Tuhan dengan wujud nyata dan cemerlang, ada dalam setiap manusia dan setiap benda. Kalau engkau menyadari keberadaan Tuhan dalam setiap makhluk, dan menyadari kesatuan dalam semua yang tampak dalam kebhinekaan ini, maka engkau tidak akan dapat lagi membenci orang lain.&lt;br /&gt;Kata orang “carilah, carilah dan hal itu akan kau temukan”. Jika engkau mencari dia dalam badanmu dengan kesungguhan hati, engkau pasti akan menemukannya. Jika engkau mencari sesuatu dalam ruang yang penuh barang, hanya dalam kesungguhan engkau dapat menemukan barang yang engkau cari. Tanpa berusaha untuk mencari barang itu tidak akan pernah kau temukan. Hanya bila engkau mengetuk pintu, pemilik rumah akan membukanya. Ibumu pun baru akan menghidangkan makan jika engkau minta. Karena itu engkau harus meminta dan terus meminta, ketuk pintu dan ketuklah terus. Kejar dan kejarlah terus, cari dan carilah terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Intisari Bhagawad Gita&lt;br /&gt;A.Drucker&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-6262561923245427036?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/6262561923245427036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=6262561923245427036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6262561923245427036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/6262561923245427036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/mencari-tuhan-yang-bersemayam-di-dalam.html' title='Mencari Tuhan yang Bersemayam di Dalam Hati'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-3394529194136661782</id><published>2008-08-27T01:09:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T09:07:37.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Perusakan Pura Sangkareang</title><content type='html'>Sebuah kejadian yang mencengangkan sempat terjadi pada awal tahun ini. Terjadi perusakan pura di Provinsi Nusa Tenggara Barat tepatnya di Dusun Sangkareang Desa Keru Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Berikut sekilas kronologi kejadian perusakan yang diperoleh Redaksi dari PHDI NTB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal bulan Januari 2008, terjadi situasi yang kurang kondusif di areal sekitar pura. Terjadi pemagaran areal masuk parkir pura oleh masyarakat sekitar atas perintah seorang warga yang memiliki pengaruh keagamaan yang kuat di daerah itu. Terjadi pula intimidasi pemblokiran suplai material yang disuplai oleh masyarakat sekitar. Pada hari Minggu, 13 Januari 2008 dini hari pukul 00.30 WITA, sekelompok orang yang tidak dikenal mendatangi pura dan melakukan intimidasi dengan cara memainkan sinar lampu senter. Atas peristiwa ini panitia meminta bantuan ke Polsek Narmada agar berkenan menugaskan anggotanya untuk memberikan pengamanan. Kapolsek sangat merespon positif dan mengirimkan 2 anggotanya secara bergilir untuk menjaga pura.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Selasa pagi tanggal 15 Januari 2008, aktifitas pekerja berjalan dengan lancar untuk segera menyelesaikan pekerjaan dan melakukan persiapan upacara Ngenteg Linggih yang direncanakan berlangsung tang-gal 22 Januari 2008. Pada pukul 11.00 WITA sempat terjadi kunjungan aparat pemerintah tingkat kecamatan. Sedangkan pada sore harinya pukul 15.30 WITA, Kapolres Lombok Barat beserta rombongan muspika tingkat kecamatan dan KUA didampingi PHDI Kabupaten Lombok Barat mengujungi lokasi Pura Sangkareang. Kapolres Lombok Barat sempat menanyakan tentang material yang digunakan untuk merenovasi pura, karena berkembang isu seluruh material yang dipergunakan untuk renovasi pura berasal dari panitia pembagunan Pura Penataran Agung Rinjani Kebaloan Desa Senaru Kecamatan Bayan Lombok Barat yang dibubarkan oleh rapat Muspida Provinsi NTB tanggal 20 Nopember. Pada sekitar pukul 19.30 WITA tersiar kabar akan ada aksi pengrusakan pura. Hal ini ditindaklanjuti dengan melaporkan kabar tersebut ke Kapolsek Narmada yang kebetulan mampir ke Pura Sangkareang. Laporan ini ditindak lanjuti oleh Kapolsek, namun salah seorang anggota polsek dari Desa Keru meragukan kebenaran berita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 23.15 ketika umat yang baru selesai melaksanakan persem-bahyangan dan bersiap-siap untuk beristirahat tiba-tiba dikejutkan oleh adanya lampu senter yang sinarnya berputar ke arah langit, setelah sinar itu hilang disusul dengan teriakan serempak ”serbu” oleh massa seraya mengumandangkan salah satu simbol agama, diikuti dengan lemparan batu dan akhirnya masuk ke areal pura dan membakar pura. Diperkirakan massa berjumlah hampir 1000 orang. Umat Hindu yang ada di pura tersebut berjumlah 21 merasa tidak perlu melakukan perlawanan karena dikha-watirkan menimbulkan konflik agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya pada hari Rabu 16 Januari 2008, sekitar pukul 09.30 WITA bertempat di kantor Camat Narmada dilakukan pertemuan antara perwakilan umat Hindu (PHDI Kab. Lombok Barat dan Kec. Narmada), Tokoh Masyarakat (Toma), Tokoh Agama (Toga) Islam beserta pihak Muspika. Materi pertemuan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, namun yang berkembang adalah masalah perijinan pendirian rumah ibadah (Pura).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang dilakukan oleh panitia adalah merenovasi pura yang telah ada sejak abad 17 M bukan pendirian rumah ibadah baru seperti yang diatur dalam Peraturan Bersama Menteri (PBM) No. 09 Tahun 2006 dan No. 08 Tahun 2006 mengatur tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah. Pihak Toma dan Toga Dusun Sangkareang bersikeras bahwa ketentuan PBM harus diterapkan terhadap kegiatan renovasi pura dan melarang segala bentuk kegiatan di pura tersebut. Hal ini sangat disayangkan oleh panitia renovasi pura karena kegiatan renovasi tahap ketiga secara fisik sudah selesai dilaksanakan dan direncanakan untuk melaksanakan Upacara Ngenteg Linggih. Akhirnya tidak di capai kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Kamis tanggal 17 Januari 2008 pukul 17.00 WITA bertempat di pendopo, panitia renovasi didampingi PHDI Prov. NTB mengundang Gubernur NTB dalam rangka menyikapi pengrusakan dan pembakaran Pura Sangkareang. Dalam pertemuan tersebut Camat Narmada menginformasikan bahwa di tingkat Kabupaten telah dilakukan pertemuan tanpa ada perwakilan umat Hindu. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sekda Lombok Barat yang secara subtansial mengukuhkan permohonan Toma dan Toga yang direkomendasi oleh Kepala Desa Keru. Dalam kesempatan ini Gubernur NTB menyampaikan ucapan terima kasih atas kedewasaan umat Hindu dalam menyikapi permasalahan ini.( kronologi selengkapnya dapat dilihat di www.kmhdi.org/berita )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kejadian ini salah satu organisasi yang bernafaskan Hindu yakni Pimpinan Pusat KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia) melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak yang terkait untuk ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan permasalahan ini secara tepat dan tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Pimpinan Pusat KMHDI mengeluarkan pernyataan sikap resmi tertangal 18 Januari 2008 yang pada intinya berisi bahwa KMHDI mengutuk keras terhadap aksi pengrusakan ini karena melanggar sikap toleransi beragama yang selama ini diterapkan di Indonesia sehingga menciptakan situasi yang tidak kondusif. Pimpinan Pusat KMHDI juga menuntut pemerintah dan jajaran aparat keamanan untuk bertindak tegas dan bersikap netral dalam penanganan kasus ini. Pernyataan sikap Pimpinan Pusat KMHDI dapat dilihat pada website www.kmhdi.org/berita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan sikap ini coba disampaikan ke beberapa pihak termasuk ke media massa namun tidak satupun media massa nasional memuat berita pengrusakan Pura Sangkareang. Selain itu Presidium Pimpinan Pusat KMHDI di Jakarta coba berdiskusi dengan PHDI, KOMNAS HAM dan Ormas lain untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. Keputusan yang diambil oleh Pimpinan Pusat KMHDI adalah tidak memperluas aksi secara nasional dalam menyikapi permasalahan ini karena ditakutkan akan menimbulkan konflik umat beragama secara luas. Dalam hal ini bukan berarti KMHDI tidak melakukan apa-apa, Pimpinan Daerah KMHDI NTB dan Pimpinan Cabang KMHDI Mataram melakukan aksi damai turun ke jalan bersama beberapa ormas yang tergabung dalam KKUP (Koalisi Kebangsaan Untuk Perdamaian) pada hari Jumat tanggal 17 Januari 2008. Aksi ini juga berlatar belakang sering terjadinya pelecehan terhadap simbol dan ritual keagamaan dengan tidak mencerminkan sikap toleransi. Dimana sebelumnya pernah terjadi pembubaran pengajian Ikatan Jama’ah Ahlul Bait Indonesia (IJABI).(wnu)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-3394529194136661782?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/3394529194136661782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=3394529194136661782' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3394529194136661782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/3394529194136661782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/perusakan-pura-sangkareang.html' title='Perusakan Pura Sangkareang'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-4519308540133612473</id><published>2008-08-27T01:08:00.001-07:00</published><updated>2008-09-02T01:00:07.397-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Bedah Buku TPKH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=""http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLUNGT-UvLI/AAAAAAAAABM/OeerBhhiIDs/s200/DSC00968.JPG""&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src=""http://1.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SLUNGT-UvLI/AAAAAAAAABM/OeerBhhiIDs/s200/DSC00968.JPG"" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mendiskusikan agama, apalagi jika dilakukan bersama pakar sering menjadi satu hal yang sangat menarik. Banyak masalah yang dapat dikupas di sini. Hasilnya pun tak jarang sangat memuaskan dan dapat membuat peserta diskusi mendapat tambahan ilmu dan pencerahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semangat itu yang coba diusung oleh Tim Pembina Kerohanian Hindu (TPKH) ITS Surabaya dalam pelaksanaan Bedah Buku pada 9 Maret lalu. Bertempat di Ruang Sidang Teknik Sipil Lantai 2 ITS Surabaya, acara yang ditujukan bagi masyarakat Hindu Surabaya itu berhasil membangkitkan semangat diskusi. Ini terlihat dari antusiasme peserta yang hadir dalam acara tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedah Buku itu sendiri merupakan rangkaian dari TPKH Nyepi Festival 2008 yang bertujuan untuk merayakan hari raya Nyepi. Buku yang dibedah disini adalah salah satu buku karangan Ngakan Made Madrasuta, seorang penulis yang telah menelurkan banyak sekali buku referensi agama Hindu sekaligus pimpinan redaksi bagi majalah Media Hindu, yaitu Hindu Akan Ada Selamanya. Hadir sebagai pembedah, Prof. Dr. Ir. I Made Arya Djoni, MSc. (Penasehat TPKH ITS) dan Dr. Paridjata Westra, M.Agr.S, M.Agr.Sc., DVM (Ketua Litbang PHDI Kota Surabaya). Tampak juga disitu Ketua PHDI Jawa Timur, Wayan Suwarna, dan perwakilan dari WHDI Jawa Timur, Ni Wayan Sulatri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini dimulai pada pukul 10.00 dengan diawali sambutan oleh ketua panitia, Putu Pusparini. Ia sedikit menyinggung tentang buku yang akan dibedah kali ini. "Apa benar Hindu ini akan ada selamanya? Kita akan dapatkan jawabannya disini.", katanya. Setelah itu, giliran Ida Bagus Krisna Prabawa, ketua harian TPKH ITS, yang menyampaikan sambutannya. Dia menjelaskan tujuannya diselenggarakannya Bedah Buku ini, yaitu selain untuk menyambut Hari Raya Nyepi, ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi umat Hindu khususnya untuk pendalaman agamanya. "Semoga dengan adanya Bedah Buku ini, dapat menambah wawasan dan dapat mempertebal keyakinan kita sebagai umat Hindu.", jelasnya. Senada dengan Krisna Prabawa, I Made Londen Batan, Ketua Umum TPKH ITS, pun menyebut dalam sambutannya bahwa kegiatan ini juga sebenarnya dilaksanakan untuk pembinaan umat Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pemberian sambutan-sambutan di atas, pembedahan buku langsung saja dimulai. Seorang moderator, Dr. Ketut Buda Artana ST, M.Sc., memandu jalannya acara antara penulis, pembedah, dan peserta ini. I Made Arya Djoni mendapat kesempatan pertama untuk membedah buku ini. Ia langsung saja memaparkan ulasannya. Terdapat beberapa poin yang jadi perhatiannya yaitu hal-hal yang menjadi alasan kenapa Hindu akan ada selamanya. Hal-hal tersebut antara lain konsep Sradha yang dapat tumbuh dimana saja sampai keunggulan agama Hindu seperti sifatnya yang melestarikan budaya lokal dan rasionalisme yang ada di dalam ajarannya. Sementara itu, pembedah kedua lebih menitik beratkan di Sradha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, gliran sang penulis yang menjelaskan uraiannya. Selain menjawab apa yang dipaparkan oleh pembedah, ia juga mengatakan bahwa kendati Hindu saat ini lemah dari segi fisik, termasuk kuantitas, namun dengan segala keunggulannya, ajaran-ajaran suci agama Hindu akan selalu ada di dunia ini. Hal itu terbukti dengan semakin banyaknya nilai-nilai dalam Hindu yang sekarang banyak diaplikasikan dalam kehidupan, tidak hanya oleh umat Hindu sendiri, tapi juga dari luar. ”Sepanjang manusia masih memiliki nurani, Hindu akan selalu ada”, tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati begitu, Ngakan juga menyadari bahwa pendidikan agama Hindu bagi inernal umat sendiri masih belum maksimal. Secara khusus ia menyinggung masalah buku-buku Hindu yang masih kurang dan segmentasinya yang belum mencakup semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi interaksi yang dilangsungkan setelah uraian dari pembicara berlangsung cukup ramai. Terlontar bermacam pertanyaan yang mungkin menjadi masalah umat bersama. Beberapa hasil dari interaksi tersebut antara lain perlunya doktrin bagi umat Hindu yang memang belum siap masuk dengan filsafat. Hal ini juga dapat membantu menguatkan Sradha yang bersangkutan sebelum masuk ke filsafat yang membutuhkan tingkat intelektuas yang lebih tinggi. Satu lagi adalah tentang perlu dibangkitkannya kepekaan sosial di kalangan umat Hindu sendiri. Kesadaran untuk membantu umat Hindu lain yang kekurangan dan sangat membutuhkan bantuan perlu ditanamkan kembali. Hal ini juga sebagai perwujudan kepedulian kita untuk mempertahankan eksistensi Hindu dan membuatnya benar-benar ada selamanya.(mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-4519308540133612473?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/4519308540133612473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=4519308540133612473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4519308540133612473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4519308540133612473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/bedah-buku-tpkh.html' title='Bedah Buku TPKH'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-5483351431044973165</id><published>2008-08-27T01:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T00:54:38.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Penyucian Diri Melalui Melasti</title><content type='html'>Umat Hindu yang ada di Surabaya dan sekitarnya pada tanggal 2 Maret 2008 melaksanakan ritual Melasti. Upacara ini erat kaitannya dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru 1930 Saka yang berlangsung lima hari setelahnya. Sekitar 7 ribu umat bergabung bersama dalam acara yang dipusatkan di Pura Agung Jagat Karana Surabaya. Mereka yang datang dari luar Surabaya antara lain berasal dari Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, dan Gresik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara melasti sendiri dilaksanakan di Pantai Kapangan Aru di kompleks Akademi Angkatan Laut. Ribuan umat Hindu tersebut berangkat beriringan dari Pura Agung Jagat Karana menuju tempat melasti dilaksanakan. Kebanyakan dari mereka berjalan kaki walaupun banyak juga yang menggunakan kendaraan baik motor maupun mobil.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 11 siang, upacara melasti itu dimulai. Ritual Pekelem menjadi pembuka rangkaian melasti hari itu. Pekelem sendiri adalah persembahan hasil bumi, baik berupa hasil pertanian maupun ternak, ke laut oleh umat. Di sini, umat mempersembahkan hasil bumi yang mereka bawa sebagai wujud rasa syukur.&lt;br /&gt;Acara dilanjutkan dengan Dharma Wacana oleh I Nyoman Sutantra, dosen ITS sekaligus tokoh keagamaan di Surabaya. Isi dari Dharma Wacananya banyak menyinggung tentang tata krama atau sikap yang seharusnya dilakukan oleh umat Hindu di jaman sekarang ini. Ada siklus Dharma yang harus dipahami dan dilaksanakan yaitu Sat, Cit, dan Ananda. Siklus dharma tersebut dapat diaplikasikan dalam Tri Hita Karana melalui pelaksanaan Panca Yadnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara setelah itu dilanjutkan dengan persembahyangan bersama. Umat bersembahyang dengan khidmat dipimpin oleh Pedanda yang bertugas. Selesai persembahyangan, semua umat mendapat Thirta Amerta yang dipercaya mampu menyucikan diri. Akhirnya saat semua umat telah mendapatkan Thirta, persembahyangan ditutup. Umat pun kembali ke Pura Agung Jagat Karana sekitar pukul dua siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara Melasti ini juga diiringi oleh persembahan musik gong dari beberapa sekehe gong yang ada di Surabaya dan sekitarnya. Tercatat ada beberapa sekehe gong yang berpartisipasi yaitu dari Pura Segara Surabaya, Pura Agung Jagat Karana, Pura Jala Sidhi Amertha, dan Lamongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Made Suweca dalam pengumumannya setelah persembahyangan mengatakan bahwa terdapat banyak agenda sehubungan dengan rangkaian pelaksanaan Nyepi tahun ini. Selain melasti seperti yang tersebut di atas, pada hari Kamis (6/3) atau sehari sebelum Nyepi, akan dilaksanakan upacara Tawur Kesanga yang dipusatkan di Pura Agung Jagat Karana. Sementara pada hari Sabtu, upacara Ngembak Geni akan dipusatkan di Pura Segara Surabaya. Kemudian, selain upacara-upacara yang memang termasuk rangkaian perayaan Nyepi, umat Hindu Surabaya kembali akan menghelat Dharma Shanti gabungan pada 30 Maret 2008. Acaranya sendiri rencananya digelar di Wantilan Agung Dewaruci, Pura Segara Surabaya. (mei)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-5483351431044973165?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/5483351431044973165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=5483351431044973165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5483351431044973165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/5483351431044973165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/penyucian-diri-melalui-melasti.html' title='Penyucian Diri Melalui Melasti'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-4576177844529584139</id><published>2008-08-27T00:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T00:52:49.852-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Jerat Waktu</title><content type='html'>De Bogler : Yan, ayo kita main pingpong besok sore!!&lt;br /&gt;Yan Robert : Sorry De, aku sibuk sekali nih, tugasku numpuk. Belum lagi besok aku ada rapat di jurusan dan di UKKH.&lt;br /&gt;De Bogler : Sok sibuk aja kamu, Yan!!&lt;br /&gt;Yan Robert : Beh gimana men, sulit jadi orang penting nok..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin percakapan itu pernah terlontar antara teman-teman sekalian dalam keseharian. Memang ada dua tanggapan dan perasaan orang tentang waktu. Beberapa orang mengeluh karena merasa tak pernah punya waktu seperti yang dirasakan Yan Robert, sedangkan beberapa orang yang lain selalu mencari jalan untuk membunuh waktu. Padahal sebenarnya waktu telah dibagikan kepada kita semua secara seadil-adilnya, sehingga tidak seorang pun yang mendapat jatah lebih atau malah sebaliknya kurang. Jadi apa sih yang kadang-kadang membuat seseorang merasa hari-harinya terasa sangat panjang atau begitu pendek??? Yup… Pembagian tugas-tugas yang tidak merata pada setiap individu yang menyebabkan waktu seseorang terasa sangat sempit atau begitu panjang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali masalah-masalah waktu timbul karena situasi eksternal. Dalam keseharian kita mengikuti perkuliahan di kampus, biasanya kita tidak mempunyai pilihan lain kecuali mengikuti jadwal-jadwal yang telah ditetapkan. Di samping hal itu, bagi yang suka ikut “gradag-grudug” di suatu organisasi, dituntut pula untuk menghadiri pertemuan atau rapat. Apakah ini nasib??? Tentu tidak, ini bukan semata-mata masalah nasib, namun justru bisa dikatakan hal tersebut adalah masalah-masalah ciptaan kita sendiri. Tak henti-hentinya kita terjerat oleh jebakan-jebakan waktu yang kita buat sendiri dengan menjadwalkan terlalu banyak kegiatan dalam hari-hari kita. Akibatnya, kita akan menjadi marah-marah dan stress sendiri bila pekerjaan yang kita rencanakan memunculkan banyak masalah yang tidak kita duga dan kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum jebakan-jebakan waktu yang sering kita alami sehari-hari dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kegiatan wajib&lt;br /&gt;Yang dapat dimasukkan dalam kegiatan wajib dalam kehidupan sehari-hari kita tentunya adalah rutinitas kita sebagai mahasiswa yaitu kuliah. Hampir sebagian besar waktu kita dihabiskan untuk ini dan segala “tetek bengek” yang mengiringinya seperti tugas-tugas. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah tujuan dan kewajiban kita atas status kita sekarang sebagai mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketakutan pada kesia-siaan&lt;br /&gt;Mungkin teman-teman pernah membaca atau mendengar bunyi hukum Parkinson pertama yang di rumuskan oleh C. Northcote Parkinson yang berbunyi “suatu pekerjaan dibesar-besarkan demi mengisi alokasi waktu yang disediakan untuk menyelesaikannya”. Hal ini sering kita jumpai dalam keseharian, seperti ketika kita harus antri untuk mendapatkan pelayanan di suatu ATM. Kita biasanya akan sedikit marah atau bahkan marah-marah karena diharuskan menunggu terlalu lama, padahal kita sebenarnya punya banyak waktu. Apa sebenarnya yang terjadi? Hal ini karena setiap orang benci akan ketidakaktifan. Kita umumnya takut kepada kesia-siaan atau ketidakaktifan karena menggangap hal itu akan mencerminkan keberadaan diri kita. Sehingga kita biasanya mengambil pekerjaan melebihi dari kemampuan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketidakmampuan berkata tidak&lt;br /&gt;Selain karena ketakutan kita pada kesia-siaan, banyak di antara kita mengambil tanggung jawab lebih banyak dari pada kemampuan diri, bukan karena keinginan spontan untuk membantu, tetapi karena kita khawatir kalau orang lain akan memandang remeh kita bila kita kurang sibuk. Sebagai contoh, Yan Robert yang sadar kuliahnya dalam beberapa semester ke depan sangat padat, karena ketidakmampuannya berkata tidak dan karena ingin menjadi orang yang sok sibuk dan mendapat pengakuan dari sekitar, menerima semua tawaran apapun yang dibebankan kepadanya, semisal menjadi pengurus di UKKH, di HIMA, dan masuk kepanitian kecil di angkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedepannya, keinginan kita untuk dipuji tumbuh menjadi sangat kuat sehingga kita umumnya berulang kali berkata tugas-tugas yang dibebankan ke kita sangat menyita waktu dan teramat sulit dilakukan. Ujung-ujungnya jika semua sudah mentok, kita akan menjadi marah pada diri kita sendiri dan mungkin saja orang lain karena ternyata kita gagal untuk melaksanakan tanggung jawab atau pekerjaan yang dibebankan kepada kita. Masalah bagi kita yang sangat sulit untuk berkata TIDAK, adalah kita selalu membebani diri kita dengan tanggung jawab yang lebih besar dari kemampuan kita. OK, let’s learn to say NO from now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Saat awal yang sulit&lt;br /&gt;Contoh ini sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Kejadian ini saya alami sendiri ketika berencana membuat tulisan ini. Saat itu, sore setelah pulang dari kampus, rencananya saya langsung membuat sebuah tulisan untuk Wiweka. Namun setiba di rumah, perasaan malas dan kebiasaan lama suka menunda-nunda mulai merasuk. Saya putuskan untuk makan dulu, mungkin setelah itu bisa langsung membuat tulisan ini. Tapi apa yang terjadi? Sampai besok paginya, tulisan ini belum selesai karena setelah makan dan nonton TV, ada acara bagus dan keterusan sehingga rencana awal ditunda lagi. Tapi untungnya tulisan ini bisa selesai juga dan dimuat di Wiweka. Permasalahan di sini adalah biasanya bila kita membiarkan diri, kita akan mengalami kemacetan dalam menyelesaikan sejumlah pekerjaan kecil sebelum kita memusatkan perhatian pada pekerjaan utama. Setelah memberikan perhatian penuh pada tugas berikutnya, banyak waktu yang telah terbuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Michael Ende yang berjudul MOMO, terdapat sebuah kisah tentang seorang gadis yang tidak punya apa-apa selain waktu. Dengan bantuan teman-temannya, gadis tersebut berhasil memerangi pencuri-pencuri waktu. Di buku itu juga dituliskan “kehidupan menggenggam suatu misteri kehidupan yang sangat lazim, yang dimiliki oleh setiap orang. Misteri tersebut adalah misteri waktu. Kalender dan jam adalah hanya sebagai sarana pengukur waktu, tetapi kalender dan jam tidak sangat berarti karena waktu yang sebenarnya adalah kehidupan itu sendiri”. Namun saya pribadi berharap, setelah teman-teman membaca tulisan ini, teman-teman tidak menjadi enggan untuk bergabung di suatu kepanitiaan atau menjadi pengurus di suatu organisasi. Hanya pertimbangkan juga kemampuan diri, sebatas mana dan seberapa dalam kita akan terjun di dalam organisasi itu. Sehingga kedepannya organisasi tidak menjadi kambing hitam atau kambing belang jika kita gagal dan terhambat untuk mencapai tujuan utama kita kuliah yaitu LULUS/TAMAT/SELESAI/THE END/PUPUT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Diambil dan diringkas dari beberapa buku, artikel dan pergaulan di keseharian&lt;br /&gt;I Putu Lisna Kurniawan&lt;br /&gt;Statistika ITS 2004&lt;br /&gt;Stat_55@plasa.com&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-4576177844529584139?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/4576177844529584139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=4576177844529584139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4576177844529584139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4576177844529584139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/jerat-waktu.html' title='Jerat Waktu'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-4832637524712754444</id><published>2008-08-27T00:56:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T00:47:41.159-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rileks'/><title type='text'>Kokology Kisah Cinderella</title><content type='html'>Kisah orang miskin menjadi kaya. Seorang gadis yang mimpinya jadi kenyataan. Cinderella adalah salah satu dongeng klasik dalam sastra dunia. Dari semua adegan dalam dongeng yang dapat diingat, adegan mana yang paling berkesan dalam pikiran Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Cinderella menderita di bawah tekanan ibu tiri.&lt;br /&gt;2.Cinderella diubah menjadi putri yang cantik oleh ibu peri.&lt;br /&gt;3.Cinderella ketinggalan sepatunya di tangga istana ketika jam dua belas malam.&lt;br /&gt;4.Adegan di mana akhirnya sang pangeran menemukannya dan me­makaikan sepatu kaca di kaki Cinderella.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENJELASAN KISAH CINDERELLA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mengapa terkesan terhadap adegan yang Anda pilih? Pembahasan secara lebih detail terhadap setiap bagian adegan memberitahu kami bahwa pilihan Anda berhubungan dengan kele­mahan atau kekurangan karakter terkuat Anda.&lt;br /&gt;1.Cinderella menderita di bawah tekanan ibu tiri.&lt;br /&gt;Bayangan Cinderella yang malang membersihkan lantai selagi ibu tiri dan kakak tiri menyiramnya dengan perlakuan kejam menim­bulkan rasa kasihan. Tapi di balik rasa kasihan ada rasa kebanggaan dan kesombongan, Anda mengingat adegan ini karena membuat merasa lebih mulia dari seseorang. Adalah baik bisa memandang remeh orang lain dengan lembut. Tetapi berhati-hatilah terhadap kecenderungan Anda selalu meremehkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Cinderella diubah menjadi putri yang cantik oleh ibu peri.&lt;br /&gt;Dengan tongkat ajaib, ibu peri yang baik hati mengubah Cin­derella menjadi putri mempesona dan mengubah dunianya selamanya. Tapi di dunia nyata, segalanya tidak begitu mudah dilakukan. Kesalahan terbesar adalah kebutaan Anda terhadap pertanyaan mudah dalam hidup dan kurangnya perhatian terhadap perencanaan dan akibatnya.&lt;br /&gt;Anda nampak lupa bahwa tidak ada ibu peri yang menanti menyela­matkan Anda dari masalah yang Anda ciptakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Cinderella ketinggalan sepatu di tangga istana ketika jam duabelas malam.&lt;br /&gt;Adegan ini meninggalkan kesan yang kuat kepada Anda karena mempengaruhi perasaan ketergantungan kepada orang lain. Sangat mudah membayangkan diri Anda melarikan diri pada tengah malam, meninggalkan masalah dan pertanyaan yang belum terjawab di bela­kang Anda. Dalam jangka pendek, bergantung kepada orang lain untuk menyelesaikan masalah mungkin terlihat seperti cara yang mudah dalam hidup, tapi suatu hari Anda harus menghadapinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Adegan di mana akhirnya pangeran menemukan dan memakaikan sepatu kaca di kaki Cinderella.&lt;br /&gt;Hampir semua orang menyukai akhir kisah bahagia. Anda meng­anggap diri Anda seperti itu. Di situlah masalah Anda. Anda terlalu mudah puas dengan hal yang sederhana, normal, dan rata-rata. Semua yang Anda harapkan dari hidup adalah pekerjaan yang rata-rata, gaji yang rata-rata, teman yang rata-rata, keluarga yang rata-rata, anak yang rata-rata. Berusahalah untuk menemukan apa yang membuat Anda unik dan asli. Ingatlah, Anda adalah seorang individu, bahkan ketika Anda tidak merasa demikian.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3593144000676697585-4832637524712754444?l=buletinwiweka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/feeds/4832637524712754444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3593144000676697585&amp;postID=4832637524712754444' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4832637524712754444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3593144000676697585/posts/default/4832637524712754444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletinwiweka.blogspot.com/2008/08/kokology-kisah-cinderella.html' title='Kokology Kisah Cinderella'/><author><name>Buletin Wiweka KMHDI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04524457029062996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_26PgKjjzyJY/SMkEsICn_CI/AAAAAAAAAEs/xmnVILCK4Ek/S220/Logo2.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3593144000676697585.post-3047883532655986699</id><published>2008-08-22T23:36:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T23:43:44.323-07:00</updated><title type='text'>Tentang Wiweka</title><content type='html'>Buletin Wiweka adalah sebuah media mahasiswa Hindu di Surabaya. Pada awal terbentuknya, buletin ini merupakan salah satu progam kerja garapan Pimpinan Cabang Ke
